Obrolan Singkat, PALESTINA MEMBARA!

Image
Ummu Fatimah
Info Terkini | Saturday, 13 Aug 2022, 23:45 WIB

Sepekan lebih, dentuman bom terdengar di telinga warga Gaza, Palestina. Mudah ditebak tentunya, setelah serangan besar besaran satu tahun lalu tepatnya pada Ramadhan 1442H dilakukan oleh rezim dzalim Z10n. Jum’at, 7 September Z10n kembali membombardir pemukiman di Gaza, Palestina. Dilansir dari Gazamedia Group korban sebanyak 41 orang yang terdiri atas anak anak, wanita, orang tua dan laki laki dewasa (12/08/22). Angka ini terus bertambah hingga tulisan ini diketik. Jatuhnya korban sipil tentu menjadi wajar ketika misil Z10n memang sengaja di arahkan pada pemukiman warga. Belum jelas apa peyebab serangan besar besaran kembali di lancarkan ke Gaza (VoaIslam, 05/08/22).

Serangan rezim Z10n pada faktanya dilakukan hampir setiap hari, pada moment tertentu mereka akan melakukan bombardir massal. Tak jarang hal ini dilakukan ketika kaum muslimin tengah menunaikan ibadah puasa ataupun memperingati hari besar lainnya. Fakta ini cukup membuktikan bahwa konflik Palestina sejatinya tak pernah usai, bahkan bukan lagi temporal. Akan tetapi terus berjalan dari waktu ke waktu.

MASALAH BAGI SIAPA?

Konflik puluhan tahun ini, sudah sewajarnya menjadi luka bagi dunia khususnya kaum muslimin. Bagaimana tidak, ratusan bahkan ribuan nyawa menderita di tengah deretan serangan militer yang tak kunjung usai selama bertahun tahun. Korban berjatuhan dari segala usia. Properti rusak parah bahkan suplay bahan makanan dan energi begitu sulit dijangkau oleh masyarakat Gaza yang terisolir. Bukankah fakta ini cukup menjadi alasan empati? Perlu dipahami bersama bagi kaum muslimin seluruh dunia khususnya muslimin Indonesia bahwa kaum muslimin Palestina bukan tanpa alasan tetap bertahan di tengah gempuran yang semakin dasyat setiap harinya. Sungguh, mereka bertahan untuk satu tujuan mulia yaitu melindungi kiblat pertama kaum muslimin. Masjidil Aqsa. Salah satu masjid paing berharga dalam jati diri kaum muslimin,

Apalagi, pada hakekatmya Rasulullah telah menejalaskan pada seluruh generasi kaum muslimin bahwa kita sejatinya adalah satu tubuh. Ketika ada satu bagian tubuh yang sakit, sungguh seluruh tubuh akan merasakan sakit. Maka bukankah wajar ketika tangisan muslimin Palestina mengundang reaksi kaum muslimin seluruh dunia? Sehingga rasa empati itu menjadi sebuah bentuk pertanggung jawaban atas aqidah serta keimanan yang menghujam di dalam sanubari setiap muslim.

Untuk itu menjadi hal penting bagi seluruh kaum muslimin untuk berusaha setidaknya mengetahui penyebab keberlanjutan penderitaan rakyat Palestina. Sesungguhnya ketika kita telisik lebih dalam tentang upaya penyelesaian masalah, sungguh luar biasa bantuan finansial, infrastruktur bahkan ketenagaan yang dilakukan oleh para aktivis.Hal ini sejatinya membantu dalam proses pembangunan kembali hal hal yang tengah dirusak. Sehingga hal terkait bagaimana kerusakan ini dapat berhenti menjadi penting untuk dipikirkan. Salah satunya dengan mengetahui sejarah singkat jatuhnya Palestina ke tangan Z10n.

TANAH HADIAH

Berdasarkan sejarah kepemilikannya tanah Palestina adlaah milik kaum Muslimin pasca diserahkannya kunci Masjidil Aqsa pada Khalifah Umar. Bahkan tidak sepetak tanahpun yang dimiliki oleh laknatullah Z10n. Z10n mengakuisisi hak milik tanah Palestina setelah mereka diperbolehkan bermigrasi kesana oleh rezim Inggris sebagai pemenang Perang Dunia 1 atas blok lawan yang salah satunya kekhilafahan Ustamaniyah.Pada dasarnya Z10n telah menginginkan untuk memiliki tanah Palestina akan tetapi hal ini ditolak oleh Sultan Hamid ke 2 sebagai Khalifah atas Negara Islam pada saat itu. Namun, ketika kekhilafahan kalah bahkan runtuh, tanah Palestina jatuh ke tangan penjajah. Pasca merasa memiliki tanah Palestina mereka kemudian melakukan ekspedisi untuk terus berusaha menguasai seluruh tanah Palestina dengan berbagai cara salah satunya dengan melakukan serangan militer.

Konflik yang muncul kemudian diselesaikan oleh PBB (di awal berdirinya, dimana Inggris termasuk di dalamnya) dengan cara membagi wilayah menjadi 2 bagian. Satu bagian milik rakyat Palestina dan satu bagian untuk Z10n. Padahal sejak awal Z10n tidak memiliki hak atas tanah ini akan tetapi ia justru seolah olah memiliki hak atas tanah Palestina.

MAMPUKAH BERAKHIR?

Menelisik dari sejarah Palestina dapat diketahui bahwa sejatiya Z10n tidak berdiri sendiri dalam melanggengkan pembantaian serta perebuatan tanah Palestina. Bahkan dapat dikatakan ada peran lembaga besar dunia di dalamnya. Kekuatan ini mustahil akan memberikan solusi yang adil pada kaum muslimin dilihat dari track recordnya. Selain itu dapat dicermati bahwa jatuhnya tanah Palestina dari kaum muslimin berikut awal penderitaan rakyatnya di awali dari jatuhnya Negara Islam. Berdasarkan hal ini negara berperan sebagai junnah atau pelindung bagi seluruh kaum muslimin. Untuk itu ketika saat ini usaha kaum muslimin dicukupkan dengan pembiayaan serta melakukan bantuan sosial semata tanpa akhirnya memutuskan harapan pada lembaga yang jelas berdiri di pihak lawan serta berusaha kembali untuk mengembalikan kekuasaan Islam dalam negara agar terbentuk kembali junnah kaum muslimin. Hal ini pada hakekatnya akan terjadi ketika persatuan telah hadir di dalam tubuh kaum muslimin. Persatuan atas dasar iman, islam dan ketaqwaan pada Allah dan Rasulnya. Wallahu alam bishawab

«إِنَّمَا اْلإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ »Sungguh Imam (Khalifah) itu laksana perisai (junnah); orang-orang berperang mengikuti dia dan berlindung kepada dirinya (HR al-Bukhari dan Muslim).

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Penulis muda yang mau meng-upgrade diri

Pendidikan Butuh Modal

Hadiah di Tengah Krisis

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Penerimaan Klien Baru Integrasi (Pembebasan Bersyarat) di Bapas Purwokerto

Image

Balkesmas Ambarawa Lakukan Vct Mobile Kepada WBP

Image

Penuhi Persyaratan, 11 WBP Lapas Brebes Jalani Asimilasi Dan PB

Image

SMPN 1 BULUKUMBA, PTS TINGKATKAN SEMANGAT BELAJAR

Image

Integrasi Instansi melalui MoU Layanan Single Submission Pengangkut Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Image

Lakukan Litmas PB, Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Nusakambangan Tekankan Pembinaan Kemandirian

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image