Evaluasi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran IPS

Image
Taufik Alamsyah
Eduaksi | Wednesday, 22 Jun 2022, 09:41 WIB

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Pembelajaran yang efektif akan menghasilkan pendidikan yang baik dan maju pula.

Dalam menunjang pendidikan yang berkualitas, maka jelas diperlukan sebuah media pembelajaran. Media pembelajaran merupakan suatu alat yang berguna untuk memudahkan proses belajar mengajar, dalam rangka mengefektifkan komunikasi antara guru dan peserta didik. Hal ini sangat membantu guru dalam mengajar dan memudahkan siswa menerima dan memahami pelajaran.

Media pembelajaran, seperti yang disebut, harus dapat memudahkan dan menghibur siswa dalam pembelajaran. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi membawa dampak kemajuan yang sangat pesat terhadap dunia pendidikan. Media yang dimanfaatkan memiliki posisi sebagai alat bantu guru dalam mengajar. Misalnya grafik, film, slide, foto, serta pembelajaran dengan menggunakan komputer. Gunanya adalah untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual dan verbal. Sebagai alat bantu dalam mengajar, media diharapkan dapat memberikan pengalaman kongkret, motivasi belajar, mempertinggi daya serap dan retensi belajar siswa.

Salah satu mata pelajaran di sekolah yang akan berguna dengan adanya IPTEK ialah IPS. Menurut Abu Ahmadi, IPS adalah bidang studi yang merupakan paduan (fusi) dari sejumlah disiplin ilmu sosial. Materi pelajaran yang terdapat dalam IPS memuat berbagai disiplin ilmu sosial seperti ekonomi, geografi, sejarah, sosiologi, antropologi, psikologi, ilmu hukum, ilmu politik dan ilmu-ilmu sosial lainnya yang di jadikan sebagai bahan baku program pendidikan dan pengajaran bagi sekolah dasar dan sederajat. IPS diformulasikan untuk tujuan instruksional dengan materi dan tujuan yang disederhanakan agar mudah dipelajari dan mudah dicerna.

Namun, kegiatan belajar bukanlah semata-mata menyampaikan materi pelajaran. Proses belajar hendaknya mengubah cara pandang dan pemahaman setiap siswa dan mampu memiliki empati mengenai perjuangan masa lampau. Setiap mata pelajaran memiliki sasaran dampak yang akan dicapai, Ilmu Pengetahuan Sosial mengandung salah satu tujuan agar peserta didik memiliki kemampuan komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan (Brahim, 2010:6).

Keberhasilan pada proses belajar dapat dilihat dari hasil belajar. Hasil belajar dapat ditunjukkan melalui evaluasi yang dilakukan oleh guru terhadap siswa. Evaluasi diperuntukan untuk dilakukan dengan struktur sistematis, efisien, dan terarah untuk menilai kemampuan pengetahuan siswa. Agar mendapatkan hasil evaluasi pembelajaran yang baik, maka seorang pengajar perlu alat evaluasi yang valid dan praktis dalam mengumpulkan hasil belajar.

Untuk melakukan penilaian hasil belajar ini, terdapat dua jenis alat penilaian yang bisa digunakan, yakni berupa tes dan nontes. Kemudian dalam praktiknya, penilaian berupa tes terdiri dari tiga bentuk, yaitu tes lisan, tulisan dan tindakan. Secara umum, tes tulisan terdiri dari dua jenis, yaitu multiple choice dan essay. Pada multiple choice para peserta didik diberikan kesempatan untuk memilih jawaban yang dianggap benar, biasanya satu dari beberapa pilihan yang tersedia. Sedangkan pada essay peserta didik diminta untuk menjawab pertanyaan berupa uraian/penjelasan dengan menggunakan kata/kalimat sendiri. Dalam sisi pengumpulan memang lebih efisien menggunakan multiple choice. Namun untuk menilai pola pikir peserta didik lebih dalam, essay lebih efektif dalam eksekusinya.

