Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ngaprak

Perjuangan Kemerdekaan, Babay Sujawandi : Banyak Warga Banten Melawan Penjajah Lalu Diasingkan

Eduaksi | Friday, 26 Aug 2022, 09:10 WIB
Foto : Dialog Public Peran Masyarakat Banten Dalam Memperjuangkan Kemerdekaan RI.

(Serang),- Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 77, Mahasiswa dan Pemuda para penggiat ekonomi kreatif terasbamboo yang diwadahi oleh Lembaga Center Of Strategic Data (CSD) menggelar diskusi publik dengan mengusung tema "(Seberapa besar) Peran Masyarakat Banten Dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia ?."

Dialog Terbuka yang diinisasi oleh Mahasiswa dan Pemuda kreatif di Banten ini diselenggarakan pada Kamis 25 Agustus 2022, di Teras Bamboo, Kel. Dalung Kec. Cipocok Jaya (Sebrang wisata Ziarah Ki Mas Jong Kota Serang).

Pemateri dalam diskusi ini hadir beberapa tokoh pejuang dan pendiri Banten diantarnya KH. Embay Mulya Syarif, H. Babay Sujawandi dan Duta Baca Indonesia Gol A gong serta Mahasiswa dan Pemuda dari berbagai Komunitas di Banten.

Dalam sambutannya, CEO Terasbamboo Friska Septyanti Lintang, mengatakan kegiatan Teras Dialog ini akan menjadi agenda rutin setiap bulan dengan tema dan pemateri yang berbeda. Ia mengaskan bahwa teras bamboo adalah ruang gerak anak muda untuk berpikir dan berkarya.

"Teras Bamboo ini adalah rumah edukasi dan ekonomi kreatif yang akan selalu menjadi ruang gerak anak muda untuk berkreatifitas, termasuk diskusi-diskusi seperti ini," ungkapnya.

Ia juga berharap agar anak muda terus konsisten dalam memperjuangkan pengayaan intelektual dan kemajuan Provinsi Banten.

"Saya berharap anak muda terus konsisten menghadiri acara-acara semacam ini untuk kemajuan Banten," sambung CEO Teras Bamboo yang akrab disapa Teh Friska ini.

Sementara itu, Babay Sujawandi saat mengisi acara tersebut mengatakan bahwa peran masyarakat Banten dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia sangat besar dengan melihat orang yang diasingkan ke tempat terpencil pada zaman penjajahan.

"Demi memperjuangkan kemerdekaan indonesia, pada waktu itu banyak orang Banten yang melawan penjajah lalu diasingkan ke tempat terpencil," ungkapnya.

Dirinya juga mengajak kepada anak muda Banten untuk mengisi kemerdekaan ini dengan baik juga kritis terhadap kebijakan pemerintah provinsi Banten.

"Mari kita isi kemerdekaan ini dengan baik, jangan lupa juga untuk terus kritis pada kebijakan pemerintah provinsi Banten," ujarnya.

Di tempat yang sama, KH Embay Mulya Syarif menjelaskan bahwa sejarah adalah fakta yang berjalan, ia menilai bahwa peran masyarakat Banten memperjuangkan kemerdekaan Indonesia terlihat dari bukti yang ada di keraton surosowan menjadi tanda peninggalan sejarahnya.

"Bukti yang ada sampai hari ini adalah keraton surosowan yang rata dengan tanah," ujarnya.

Menurutnya, orang yang terlahir di bumi nusantara ini menjadi takdir yang harus disyukuri, karena Allah telah menyatukan kita sebagai bangsa yang majemuk untuk hidup berdampingan di antara perbedaan-perbedaan yang ada.

"Takdir kita ini dilahirkan sebagai bangsa yang majemuk dan Allah telah menyatukan kita, maka hal itu harus disyukuri." Tandasnya. **

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image