Semakin Banyak Anak Muda Aceh yang Melek Saham

Image
Hamdani
Info Terkini | Friday, 17 Sep 2021, 20:00 WIB
Kepala Perwakilan BEI Aceh, Thasrif Murhadi/Foto: Hamdani

Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Aceh terus meningkatkan jumlah investor dari kalangan anak muda atau generasi milenial. Data BEI Aceh per 31 Agustus 2021 menunjukkan sebanyak 13.674 milenial tercatat sebagai investor saham.

Hal itu terungkap saat Kepala Perwakilan BEI Aceh, Thasrif Murhadi, bersama awak media berbincang-bincang seputar update pasar modal di Benu Coffee Roaster Banda Aceh, Jumat, (19/9/2021).

"Jumlah investor dari kalangan anak muda berusia 18-25 atau generasi milenial menunjukkan peningkatan, meski di masa pandemi. Per 31 Agustus 2021 atau 47,7 persen dari total investor," ungkap Thasrif.

Thasrif menambahkan, jumlah keseluruhan investor Aceh di bursa saham mencapai 33.563 dari berbagai profesi. Namun didominasi oleh kalangan pelajar yang mencapai 9.620, lalu pegawai swasta 8.976, dan pengusaha 4.912.

Sementara jika ditinjau dari segi usia, urutan teratas yakni usia 18-25 tahun mencapai 13.674, lalu usia 26-30 tahun sebanyak 7.491, selanjutnya usia 31-40 berjumlah 8.230, dan kelompok usia 41 tahun keatas 4.168.

Foto Hamdani

Menurut Thasrif, tingginya minat kalangan remaja dan anak muda berinvestasi di saham tidak terlepas dari kegiatan-kegiatan edukasi yang dilakukan pihaknya selama ini. Sebagaimana diketahui BEI Aceh kerap melakukan sosialisasi ke kampus-kampus tentang tip berinvestasi di bursa saham.

"Alhamdulillah ini artinya kegiatan edukasi dan sosialisasi yang kita lakukan berdampak positif terhadap kalangan remaja dan anak muda. Sehingga mereka melek investasi sejak usia muda," tambahnya.

Meskipun begitu, secara nominal nilai investasi masyarakat Aceh melalui bursa saham baru berkisar Rp1,5 triliun padahal secara nasional nilai investasi saham mencapai Rp7.456 triliun.

"Secara nilai jumlah investasi masyarakat Aceh di saham baru berkisar Rp1,5 triliun. Padahal Market Capitalisasi secara nasional mencapai Rp7.456 triliun," ujarnya.

Saat ditanya awak media, sektor mana saja yang paling diminati investor Aceh, Thasrif Murhadi mengatakan, "tergantung musim, maksudnya kalau tren pasar yang sedang tumbuh di industri keuangan digital misalnya, maka minat disektor itu tinggi. Biasanya kalau akhir tahun target investor lebih cenderung ke kontruksi dan properti," jelasnya. (*)

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Menyukai Tulisan-tulisan Sosial, Humaniora, Ekonomi, dan Agama. Pegiat UMKM, Praktisi Pajak, Konsultan Keuangan, TPU KKP.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Menghindari Arus Putaran Mabuk Teknologi

Image

Kunjungan Lembaga Masyarakat Azno Team (Anti Zat Narkotika) ke Idaqu

Image

Kajian Rutin Sirah Nabawi di Institut Daarul Quran Jakarta bersama Ustad Zikran

Image

Tip Biar Nggak Bingung Saat Harus Pilih Saham yang Terbaik

Image

Seksisme Perempuan di Media yang Kian Melanggengkan Ketidaksetaraan Gender

Image

Sejarah Singkat Abu Yusuf, Hakim Agung di Dinasti Abbasiyah

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image