Peduli Terhadap Parenting Ibu dan Anak, KKN 108 UIN Sunan Kalijaga Menyebarkan Buletin Edukasi

Image
Moh. Ainu Rizqi
Eduaksi | Friday, 22 Jul 2022, 15:35 WIB
Kegiatan di Posyandu Sumberbendo

Kamis, 21 Juli 2022 Mahasiswa KKN Mandiri angkatan 108 UIN Sunan Kalijaga turut berpartisipasi dalam kegiatan rutin posyandu di Dusun Sumberbendo, Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Mojokerto. Dalam kesempatan acara posyandu tersebut, 12 mahasiswa KKN Mandiri angkatan 108 UIN Sunan Kalijaga membagikan selebaran buletin bertajuk “Buletin Kamisan: Edisi Parenting Ibu dan Anak” dan ikut membantu proses kegiatan di posyandu.

Ainul Yaqin selaku ketua kelompok 58 KKN 108 mengatakan, “Tujuan yang paling mendasar dari pembagian buletin tersebut adalah sebagai wawasan dan pengetahuan mengenai implementasi serta penerapan makan ke-orangtua-an dalam mengasuh anak. Hal tersebut yang nantinya turut mendukung tumbuh kembang anak, baik secara fisik, emosional, hingga kecerdasan sosial dan spiritualnya kelak. Tak cukup itu, alasan kami turut mengikuti kegiatan di posyandu ini tentunya untuk belajar hal-hal yang berkaitan dengan balita dan lansia, sebab halsemacam ini sangat penting bagi kami yang masih berstatus mahasiswa,” ujar Ainul.

Mahasiswa KKN bersama petugas puskesmas setempat dan ibu-ibu posyandu

Dalam kegiatan posyandu tersebut, pembagian buletin dinilai dapat lebih efisien dan lebih menghemat biaya daripada melakukan sosialisasi. Pasalnya tak semua ibu-ibu dari balita dan anak-anak memiliki waktu luang yang sama. Oleh karena itu kegiatan posyandu tersebut dilaksanakan pukul 08.00 – 10.00 dan untuk lansia dilaksanakan pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.

Seperti yang dituturkan oleh sekretaris kelompok 58 KKN 108, “Kami lebih memilih membagikan buletin ini daripada mengadakan sosialisasi dikarenakan beberapa pertimbangan. Pertama, jika sosialisasi, tentunya kami harus mendatangkan semua ibu dari para balita. Nah hal ini tidak memungkinkan sebab ada beberapa ibu yang harus menyiapkan berbagai keperluan anak serta suaminya atau bahkan memiliki pekerjaan pula. Lalu beberapa anak juga ada yang sedang sekolah, sehingga sulit untuk mengumpulkan semuanya dalam waktu yang sama. Kedua, membagikan buletin ini juga bentuk kesesuaian dengan tema besar kelompok kami, yaitu Pemberdayaan Potensi Masyarakat dalam Bidang Literasi dan Ekonomi Berbasis Sosio-Religi. Dengan membagikan buletin, tentu, kan ibu-ibu nanti akan membacanya. Dari sana kami berusaha meningkatkan minat baca masyarakat di Desa Candiwatu”.

Pentingnya Parenting

Diana Baumrind(1967) dalam penelitiannya menunjukkan bahwa perbedaan gaya asuh yang diberikan kepada anak pra-sekolah akan menyebabkan perbedaan perilaku dan sifat anak-anak tersebut. Jika anak diasuh dengan kontrol, menekankan komunikasi dua arah dan dorongan orang tua yang menjadikan anaknya mandiri namun tetap memberi batasan, maka anak akan tumbuh dengan bertanggung jawab dan cenderung tidak kasar.

Akan berbeda halnya jika anak diasuh dengan gaya otoriter. Gaya asuh ini ditandai dengan tingginya kontrol dan cenderung mengekang. Selain itu, pada gaya asuh ini orang tua sering menetapkan aturan tanpa menjelaskan mengapa aturan tersebut ditetapkan. Semisal, “Jangan minum es!... Jangan nangis!... Kamu itu kalo dibilangi jangan membantah!”. Dampak yang akan diterima anak dengan gaya asuh ini mungkin akan terlihat positif di satu sisi, yaitu anak akan disiplin dengan peraturan. Tetapi anak akan sulit dan tidak terbiasa untuk mengeksplorasi secara mandiri. Anak juga akan merasa kurang bahagia dan mudah khawatir (LM Psikologi UGM, 2020)

Oleh karena itu kelompok 58 KKN 108 UIN Sunan Kalijaga mengangkat tema buletin tentang pentingnya parenting ibu dan anak. “Tema yang kami angkat dalam edisi Buletin Kamisan adalah mengenai Edukasi Parenting Ibu dan Anak. Alasannya karena banyak orang tua yang belum mengetahui pentingnya pola asuh dan asih yang baik untuk anak. Padahal orangtua adalah sekolah pertama bagi anak, dan pola asuh yang tepat sangatlah penting untuk tumbuh kembang buah hati.” Tutur Ainul sembari membagikan buletin kepada ibu-ibu di Posyandu Dusun Sumberbendo.

Dalam buletin yang dibagi secara Cuma-Cuma tersebut, terdapat 3 poin inti yang dituliskan. Pertama, cara berkomunikasi orang tua terhadap anak berdasarkan jenjang usia, yang mana dalam poin tersebut terdapat tiga klasifikasi, yaitu usia 0 – 12 bulan, usia 1 tahun – 2 tahun, dan terakhir usia 3 – 5 tahun. Kedua, cara menghadapi anak yang terkadang rewel di tempat umum. Ketiga, hal-hal yang dilakukan orang tua kepada anaknya dan dianggap “biasa” padahal dapat menyebabkan anak trauma.

Melalui ketiga poin tersebut, Ainul selaku ketua kelompok berharap agar anak-anak yang kelak menjadi generasi-generasi penerus dapat bertumbuh-kembang dengan baik. “Semoga anak-anak itu kelak menjadi generasi yang —meminjam istilah Gus Mus—saleh sosial dan saleh spiritual,” pungkasnya.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Maju Terus, Jadi Motto Utama MTQ Korpri Provinsi Banten Perkuat Syiar Islam

Image

Optimalisasi Layanan Penggunaan Wartelsus di Lapas Permisan Nusakambangan

Image

Menkumham Yasonna H Laoly Beri Pemahaman Sejak Dini ke Murid SD dan SMP

Image

Melalui DJKI Mengajar, Kemenkumham Jateng Kenalkan Kekayaan Intelektual Sejak Dini

Image

Warga Binaan Lapas Purwokerto Ikuti Sosialisasi HIV/AIDS, Hepatitis C dan Siphilis

Image

Menkumham Yasonna H Laoly Beri Pemahaman Sejak Dini ke Murid SD dan SMP

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image