Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Amirotul Bariroh

Kesteraan Gender Bagi Perempuan dalam Perspektif HAM

Politik | Friday, 17 Jun 2022, 06:30 WIB

HAM atau hak asasi manusia adalah hak dan kebebasan fundamental bagi semua orang tanpa memandang kebangsaan, jenis kelamin, asal kebangsaan atau etnis, ras, agama, dan status lainnya. Lalu bagaimana dengan Indonesia yang masyarakatnya masih banyak menganut budaya patriarki, dimanamereka menganggap laki laki lebih tinggi dari perempuan. Tentu itu tidak adil bagi para perempuan, dan hal ini bisa termasuk pelanggaran HAM.

Kesetaraan gender bagi perempuan sudah diperjuang bahkan dari zaman dulu, yang pernah di pelopori ole R.A Kartini yang disebut emansipasi wanita. Hal ini memiliki bertujuan mememperbaiki nasib para perempuan yang saat itu sangat terbatasi dengan budaya patriarki. Bahkan di zaman sekarang pun masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa laki- laki lebih berharga dibandingkan perempuan.

Padahal dalam HAM semua orang memiliki hak yang sama tanpa membedakan dari segala statusnya. Lalu kenapa banyak pelanggaran Hak dan kesenjangan kesempatan yang dialami perempuan? Hal ini juga yang meyebabkan adanya kampanye para perempuan tentang hak nya yang harus dilindungi. Mengapa perlu dilindungi? Karena banyaknya pelanggaran Hak perempuan. Salah satunya adalah kekerasan dengan basis Gender.

Menurut Yayasan Pulih, kekerasan ini terjadi karena ketidakadilan gender dan penyalah gunaan kewenangan akibat dari ketimpangan kuasa oleh kontruksi gebder yang tidak setara. Dan kekerasan dengan basis gender ini bahkan sudah bukan pelanggaran HAM tetapi juga sudah masuk dalam masalah kesehtan masyarakat. Dan Negara bertanggung jawab melindungi hak warga negaranya terutama perempuan dari kekerasan berbsis gender ini.

Dalam islam sendiri kebebasan perempuan juga menjadi hal yang menarik untuk dikaji. Seperti kebebasan perempun dalam menuntut ilmu yang banyak dijelaskan dibeberapa Hadits. Bahkan Allah pernah berfirman dalam Q. S al Hujurat ayat 13, Allah menciptakan manusia laki laki dan perempuan, berpasang pasangan, bersuku suku, Lalu Allah juga menegaskan bahwa orang yang palibg mulia adalah orang yang paling bertaqwa kepada-Nya. Sangat jelas bukan? bahwa laki laki dan perempuan itu sama bagi Allah SWT. Padahal perempuan merupakan pilar penerus peradaban, makadari itu hak perempuan sudah sepatutnya dilindungi. Karena tanpa adanya perempuan maka dunia ini akan musnah karena tidak adanya regenerasi.

Oleh : Amirotul Bariroh (Mahasiswa FBIK UNISSULA, Prodi sastra Inggris.)

Pengampu : Dr. Ira Alia Maerani, S.H, M.H (Dosen Fakultas Hukum UNISSULA)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image