Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Lulu Nugroho

Transportasi untuk Rakyat

Eduaksi | Sunday, 15 May 2022, 16:56 WIB

Tak lama lagi masyarakat harus merogoh kocek lebih dalam lagi, sebab beredar kabar akan adanya kenaikan tarif KRL. Rencana ini tentu mencemaskan warga pengguna setia kereta api, baik dari kalangan pelajar, pegawai maupun masyarakat umum.

Meskipun dikatakan bahwa kenaikan tidak seberapa, hanya Rp2000 pada 25 km pertama, sedangkan tarif lanjutan untuk 10 km berikutnya tetap Rp1000.

Namun hal itu dirasakan memberatkan bagi golongan menengah ke bawah.

Apalagi jika dikalikan sebulan, dikali lagi dengan jumlah anggota keluarga pengguna transportasi jenis ini. Tarif yang semula hanya Rp3000 pada 25 km pertama, menjadi Rp5000.

Belum lagi harga kebutuhan pokok beranjak naik satu demi satu sejak awal tahun. Semakin mempengaruhi daya beli masyarakat.

Meskipun hasil survey ability to pay-willingnes ti pay (ATP-WTP) atau keinginan untuk membayar sebesar Rp4625, tentu jika diberi kesempatan memilih, masyarakat akan mengambil opsi angka yang lebih rendah dari itu atau bahkan cuma-cuma.

Sebagaimana dulu pernah terjadi di masa kejayaan Islam, ketika Pemerintahan Utsmani membangun jalur kereta api Hijaz yang menghubungkan Damaskus dan Madinah.

Transportasi tersebut dibangun untuk memudahkan masyarakat menuju tempat yang jauh, terutama untuk perjalanan haji dan umroh. Yang sebelumnya menghabiskan sebulan lebih perjalanan, kini hanya 5 hari dengan berkereta.

Tidak hanya itu, proyek ini pun menyatukan kaum muslim yang tinggal di sudut kota. Dengan kereta, lebih mudah terhubung silah ukhuwah sesama muslim.

Inilah potret kepemimpinan yang berorientasi pada rakyat, akan memudahkan dan memfasilitasi. Pembangunannya menggunakan harta kepemilikan umum, maka tidak menjadikan negara berutang pada swasta atau negara asing. Pun tidak perlu mengambil untung bagi suatu kebutuhan yang merupakan hak rakyat.

Maka seyogianya pemerintah mengaji ulang akan rencana kenaikan tarif KRL, sebagai bentuk tanggung jawab pemimpin kepada rakyatnya.

Penulis: Lulu Nugroho (Muslimah Revowriter Cirebon)

Ilustrasi: Pinterest

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image