IMM dan Segi Kehidupan Kita

Image
Muhamad Ikhwan Abdul Asyir
Politik | Tuesday, 31 May 2022, 11:22 WIB
ilustrasi oleh pixabay.com

IMM dan Gerakan Kepemudaan

Peran pemuda dalam mengawal kehidupan bangsa dan negara tidak bisa diragukan lagi, pemuda sebagai patron kehidupan selalu memiliki torehan untuk disuguhkan. Peran pemuda ini bahkan benar-benar mampu mengguncangkan dunia sesuai dengan apa yang dikatakan bung Karno “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, dan beri aku 10 pemuda niscaya akan ku guncangkan dunia”.

Dalam nostalgia sejarah kita, pada tahun 1800-an berbagai gebrakan yang dilakukan kaum pemuda menghantarkan kehidupan bangsa kita pada tarap yang dipenuhi spirit kebersamaan dan kebersatuan, puncaknya mampu dilihat sampai pada tahun 1928 dengan berkumpulnya pada aktivis pemuda yang mampu menjadi representasi berbagai wilayah di Indonesia yang bersama sama mengikrarkan "Sumpah Pemuda"Di tegah heterogennya bangsa ini pemuda mampu menghimpun kekuatan dalam menyatukan visi perjuangan pada masa bangsa ini terjajah dahulu.

Semangat pemuda mampu menggelorakan semangat bersama hingga mampu mewujudkan kemerdekaan.Pemuda juga hendaknya sadar bahwa mereka adalah harapan sekaligus ujung tombak pembangunan suatu bangsa. Pemuda-pemuda memiliki andil sebagai agen perubahan yang berarti pemuda memiliki peran untuk menjadi pusat dari kemajuan Bangsa dan Negara.

Dalam konteks Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), IMM sebagai organisasi yang secara nomenklatur keanggotaannya adalah kalangan mahasiswa dan mahasiswi yang juga merupakan golongan pemuda patutnya mampu menyadari berbagai potensi peran aktifnya. IMM yang dalam konteks ini bisa kita katakan sebagai organisasi pemuda harus mampu melihat secara mendalam dan terlibat di dalam mekanisme penyelesaian permasalahan sosial yang selalu dan semakin dinamis. Bahkan lebih jauh, IMM tidak hanya terlibat tapi menjadi center gerakan pemuda yang dilalui lewat persebaran kader - kadernya di masyarakat.

Secara teknis misalnya, yang kita bicarakan adalah dengan proses melalui IMM, setiap mereka yang terdaftar baik secara administratif maupun relasi kegiatan bakal mampu menyalurkan berbagai pengalaman kerja organisasinya ketika sudah kembali ke aktifitas kesehariannya di lingkungan masyarakat.IMM mampu menjadi laboratorium yang besar yang berisikan kader - kader yang tidak hanya ahli dalam menyiasati setiap wacana keilmuan atau pemberdayaan, tapi mampu menerapkannya di lingkungan keluarga, RT, RW, desa bahkan sampai lingkup luas lagi.

Bagi kader yang mungkin hadir dan menetap pada lingkaran instansi dari pemerintah, pendidikan, penelitian, atau bahkan politik, IMM selalu menemui penyesuaiannya sebagai patron gerakan yang implementatif yang menguasai bidang keilmuan konsentrasinya dan meleraikan setiap masalah, bukan sebaliknya.Dengan demikian, IMM sebagai organisasi Kepemudaan bukan hanya mampu berkoar - koar tanpa esensi gerakan yang massif, atau sebatas bangunan kerangka kosong abstrak yang bakal usang dibakar zaman dengan ornamennya. Justru secara gamblang IMM selalu menunjukkan konsistensi kuda - kuda dan posisinya yang melibatkan langsung ke pokok persoalan di lapangan dengan bekal jawaban atas penyelesaiannya.

IMM konkret dalam gerakan yang Membumi dan Mengakar.Islitah gerakan IMM yang senantiasa membumi ini pulalah yang harapannya menjadi konsep ideologi gerakan tak hanya sebatas utopia yang penuh kehebohan hampa aksi, tapi menjadi pintu masuk rancang bangun gerakan IMM yang inklusif penuh kreativitas. Setiap gerakan IMM yang membumi tidak hanya berfokus pada konotasi yang skriptual tapi juga mengandung sifat turunan yang selalu mengikut sertakan dinamika zaman.

Dengan modal melihat realitas di lapangan dan olahan kontemplasi yang tersusun dari banyak pertimbangan, gerakan IMM membumi tidak hanya berarti akan kosong atau tidak, justru akibat kesadaran inilah kita atau siapa kader IMM yang menyadari adanya ruang IMM dan gerakan kemasyarakatan akan mampu merekam dan merekatkannya secara silang dan berkelanjutan. IMM yang makin membumi juga adalah wujud pemaknaan lebih dalam tugas menghidupkan Muhammadiyah, dan menghidupi kehidupan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.Bicara soal IMM, gerakanya, apalagi sebagai wajah organisasi kepemudaan.

