Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Aditya Putra

Jadwal Puasa Sunnah Juni 2022 Bertepatan Dzulqa'dah Berikut Niatnya

Agama | Friday, 10 Jun 2022, 11:06 WIB

Jadwal puasa sunnah Juni 2022 tahun ini bertepatan dengan bulan haram Dzulqa'dah (1-29 Juni 2002). Bagi yang ingin menghidupkan puasa, bulan ini adalah waktu terbaik karena pahala amal saleh dilipatgandakan oleh Allah Ta'ala.

Besok kita akan memasuki hari ke-2 Dzulqa'dah 1443 Hijriyah bertepatan Kamis (2/6/2022). Dzulqa'dah merupakan bulan yang dimuliakan Allah sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an.

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, Rajab). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu". (QS At-Taubah ayat 36)

Cek Info Selanjutnya Disini

Keutamaan menghidupkan puasa sunnah juga diterangkan dalam Hadis berikut:

مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بَاعَدَ اللَّهُ تَعَالَى وَجْهَهُ عَنْ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا

Artinya: "Siapa yang berpuasa satu hari saja karena Allah Ta'ala, niscaya Allah menjauhkan ia dari api neraka dengan jarak kejauhan 70 tahun." (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Berikut Jadwal Puasa Sunnah Bulan Juni 2022:

1. Puasa Sunnah Kamis 2 Juni 2022 (2 Dzulqa'dah 1443 H)

2. Puasa Sunnah Senin 6 Juni 2022 (6 Dzulqa'dah 1443 H)

3. Puasa Sunnah Kamis 9 Juni 2022 (9 Dzulqa'dah 1443 H)

4. Puasa Sunnah Ayyamul Bidh, Senin 13 Juni 2022 (13 Dzulqa'dah 1443 H)

5. Puasa Sunnah Ayyamul Bidh, Selasa 14 Juni 2022 (14 Dzulqa'dah 1443 H)

6. Puasa Sunnah Ayyamul Bidh, Rabu 15 Juni 2022 (15 Dzulqa'dah 1443 H)

7. Puasa Sunnah Kamis 16 Juni 2022 (16 Dzulqa'dah 1443 H)

8. Puasa Sunnah Senin 20 Juni 2022 (20 Dzulqa'dah 1443 H)

9. Puasa Sunnah Kamis 23 Juni 2022 (23 Dzulqa'dah 1443 H)

10. Puasa Sunnah Senin 27 Juni 2022 (27 Dzulqa'dah 1443 H)

1. Niat Puasa Sunnah Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Yaumal Itsnaini Sunnatan Lillaahi Ta'aala.

Artinya: "Aku niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah Ta'ala."

2. Niat Puasa Sunnah Kamis

َنَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Yaumal Khomiisi Sunnatan Lillaahi Ta'aala.

Artinya: "Aku niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah Ta'ala."

3. Niat Puasa Sunnah Ayyamul Bidh

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Ghadin Ayyamul Biidh Sunnatan Lillaahi Ta'aala.

Artinya: "Aku niat berpuasa besok hari pada Ayyamul Bidh sunnah karena Allah Ta'ala."

4. Niat Puasa Harian Dzulq'dah

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ذُو ٱلْقَعْدَة لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu Shauma Ghadin 'an Adaa-i Sunnati Dzulqa'dah Lillahi Ta'ala.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Dzulqa'dah besok hari karena Allah Taala."

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image