Kapan Anda Menjadi Dewasa?

Image
Suko Waspodo
Eduaksi | Monday, 06 Jun 2022, 14:09 WIB
image: Relevant Magazine

Mungkin saat itulah Anda dapat berkontribusi pada orang lain.

Poin-Poin Penting

· Ada perdebatan besar tentang kapan dan bagaimana seseorang menjadi dewasa.

· Secara historis menjadi dewasa telah ditandai sebagai menjadi mandiri dari orang lain.

· Kontribusi orang dewasa yang muncul sering diabaikan namun sering menjadi ciri kapan dan bagaimana seseorang menjadi dewasa.

Kapan seseorang menjadi dewasa? Selama beberapa dekade terakhir, pertanyaan ini semakin menjadi perdebatan di kalangan anak muda dan keluarga mereka, media berita populer, dan institusi sosial yang mengelilingi mereka. Bagi banyak orang, penanda sosiologis "klasik" dari transisi peran orang dewasa—menyelesaikan sekolah, meninggalkan rumah, menikah, memiliki anak, dan memasuki dunia kerja—merasa semakin jauh dari jangkauan.

Selama beberapa dekade terakhir, perubahan sosial yang drastis telah menyebabkan penundaan transisi peran orang dewasa ini dan pergeseran demografis seismik. Orang dewasa yang muncul akan menikah, memiliki anak, dan memulai karir mereka jauh di kemudian hari daripada generasi sebelumnya.

Pergeseran ini membuat banyak psikolog, terutama Jeffrey Jensen Arnett, menyarankan bahwa usia 18-29 tahun lebih dari sekadar panggung untuk transisi ke masa dewasa: ini adalah fase perkembangan baru yang disebut sebagai kedewasaan yang muncul.

Teori dewasa ini muncul mendefinisikan periode perkembangan yang ditandai oleh lima pilar: waktu kemungkinan, ketidakstabilan, eksplorasi identitas, fokus diri, dan ambivalensi terhadap status dewasa. Masing-masing fitur ini menandai proses perkembangan sentral selama masa kehidupan ini.

Namun, absen dari konseptualisasi ini adalah aspek utama dari periode perkembangan ini: cara-cara di mana kedewasaan muncul adalah saat keinginan dan kesempatan untuk berkontribusi pada keluarga, komunitas, dan masyarakat sipil muncul ke permukaan. Kontribusi mengacu pada nilai-nilai, keinginan, dan perilaku yang mempromosikan kesejahteraan sosial dan rasa tanggung jawab dan tugas yang melampaui diri sendiri.

Kontribusi bisa untuk anggota keluarga, teman sebaya, atau komunitas seseorang atau melampaui rasa kewajiban sipil. Misalnya, orang dewasa yang muncul dari latar belakang asal imigran sering terlibat dalam membantu keluarga mereka menerjemahkan, merawat anak-anak atau orang tua di keluarga dan komunitas mereka, membimbing anggota komunitas yang lebih muda, dan mengadvokasi tujuan yang mereka pedulikan.

Kondisi saat ini yang dihadapi orang dewasa sebagai akibat dari globalisasi, imigrasi, perubahan lanskap pencapaian pendidikan, dan peluang ekonomi semuanya membentuk keinginan dan peluang mereka untuk berkontribusi kepada orang lain.

Di seluruh literatur yang ada, kontribusi tersebut dioperasionalkan dalam berbagai cara, termasuk kewajiban keluarga, keterlibatan sipil atau komunitas, dan kontribusi kepada komunitas seseorang atau masyarakat yang lebih besar.

Bukti empiris menunjukkan bahwa seiring bertambahnya usia, kontribusi semacam itu menjadi semakin penting untuk pertumbuhan dewasa dan bahwa mereka merupakan komponen integral dari identitas orang dewasa yang muncul, dan bahwa mereka memainkan peran penting dalam pengembangan pemuda yang positif. Singkatnya, ada semakin banyak bukti bahwa kontribusi ini memainkan peran mendasar dalam kehidupan orang dewasa yang baru muncul. Namun, mereka telah diabaikan dalam konseptualisasi teoretis dari periode kehidupan ini.

Mungkin sudah saatnya kita menjelajahi pilar keenam kedewasaan yang baru muncul: kontribusi. Kontribusi yang tidak teruji ini memiliki implikasi penting tidak hanya untuk orang dewasa yang akan menjadi orang dewasa yang baru tumbuh ini, tetapi pada kenyataannya, memiliki implikasi penting untuk tipe masyarakat yang akan kita jadii.

***

Solo, Senin, 6 Juni 2022. 2:01 pm

'salam hangat penuh cinta'

Suko Waspodo

suka idea

antologi puisi suko

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Ordinary Man

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Analisa Inkuiri Apresiatif dalam Melihat Film G30S/PKI

Image

Mewujudkan Pemuda Islam yang Kuat dan Tangguh

Image

Mahsa Amini, Perempuan dan Islam

Image

PK Bapas Purwokerto Tindaklanjuti Usulan Pembebasan Bersyarat

Image

Pastikan Kondisi Aman, Petugas Rutan Jepara Rutin Lakukan Trolling

Image

Pembayaran Pajak Sarang Burung Walet Menuai Pro dan Kontra

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image