Komunikasi Kusut Kasus Sambo

Image
Yudhi Hertanto
Curhat | Sunday, 11 Sep 2022, 07:34 WIB
Republika.co.id, Foto: ANTARA/Asprilla Dwi Adha

Ruwet! Perjalanan kasus yang membekap perhatian publik ini seolah drama thriller, ada saja episode baru dengan skenario kejutan di tengah babak.

Berlarutnya penanganan persoalan itu, jelas berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan publik pada institusi penegak hukum. Harus menjadi perhatian khusus.

Publik disuguhi banjir informasi, tidak hanya di media massa, juga di sosial media. Keberlimpahan tersebut membingungkan.

Arus informasi yang deras itu menyebabkan kita tenggelam dalam pusaran berbagai hal yang dianggap seolah sebagai fakta -faktoid.

Kasus ini membetot ketertarikan publik, lantaran melibatkan petinggi institusi yang seharusnya memiliki kewenangan untuk menegakkan kebenaran.

Komplikasi kasusnya mencuri fokus khalayak, ketika alurnya terkesan mengada-ada, bahkan terjadi upaya menghalangi proses hukum yang berlaku -obstruction of justice.

Spektrum kasus ini mencakup dua ranah terkait, yakni (i) keingintahuan publik dan (ii) respon kinerja institusi, keduanya menjadi padanan penting untuk mengurai perkara tersebut.

Sampai pada akhirnya, penetapan tersangka dalam persoalan pembunuhan itu terasa lambat prosesnya. Berhati-hati adalah pernyataan yang dimajukan.

Meski berbagai lembaga negara yang terkait terlibat, sebut saja Komnas HAM, Komnas Perempuan hingga LPSK, dengan berbagai cakupan wilayah kerjanya tidak juga membuat kasus ini benderang.

Banyak terdapat ruang gelap yang belum bisa dipahami, terutama terkait motif serta kebenaran yang muncul dalam perkara tersebut.

Pertanyaan dasarnya, (i) mengapa upaya menemukan kebenaran kasus hanya berputar dan berpusat pada pengakuan?, (ii) bagaimana fakta-fakta pendukung dilacak melalui alat bukti lain, seperti CCTV, alat komunikasi, transaksi rekening?

Plot ceritanya maju-mundur, sementara pernyataan berbagai aktor yang terlibat masih terkesan tertutup, memainkan sandi komunikasi, mengatur ritme, dan itu jelas melelahkan.

Ujian bagi kinerja institusi dimulai ketika harus berhadapan dengan dirinya sendiri. Rangkaian gerbong yang saling terkait dalam perkara ini perlu dibongkar, tapi ada konsekuensi disana, pincangnya struktur.

Perlu ditunggu, apakah ujian tersebut mampu dilewati, karena publik tentu tidak berharap institusi hukum justru gagal berhadapan dengan perkara hukum yang melibatkan jejaring internal.

Dalam ranah komunikasi, upaya institusi penegak hukum untuk meyakinkan publik bahwa perkara ini akan dituntaskan, menjadi diragukan.

Terlebih, karena sebagian tahapan dilakukan secara tertutup. Transparansi ini menjadi agenda yang dikawal oleh kuasa hukum korban, termasuk publik.

Drama kasus Sambo bisa jadi berseri-seri panjangnya, dan kemampuan publik untuk menyimak episode selanjutnya terbatas.

Tak ayal, runtutan penyelesaian perkara ini memunculkan ketidakpercayaan publik -distrust. Upaya untuk menciptakan ruang kepercayaan itu akan teramat mahal.

Dalam rumusan komunikasi, maka kepercayaan dibangun melalui (i) kejujuran dan (ii) keterbukaan, disitu proses komunikasi mencapai tujuannya untuk saling memahami.

Kasus Sambo menjadi sulit dipahami publik, karena tersebut dua hal penting kurang tersentuh.

Peribahasa Latin menyebut -"ubi societas ibi justicia” -di mana ada masyarakat dan kehidupan di sana ada hukum.

Namun keadilan kerapkali tidak muncul bersamaan dengan hukum. Terdapat jarak senjang antara idealisasi keadilan dengan praktik hukum yang berlaku.

Semoga kekusutan ini terurai dan institusi yang bertugas mendapatkan lagi simpati serta kepercayaan publik.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

membaca, menulis, berpikir dan berdoa

Rapuhnya Demokrasi di Hadapan Oligarki

Imaji Kuasa Digital

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Game Online PC Gratis Yang Wajib Kamu Mainkan Sekarang!!

Image

Kemenkumham Jateng Siap Diaudit BPK RI

Image

Masa Berlaku Paspor Kini 10 Tahun, Imigrasi Siapkan Juknisnya

Image

Rutan Boyolali Buka Layanan Konsultasi Bagi WBP

Image

Tingkatkan Keimanan, Lapas Klaten Adakan Kegiatan TPQ dan Pengajian untuk Warga Binaan

Image

Kadivpas Kemenkumham Sumsel Lakukan Monev ke Lapas Sekayu

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image