Dari jenis tersebut, secara eksplisit sebagian besar pendidik akan memilih multiple choice sebagai pilihan evaluasi. Pertama karena mudah, dan kedua jika diinputkan ke dalam computer atau perangkat gawai maka akan lebih mudah diseleksi oleh system. Guru hanya memasukkan jawaban dan system di computer yang akan melakukan pencocokan jawaban betul atau salah.

Sistem multiple choice sangat terpakai dalam rata-rata soal IPS. Materi pelajaran IPS tidak hanya sekedar menghafal dan memastikan jawaban atas hafalan. Tetapi hendaknya mempelajari IPS akan menetaskan bagaimana menemukan solusi dalam sebuah benturan dalam kehidupan sosial. Hal tersebut dapat dibuat menjadi soal mengenai suatu kasus sosial, dimana fakta terjadinya kasus sosial tersebut memiliki banyak pilihan solusi. Maka, cocok dijadikan pilihan ganda/multiple choice.

Dalam melaksanakan evaluasi IPS, alat yang digunakan mayoritas berupa aplikasi seperti Kahoot, Plickers, Quizziz, dan lain-lain. Ada juga yang menggunakan Google Form, sehingga ulangan dapat dibuat dengan cepat dan data nilai terkumpul dengan mudah.

Contohnya seperti di MTs Negeri 7 Malang, dimana dilaksanakan penilaian dengan aplikasi Quizziz. Menurut Guru IPS Terpadu kelas VII – yang melaksanakan penilaian – alat evaluasi menggunakan aplikasi Quizziz ini cukup mudah untuk diterapkan serta mempersingkat proses waktu penilaian. Gurunya juga merasa terbantu dengan alat evaluasi yang inovatif dan praktis ini.

Tidak hanya guru, tetapi siswa juga merasakan keuntungan alat evaluasi dengan teknologi. Pelaksanaan evaluasi menggunakan Quizziz dilakukan di kelas VII E MTs Negeri 7 Malang, dengan jumlah siswa 29. Siswa kelas VII E mengatakan bahwa pelaksanaan alat evaluasi menggunakan Quizziz cukup menarik, menyenangkan, dan tidak membosankan.

Proses pembelajaran, terutama dalam IPS, pada hakikatnya memiliki tiga poin penting didalamnya, yakni berupa perencanaan pengajaran, proses belajar mengajar, dan evaluasi pembelajaran. Pada proses pembelajaran tersebut tidak terlepas dari yang namanya media dan alat bantu pembelajaran. Perangkat gawai seperti HP, laptop, aplikasi, merupakan alat bantu pembelajaran yang menunjang kegiatan evaluasi pembelajaran, maka proses pembelajaran pada penulisan ini menekankan pada poin ketiga, yaitu pada kegiatan evaluasi pembelajaran.

Evaluasi pembelajaran penting dilakukan untuk mengetahui apakah tujuan pembelajaran telah tercapai atau tidak. Dengan penggunaan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar dapat merangsang minat siswa/siswi untuk mau belajar dengan cara kekinian.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

tak ada kematian paling agung, selain mati karena cinta

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Optimis Raih AIPT Unggul, Unismuh Gelar Rapat Evaluasi Persiapan Akreditasi

Image

Peduli Banjir Pati, Wadja Group Salurkan Bantuan Logistik

Image

Bantu Korban Gempa Cianjur, Mapala Umri Salurkan Bantuan Donasi dan Kirim Relawan

Image

Darurat Penggunaan Gadget pada Anak, Ibu Profesional Depok Ajak Orang Tua Melek Teknologi

Image

Kegiatan Ibadah Rohani Kristen Di Lapas Brebes

Image

Gelar Expo Program Wirausaha Merdeka, Unismuh Sukses Cetak Ribuan Enterpreneur Baru

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image