Mekanisme Transaksi ETF di Pasar Primer dan Sekunder

Image
Dhea Anggraini
Bisnis | Thursday, 04 Nov 2021, 11:12 WIB

Produk investasi Exchange Traded Fund (ETF) mulai dikenal dan dilirik kalangan investor pasar modal, meski di kalangan masyarakat umum produk ini masih terasa asing.

ETF adalah reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek. Dengan kata lain, ETF adalah sebuah produk investasi yang menggabungkan dua karakteristik produk sekaligus, yaitu reksa dana berbentuk terbuka (open ended fund) dan saham (common stock).

ETF sebagai produk investasi berbentuk reksa dana yang diperdagangkan di bursa selayak saham memang cukup menarik dari sisi diversifikasi sehingga cocok dinikmati untuk pemula.

Dengan membeli produk ETF, investor tidak perlu pusing-pusing mikirin yang namanya diversifikasi. Diversifikasi otomatis sudah bisa dinikmati dengan mudah manakala investor mentransaksikan ETF.

Investasi ETF ini memungkinkan diversifikasi otomatis atas beberapa saham unggulan dalam sekali order. Dengan begitu, investor tidak perlu repot dan pusing memikirkan diversifikasi.

Saat investor membeli saham biasanya hanya mendapat saham yang diincar, beda halnya saat investor membeli ETF justru akan mendapatkan sekumpulan saham unggulan sesuai basket yang dipilih.

Nah, terkait dengan mekanisme traksaksi (jual-beli) ETF, ada dua mekanisme yang wajib diketahui investor, yakni transaksi di pasar primer dan pasar sekunder. Menariknya, baik pasar primer maupun sekunder kini sudah mudah dinikmati dalam satu aplikasi bernama IPOT milik Indo Premier Sekuritas.

Kelebihan Pasar Primer

Transaksi jual-beli ETF di pasar primer (primary market) dilakukan dalam satuan unit kreasi (1000 Lot = 100.000 unit). Satu unit kreasi (creation units) adalah satuan ukuran yang telah ditetapkan dalam prospektus ETF yang nilainya setara dengan satu keranjang (basket) saham-saham dalam portofolio. Nah, karena transaksi di pasar primer ini butuh modal yang tidak sedikit maka biasanya yang bertransaksi di sini adalah investor institusi atau pemodal gede. Selanjutnya, transaksi ETF dengan nominal besar di pasar primer ini bisa mudah dilakukan di aplikasi IPOT karena platform jual-beli ETF sudah terintegrasi dalam aplikasi tersebut. Dengan begitu, transaksi ETF di pasar primier ini benar-benar mudah dengan smartphone di genggaman tangan.

Kelebihan Pasar Sekunder

Berbeda dengan pasar primer, transaksi ETF di pasar sekunder (secondary market) biasanya dalam satuan Lot (1 lot = 100 Unit Penyertaan). Nah, dengan satuan lot tentu saja ETF bisa dinikmati dengan mudah investor retail. ETF di pasar sekunder sangat terjangkau bagi investor dengan modal terbatas. Selanjutnya cara transaksi ETF retail ini seperti saat membeli saham pada umumnya dan memilih produk ETF yang diincar.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

3 Prinsip Pengelolaan Reksa Dana Syariah

Seluk-Beluk Investasi Saham Syariah

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Karutan Temanggung ikuti arahan Kadivpas Jateng tentang Kewaspadaan Keamanan dan Ketertiban

Image

Ketua DWP Rutan Temanggung Hadiri Pertemuan Rutin Persatuan Ibu-Ibu Pengayoman dan PIPAS Jateng

Image

Karutan Temanggung ikuti arahan Kadivpas Jateng tentang Kewaspadaan Keamanan dan Ketertiban

Image

Hadapi Indonesia Emas 2045, Begini Pesan Menko PMK Kepada Mahasiswa Baru UM Bandung

Image

Pamerkan Hasil Karya WBP, Rutan Demak Turut Ramaikan Car Free Day

Image

Mencerahkan! 414 Mahasiswa Baru Ramaikan Masta PMB UMS 2022 Gelombang 3

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image
-->