Orang Banyak yang tidak Jujur

Image
Zainab Al-Muhdar
Curhat | Sunday, 28 Nov 2021, 00:35 WIB
Ilustrasi Kebohongan. (Sumber = Google)
Ilustrasi Kebohongan. (Sumber = Google)

Roda kehidupan di dunia ini terus berputar, begitupun waktu semakin cepat berlalu sehingga sekarang ini akan menjadi masa lalu di masa depan dan masa depan tidak dapat diprediksi akan seperti apa. Perubahan di dunia ini semakin banyak yang kita rasakan terutama jika usia kita sudah semakin dewasa. Perubahan yang dapat disaksikan dan dirasakan berupa banyaknya orang yang sering berbohong untuk beralasan sesuatu.

Berbohong nampaknya merupakan hal yang lumrah bahkan seringkali kita berbohong agar orang lain tidak mengetahui apa yang sebenarnya sedang kita alami. Hal ini dikarenakan jika mengatakan yang sesungguhnya maka orang lain akan menjadi bersikap buruk dengan kita. Namun, bagaimana jika itu terjadi pada kerabat anda dan kebohongan itu terbongkar oleh lawan bicara anda?.

Menurut pengamatan penulis, saya tidak mengatakan orang berbohong tersebut sepenuhnya salah, namun dapat dikatakan bersalah apabila kebohongan tersebut terbongkar dan lawan bicara kita mengetahui kebohongan kita padahal jika kita berbicara secara jujur lawan bicara akan dapat memaklumi hal tersebut. Selanjutnya, pada salah satu kasus contohnya seperti kita belajar ilmu bisnis (perumpamaannya) dan kita mengatakan bahwa kita mengikuti kursus secara daring padahal kenyataannya lawan bicara kita tahu kita mengikuti sekolah Bisnis kilat selama 1 tahun tentu akan membuat lawan bicara kita kecewa jika kita tidak mau mengakui hal tersebut dan lawan bicara bisa menginterograsi anda agar anda mau mengakui yang sebenarnya. Hal ini dapat dikatakan sebagai hal yang sangat memalukan bagi penulis terlebih jika berkata jujur jauh lebih baik daripada berbohong dan kebohongan anda dapat membuat lawan bicara anda tidak suka kepada anda. Lantas, bagaimana tipsnya dalam menghadapi perkara seperti ini?

Menghadapi manusia tidak akan ada habisnya. Hubungan dengan manusia bukanlah suatu perkara yang mudah namun tergolong dalam perkataan yang cukup sulit karena kerap kali kita berusaha sekeras mungkin menjaga sikap dihadapan lawan bicara kita namun apa yang terjadi membuat kita menyesal setelahnya. Perkataan kebohongan yang seperti disebutkan diatas jika kebohongan itu semata-mata untuk kondisi yang sangat mendesak dan mengharuskan kita berbohong tidak masalah namun jika kondisi tidak mendesak dan memungkinkan berkata jujur dan kebohongan anda terkuak oleh lawan bicara anda akan menjadi suatu hal yang krusial dan tentu sebagai lawan bicara harus berhati-hati ketika berinteraksi dengan semua orang termasuk anda. Kebohongan memang memiliki beragam penyebab akan tetapi cara menghadapi kebohongan orang-orang tersebut sebagai berikut :

1) Usahakan tetap tenang ketika sedang berbicara dengan semua orang terlebih orang-orang tersebut karena jika kita tenang maka hidup kita akan jauh lebih tenang dan tidak dipenuhi dengan pemikiran-pemikiran buruk.

2) Usahakan untuk dapat memilah informasi mana yang akan anda sampaikan kepada orang lain karena pada dasarnya tidak semua apa yang terjadi pada diri kita harus diceritakan kepada orang lain. Hal ini disebabkan karena orang lain tidak ingin dan tidak berhak mengetahui informasi tersebut dan rentan akan kebocoran rahasia anda tanpa sepengetahuan anda.

3) Jika memungkinkan, anda dapat menyampaikan rasa ketidaksukaan ( dengan catatan harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi pada saat tersebut) atau memancing orang tersebut untuk jujur dan terbuka kepada anda agar dia dapat terbuka dan jujur kepada anda apa yang sebenarnya terjadi. Jika memang cara itu tidak berhasil, anda dapat lebih berhati-hati dalam bercerita dengan orang-orang tersebut agar anda dapat tenang, aman dan tidak memiliki beban pikiran yang dapat menganggu keseimbangan hidup anda.

Menghadapi orang-orang tersebut tidaklah mudah, membutuhkan ketenangan, kesabaran dan keikhlasan yang kuat agar kita dapat menerima kenyataan dan meyakinkan pada diri kita bahwa tidak semua orang jujur di dunia ini. Mengapa demikian? karena adanya faktor-faktor tertentu yang tidak kita ketahui dan seringkali sulit dijelaskan secara ilmiah dan praktis sehingga salah satunya langkah yang utama yaitu dengan kita berhati-hati dalam berbicara dengan orang lain karena seperti salah satu pepatah yang mengatakan "Mulutmu, Harimaumu"

-ZM-

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Terkait

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Lampard Siap Latih Everton dan Alasan Rooney Menolak Tawaran Everton

Image

10+ Gaya Arsitektur Rumah Terfavorit dan Sejarahnya

Image

Cara Dapat Sertifikat Vaksinasi Standar WHO untuk Perjalanan

Image

2 Cara Transfer Pulsa Telkomsel Secara Mudah Lewat Sms dan Aplikasi

Image

GB WhatsApp Pro (Resmi) Apakah Aman?

Image

Penerapan Media Video Sebagai Perantara Pembelajaran Mawaris Di Kalangan Keluarga Islam

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image