MENURUT HAM DAN AGAMA ISLAM TENTANG KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA KDRT

Image
Aftita Alvi Pratiwi
Info Terkini | Sunday, 29 May 2022, 15:30 WIB

Tim Penulis : Ibu Dr. Ira Alia Maerani, S.H., M.H. (Dosen Fakultas Hukum)

AFTITA ALVI PRATIWI (Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Angkatan 2021/2022, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Sultan Agung)

Pernikahan adalah Suatu upacara pengikatan janji nikah antara pria dan wanita yang nantinya akan menjadi pasangan yang sah atau resmi dalam ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial. Acara Pernikahan biasanya akan di selenggarakan secara sederhana hingga mewah, acara pernikahan wajib dihadiri oleh sanak dan keluarga sang pengantin pria ataupun wanita.

Sesudah menikah biasanya orang-orang menyebutnya dengan sebutan pasangan/pasangan suami istri, dan jika mempunyai anak di namakan PASUTRIAN (Pasangan Suami Istri dan Anak) atau lebih tepatnya bisa di sebut dengan rumah tangga. Membangun rumah tangga tentu saja tidak mudah karena di dalamnya pasti berisi beberapa orang yang beda pola cara pikirnya dan berbeda pula sifat dan sikapnya. Di sebuah rumah tangga pasti banyak cobaan yang akan dihadapi dan harus dilewati, seperti perbedaan pendapat, perbedaan pola pikir, dan yang lainnya, Oleh karena itu sebagai anggota keluarga harus saling mengalah antara sesama agar tidak menimbulkan perpecahan dan perselisihan, Jika anggota keluarga tidak bisa menjaga dan saling mengerti satu sama lain akan menimbulkan beberapa perpecahan dan perselisihan, salah satunya adalah KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga).

Di era sekarang ini ternyata masih banyak sekali terjadinya KDRT, baik dari suami maupun istri, biasanya kejadian ini penyebabnya pun sangat berbeda-beda, Adapun salah satu contoh penyebab dari terjadinya KDRT yaitu Terjadinya perbedaan pendapat sehingga salah satu dari pasangan tersebut tidak bisa menyelesaikannya dengan kepala dingin, hal ini sering sekali memicu terjadinya KDRT, KDRT sendiri biasanya yang sering kita temukan yaitu seperti Seorang suami yang menganiaya istrinya bahkan anaknya pun biasanya ikut teraniaya oleh sang Ayah, Biasanya yang sering kita temui disekitar adalah Seorang Suami menganiaya Istri dan Anaknya sehingga menimbulkan luka lebam di area kepala, muka, dan area tubuh yang lain,. Kejadian ini tentu saja sangat melanggar HAM (Hak Asasi Manusia) karena Segala bentuk kekerasan baik itu fisik maupun mental, terutama Kekerasan Dalam Rumah Tangga merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia dan kejahatan terhadap martabat kemanusiaan serta bentuk diskriminasi yang harus dihapus dari muka bumi ini. Bahkan diatur dalam KUHP [10] Pasal 44 ayat (1): ”Setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp. 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah).”

Adapun menurut pandangan Agama Islam mengenai tentang KDRT yakni sangat melanggar bahkan keterlaluan, karena Pelanggaran terhadap hak perempuan dalam perkawinan sama dengan pelanggaran perjanjian perkawinan itu dengan Tuhan. Kekerasan terhadap seorang perempuan juga dilarang karena bertentangan dengan hukum Islam, khususnya tentang kehidupan dan akal, dan perintah Al-Qur'an tentang kebenaran dan perlakuan baik. Perilaku KDRT juga bisa menjadi dasar atau alasan seorang istri menggugat cerai kepada suaminya. Pengadilan pun bisa menjatuhkan cerai tanpa ada gugatan dari istri. KDRT ini biasanya juga tidak hanya memberi trauma kepada Suami dan Istri saja akan tetapi KDRT bisa memberi dampak trauma juga kepada sang anak, Oleh sebab itu jangan sampai anak menjadi korban atas perselisihan orang tuanya.

Harusnya seorang suami sebagai kepala rumah tangga bisa menjaga dan menuntun Istri dan Anaknya ke jalan yang benar dan tentram sehingga menumbuhkan rasa dan suasana keluarga yang harmonis, aman, dan penuh dengan kasih sayang, Dan sebagai istri juga harus selalu mendukung dan menemani setiap langkah baik suami dan memberikan arahan jika sang suami melakukan hal yang salah.

Oleh karena itu adapun beberapa tips agar Rumah Tangga terhindar dari KDRT, diantaranya adalah :

1. Saling menjaga dan tidak mudah curiga kepada pasangan.

2. Saling menghargai pendapat kepada pasangan.

3. Jangan mudah tergoda dengan lawan jenis diluar sana sehingga bisa menimbulkan perselingkuhan.

4. Jika terjadi perselisihan yang masih ringan maka selesaikan dengan kepala dingin dan jangan mudah terbawa emosi.

5. Jika salah satu pasangan ada yang tidak suka dari pendapat, perlakuan, atau sikap dari pasangannya harus berbicara dengan berhati-hati dan memberi saran yang baik untuk kedepannya agar hubungan Rumah Tangga tetap terjalan dengan harmonis.

Untuk yang paling penting dalam membina rumah tangga agar tetap harmonis dan penuh dengan kasih sayang salah satu kuncinya adalah Saling percaya, setia, dan tidak mudah untuk curiga kepada pasangan. Jika Rumah tangga Saling percaya, setia, dan tidak mudah untuk curiga kepada pasangan pasti akan lebih baik dan harmonis sehingga Rumah tangga akan menjadi keluarga yang harmonis dan saling memberi dan menerima kasih sayang.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Mahasiswa Aktif

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

BSN Gandeng UMS, Tingkatkan Kesadaran Produk Ber-SNI

Image

Menang Kalah itu Biasa, Dibutuhkan Kedewasaan Pendukung Fanatiknya

Image

Lapas Batu Ikuti Sosialisasi Penyusunan SKP Secara Daring

Image

Cara Dapat Barang Gratis di Akulaku Tanpa Undang Teman

Image

Kejujuran Adalah Bekal Hidup Mu Nak

Image

Game Online PC Gratis Yang Wajib Kamu Mainkan Sekarang!!

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image