IMM sekali lagi tidak hanya akan terlibat belaka, namun harus mampu menjadi motor penggerak yang penuh dengan ambisi mempersembahkan kinerja terbaiknya sebagai kaum intelektual yang tak tinggi hati, melainkan justru mencerminkan sikap kerendahan hati dan kesadaran bahwa ini adalah tugas yang diemban, maka cara berterima kasih atas kesempatan berproses dalam IMM adalah wujud nyata menjadi akar dan menyebar kebermanfaatan seluas luasnya.

Transendensi IMM

Ilustrasi oleh istock photo

Dengan segala pemikiran dan akal yang didapat atau dimiliki oleh kader IMM yang dituangkan ke dalam gerakan - gerakan yang praksis. Pemikiran atau akal ini selain bisa muncul akibat pengalaman indrawinya belaka, namun juga bersumber dari pemaknaan mendalam atas nilai ajaran agama khususnya ketauhidan.

Setiap kader IMM, yang juga sebagai kader Muhammadiyah, yang juga merupakan organisasi Islam tidak hanya berfikir atas pemikiran yang jasadiyah, namun juga Ruhiyah yang sederhananya mungkin kita kenal nilai religius IMM.Setiap pertimbangan yang dilakukan dalam menentukan gerakan di IMM, tidak hanya dimulai dari konsepnya dan ranah implementasi, tapi juga diambil dari inti ajaran agama Islam sebagai pedoman kita.

Contoh sederhananya, dalam menebar kebermanfaatan yang seluas luasnya, IMM tidak hanya memulainya dari proporsinya sebagai organisasi pemuda yang wajib melerai masalah, tapi juga dari kewabijan setiap golongan untuk melakukan berbagai kegiatan dan perlombaan dalam kebaikan, menebar kebaikan tepatnya. Tentu bagi kader IMM istilah berlomba-lomba ini yang sering jadi jargon "Fastabiqul Khairat" itu terasa enteng dalam pelafalan namun begitu besar jika dilalui dengan konteks kehidupan.

Fastabiqul Khairat bukan hanya sebatas pentingnya menebar kebaikan dan menciptakan kebaikan, lebih dari pada itu, ini adalah bukti bahwa IMM dalam melakukan aktifitas berlandaskan dan harus bersumber dari pendalaman nilai Illahiyah yang merangkul tanpa memukul, mendekap tanpa selalu menyekat, dan membina tanpa harus memaksa.

Fastabiqul khairat tidak hanya sebatas jargon belaka, tapi mengandung arti bahwa dalam berkegiatan IMM, setiap kader bukan hanya soal pragmatis dan oportunis yang dikeruk paksa berkala, tapi juga soal bagaimana menjalani segala perintah dan ajaran yang suci yang tuhan berikan dalam kehidupan di bumi.

Konsekuensinya adalah setiap gerak IMM tidak boleh bertentangan dengan konsep keberagamaan kita yang kita yakini betul, bagaimanapun IMM harus mampu mengedapan nilai ketuhanan dibanding yang lainnya. Kekhawatiran mungkin akan muncul dan seolah menjadi sangat berat jika kita kaitan IMM dengan apa yang awam disebut dakwah Islamiyah ini. Namun perlu diingat pula, bahwa dengan demikian, siapa yang berjuang dijalan IMM adalah mereka yang berjuang dijalan agama, dan siapa yang berjuang dijalan agama, mereka itulah yang dilindungi dan senantiasa diberkati Allah Ta'ala.

Selain jargon yang dikenal luas itu, trasendensi IMM juga mampu dihadirkan dimuali dengan spirit yang seringkali kader IMM selalu geloraakan. Spirit yang mampu tidak hanya menumbuhkan esensi normatif belaka namun juga kolektif aksi nyata. Adalah Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Semoga dengan mendalami dan menguatkan sisi IMM yang demikian kita semua kader IMM maupun unsur lain yang terlibat di dalamnya mampu berjalan dengan betul betul tidak hanya berstigma pada organisasi belaka, tapi juga nilai kemanusiaan dan memanusiakan yang secara utuh menjauhkan diri kita dari laku - laku kerdil keadaban yang intoleran.

Semoga IMM tidak hanya mampu berjalan sebagaimana mestinya namun juga mampu menertibkan berbagai ketidaksesuaian paradigma konstruk sosial yang selalu pragmatis belaka.Konsep ini tentunya perlu diimbangi berbagai instrumen yang memadai, maka salah satu langkah yang memadai adalah masuk Dari segi struktural dan menyebar seluas luasnya berbagai buah pikir ini, dengan gagah dan berani. Semoga Allah meridhoi kita semua

Ihdinas shirotol mustaqim, Wassalam

Oleh : Muhamad Ikhwan Abdul Asyir Manajer Program Al Wasath Institute

 

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Manajer Program Al Wasath InstituteMengerti dan Mengabdi Sepenuh Hati

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Mewujudkan Pemuda Islam yang Kuat dan Tangguh

Image

Mahsa Amini, Perempuan dan Islam

Image

PK Bapas Purwokerto Tindaklanjuti Usulan Pembebasan Bersyarat

Image

Pastikan Kondisi Aman, Petugas Rutan Jepara Rutin Lakukan Trolling

Image

Pembayaran Pajak Sarang Burung Walet Menuai Pro dan Kontra

Image

Mengenal Apa Itu Delik Pers. Apakah Hanya Berkutat Pada Kesalahan Pers?

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image