Degradasi Moral Generasi Islam dengan 3F3S

Image
Trimanto B. Ngaderi
Agama | Monday, 16 May 2022, 11:00 WIB

DEGRADASI MORAL GENERASI ISLAM DENGAN 3F3S

Cermatilah lingkungan di sekitar kita. Lihatlah apa saja kebiasaan sehari-hari dari para remaja dan pemuda kita. seluruh waktu mereka sebagian besar digunakan untuk ber-gadget ria. Bahkan pada sampai tingkatan candu, smartphone seakan tak pernah lepas dari genggaman. Masih mendingan jika yang mereka lakukan adalah membaca artikel, mencari berita, mencari bahan untuk tugas sekolah/kuliah, dan berbagai konten positif lainnya. Pada kenyataannya, mereka sibuk bermedia sosial, menonton film, chatting-live streaming, membuat status atau story, bahkan menonton pornografi.

Mereka enggan untuk shalat berjamaah di masjid, malas mengikuti kajian, malas tilawah Qur’an, berat untuk berpartisipasi dalam dakwah, juga ogah untuk membantu pekerjaan orang tua. Bahkan, sampai urusan pribadi pun mereka juga malas: membersihkan dan merapikan kamar sendiri, mandi, seterika baju, olahraga, dll. Bermedia sosial membuat mereka lupa segalanya, tak peduli lingkungan sekitar, dan malas melakukan aktivitas yang positif dan produktif.

Berbagai kemudahan hidup yang ada saat ini justeru membuat mereka bertambah bodoh. Gadget membuat mereka malas untuk berpikir, keasyikan bermain game membuat perasaan mereka mati, dan kenyamanan dalam menikmati hiburan menjadikan mereka malas untuk beranjak dan bergerak. Bermedia sosial adalah segalanya. Seakan-akan smartphone telah menjadi “Tuhan” baru bagi mereka.

https://cdn-2.tstatic.net/jateng/foto/bank/images/ilustrasi-bermain-smartphone.jpg

Godaan 3F3S

Setidaknya ada 6 faktor yang membuat para remaja dan pemuda Islam begitu terlena dan terbuai, saya singkat sebagai 3F3S (Food, Fashion, Fun, Song, Sex, SocialMedia).

Food

Kini, makan tak lagi menjadi kebutuhan primer, tapi sudah menjadi gaya hidup. Mereka makan tidak sekedar karena lapar, juga bertujuan untuk eksistensi. Mereka share di medsos lagi makan dimana, merasa bangga karena bisa makan di resto/café tertentu, menunjukkan kemampuan ekonomi atau status sosial. Yang terjadi justeru tak lagi menikmati hidangan, tapi fokus selfi-selfi, membalas komentar, ngobrol tidak penting. Parahnya lagi makanan menjadi mubadzir, banyak tersisa, makanan hanya dimakan separuh atau sekedar dicicipi. Lebih ke pemborosan dan menghambur-hamburkan uang.

Fashion

Dunia fashion yang kian beragam, baik dari segi bahan, model, warna, desain, membuat generasi muda kita terjebak di dalamnya. Hanya karena ingin mengikuti tren, mereka rela berpakaian yang tidak sesuai ajaran Islam (menampakkan aurat). Termasuk juga terjadi pemborosan, lemari di rumah penuh oleh pakaian yang jarang dipakai, bahkan tak sempat dipakai.

Fun

Fun di sini lebih mengacu kepada game alias kecanduan main game. Ini sudah pada sampai level yang sangat mengkhawatirkan. Ada yang sampai tidak tidur semalam penuh saking asyiknya bermain game. Hingga karena mengantuk kemudian tertidur hingga shalat Subuh terlewatkan. Juga pemborosan tentunya, karena bermain game tentu akan cepat menyedot paket data (kuota internet) dibanding yang lainnya.

Song

Godaan berikutnya adalah lagu atau musik. Mendengarkan lagu secara berlebihan juga bisa melenakan. Jika ada konser atau pentas musik, generasi muda kita begitu antusias dan bersemangat untuk hadir. Tapi untuk acara seperti pengajian akbar, kajian rutin,kegiatan sosial, mereka tidak begitu tertarik untuk menghadirinya.

Sex

Para pemuda saat ini sudah banyak yang terlibat pergaulan bebas, seks di luar nikah, termasuk kecanduan pornografi. Dalam hal pornografi, mereka tidak hanya sebatas konsumen, tapi sekaligus sebagai produsen. Demi sejumlah uang tertentu, mereka rela melakukan adegan mesum untuk dipublikasikan di dunia maya.

SocialMedia

Ini sudah saya singgung di bagian awal tulisan ini. Kecanduan bermedia sosial sudah menjangkiti semua generasi muda kita. mereka sudah terjangkit penyakit KEPO (knowing every particular object) dan FOMO (fear of missing out). Mereka tak lagi bisa berpuasa, tak lagi mampu menahan diri sejenak dari bermedia sosial.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Writer, Blogger, Social Worker

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Berikut Visi dan Misi Gubernur dan Wakil Gubernur DIY 2022-2027

Image

Penuhi Hak Pembinaan Bagi Warga Binaan, Lapas Karanganyar Rutinkan Kegiatan Bimbingan Rohani

Image

Dukung Program P4GN, Lapas Karanganyar Terima Tim dari BNNP Jawa Tengah

Image

Pegawai Lapas Karanganyar Nusakambangan Ikuti Kuliah Umum Fakultas Hukum Unnes dengan tema Proyeksi

Image

Hujan tak jadi penghalang, Tim Bulu Tangkis dan Futsal Nusakambangan Cilacap Bertolak ke Kantor Wila

Image

KKN TEMATIK UPI 2022: Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di RW 013 Kelurahan Paninggilan

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image