Self Healing berdasarkan Surah Al-Baqarah ayat 45

Image
Keysha Muthia Azzahra
Eduaksi | Wednesday, 22 Jun 2022, 22:05 WIB

Kesehatan mental menjadi perbincangan umum dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang menganggap kesehatan mental adalah suatu hal yang penting dan perlu adanya perhatian khusus. Berdasarkan pendapat Semiun (2006) kesehatan mental memiliki objek khusus untuk diteliti dan objek tersebut adalah manusia. Secara luas kesehatan mental dapat didefinisikan kemampuan jiwa untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dalam rangka mencapai tujuan, seperti kebahagian atau ketentraman hidup. Hal tersebut diupayakan agar manusia terhindar dari gangguan jiwa. Sebelum membahas cara self healing yang sesuai didalam Al-Quran, terdapat beberapa pengertian dan fakta yang harus diketahui.

Sumber : hellosehat.com

Sebagai manusia yang hidup berdampingan satu sama lain baik dengan orang lain, hewan dan alam, tidak dipungkiri akan terjadinya konflik. Konflik dari benturan antar individu tersebut menghasilkan dampak yang berbeda pada jiwa setiap individu. Dampak yang muncul sangat beragam, seperti sikap menyalahkan diri sendiri, menyakiti diri hingga perasaan hampa. Dengan ini, munculah rasa stress hingga depresi yang dialami oleh individu. Indonesia memiliki peningkatan gangguan kesehatan mental pada setiap periode. Berdasarkan data yang dimiliki oleh Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2018 gangguan kesehatan mental dan emosional sebanyak 9,8% ditinjau dari usia 15 tahun keatas dari sampel populasi 300.000 rumah tangga.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga stabilitas kesehatan mental yaitu dengan adanya self healing. Pengertian self healing yaitu metode penyembuhan penyakit bukan dengan obat, melainkan dengan langkah mengeluarkan perasaan emosi yang ada di dalam tubuh. Hal tersebut sesuai dengan tujuan dari self healing yaitu mengurangi rasa stress, takut dan mempercepat masalah psikologis yang sedang dialami oleh individu.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 45 :

وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى

الْخٰشِعِيْنَۙ

Artinya : “Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk”

Berdasarkan ayat tersebut mengajarkan bahwa ketika seseorang mendapat tekanan dalam hidup solusinya adalah dengan meminta pertolongan Allah. Hal tersebut dikarenakan bahwa Allah SWT adalah zat terbaik dalam memberi pertolongan bagi hambaNya. Terdapat beberapa upaya yang dapat kita lakukan yaitu :

1. Bersabar

Bersabar diartikan dengan menerima atas apa yang Allah SWT tentukan untuk hidup hambaNya. Didalam Islam sabar terdapat tiga tingkatan yang pertama yaitu sabar dalam melaksanakan ibadah. Ibadah merupakan sesuatu hal yang berat, maka kita harus sabar dalam melaksanakan ibadah. Kedua, bersabar dengan menjauhkan diri dari perilaku maksiat, maka kita harus belajar untuk menghindarinya. Ketiga, bersabar ketika mendapatkan suatu musibah, maka musibah yang datang pada kehidupan akan terasa lebih tenang. Barang siapa yang bersabar, niscaya Allah akan membuatnya menjadi sabar.

2. Shalat

Shalat adalah penolong dari keimanan yang besar dalam mencegah setiap perkara yang ada. Shalat dapat diartikan sebagai handphone yang apabila tidak di charge maka akan mati. Begitupula dengan shalat yang dilakukan secara khusyu' dan bertujuan karena Allah SWT, maka jiwa dan hati manusia akan tenang dan melahirkan kedamaian. Shalat akan sulit dilaksanakan apabila tidak diiringi kekhusyu’an, tidak ada rasa takut kepada Allah dan tidak mengharap yang ada disisiNya. Apabila hal tersebut dialami maka suatu perkara yang paling berat akan dirasakan. Khusyu' yaitu sikap ketundukan hati, ketentraman atau kepasrahan di hadapan Allah, menampakan rasa butuh serta beriman kepada Allah dan kembali kepada-Nya. Bagi mereka yang khusyu’ maka untuk melaksanakan shalat adalah suatu hal yang ringan. Hal tersebut terjadi karena mereka mengerjakannya dengan lapang dada dan senang.

Dapat disimpulkan bahwa sabar dan shalat tidak boleh dipisahkan karena sabar merupakan bekal bagi manusia, tetapi terkadang sabar dapat habis, maka diperlukan shalat yang khusyu' sebagai penolong agar terus bertambah dan menguatkan.

3.Berdoa

Seorang dokter penasihat di Rumah Sakit Boston, Rose Havlardong berpendapat bahwa salah satu obat dari kesedihan, kesepian dan kegelisahan yaitu dengan curhat. Hal ini sesuai dengan konsep berdoa yaitu seorang hamba yang sedang curhat dengan kepada Tuhan-Nya dimulai dengan pujian, ketidakberdayaan, ketundukan hati dan diakhiri dengan tawakal menyerahkan diri kepada-Nya. Doa dapat dikatakan self healing dikarenakan menimbulkan rasa lega, tenang dan damai sekalipun doa tersebut belum dikabulkan.

References :

Zakiah Nor. 2022. Menjaga Kesehatan Mental dengan Self Healing. Institut Ilmu Al-Qur'an

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Saya adalah seorang Mahasiswi

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Lapas Muaradua Sosialisasikan Layanan Kunjungan dan Pembinaan dari Pihak Luar Kepada WBP

Image

LP Narkotika Samarinda Hapus Buta Huruf Pada WBP Dengan Belajar Membaca

Image

Jika Belum Mampu Berkurban Setiap Tahun, Berkurbanlah Setiap Minggu

Image

Mengenal Lebih Dekat Tentang Keutamaan Memakmurkan Masjid

Image

Menepis Kerinduan, KYM Menggelar Acara Seseruan

Image

PEMBINAAN JASMANI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEBUGARAN WBP

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image