Petualangan Tim PHP2D Ormawa Matematika UNPAM dalam Naungan Citugu

Image
Intan Idaman Halawa
Eduaksi | Thursday, 16 Sep 2021, 11:16 WIB
Citugu merupakan salah satu kampung di Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor. Tim PHP2D memilih kampung Citugu untuk memberdayakan SDA maupun SDM-nya. Tepat tanggal 23/08/21, tim PHP2D memutuskan untuk berangkat ke Citugu dengan membawa seluruh peralatan yang dibutuhkan selama kegiatan berlangsung.Keadaan alam di kampung Citugu seperti surga berwarna hijau, dihiasi oleh pepohonan dan tanaman hijau lainnya. Ketika ingin bepergian, perlu tenaga dan oksigen yang cukup karena dirias oleh tanjakan dan turunan. Bagi yang tidak terbiasa menanjak maupun menuruni pasti akan merasakan kelelahan yang berarti.
Kemudian, Citugu memiliki pemandangan yang indah sehingga tempat ini bisa direkomendasikan menjadi tempat refreshing mata. Indahnya pemandangan alam Citugu bagai senyuman idaman hati. Sehingga, ketika menatapnya mendebarkan dada disertai detakan kekaguman.Di Citugu tidak memerlukan AC maupun kipas angin, karena AC alami telah tersedia di sana. Suhu pada siang hari berkisar 24-28C, sedangkan pada malam hari mencapai 22C bahkan 20C apabila hujan. Seperti yang diketahui bahwa Bogor dikenal dengan kota hujan pastinya tiada hari dalam seminggu yang tidak dihiasi hujan. Dingin yang menembus kulit, terkadang menciptakan rindu akan dekapan yang hangat.Setiap malam tiba, tim PHP2D memakai pakaian lengkap karena harus berjuang memerangi dingin yang menyerang kulit dan seluruh tubuh. Pakaian lengkap tersebut terdiri dari baju berlengan panjang ditambah jacket tebal, celana panjang, kaos kaki dan selimut. Sekalipun sudah berpakaian lengkap, tak bisa dibohongi kalau dingin masih terasa seperti perasaan yang masih tersimpan di hati untuk seseorang yang memilih pergi.Dan disetiap paginya, tim PHP2D harus dipertemukan dengan air yang bersuhu rendah. Bukan hal yang mengherankan jika selesai mandi bibir menghitam, tubuh sedikit gemetar seakan gempa sedang menjelajah daratan. Selain itu, suhu yang dingin juga membuat kulit menjadi kering sehingga membutuhkan scrub body yang melembabkan kulit. Akan tetapi, jika tidak ada income maka resikonya lebih banyak selain kulit kering, dompet juga kering dan hal ini berdampak pada kebahagiaan hati.
Kemudian, makanan di kampung Citugu terkesan lebih alami dan sehat. Hal ini dikarenakan pengolahannya dilakukan secara manual dengan bumbu yang benar-benar alami. Sayur dan buah tersedia di kebun masing-masing masyarakat Citugu, sehingga tidak perlu membeli sayur dari luar. Adapun etika anak-anak kampung Citugu sangat baik, patut dipuji dan diteladani. Tutur kata mereka yang lembut dan sopan mampu meluluhkan hati yang membatu karena lama ditinggal. Bahasa yang kerap kali mereka ucapkan ketika bertemu dengan siapapun ialah "punten-mangga". Selain itu, mereka juga tidak lupa mengucapkan salam dan menyalami orang yang lebih tua dari mereka. Dan tidak hanya anak-anak saja, masyarakat di kampung Citugu juga ramah dan mau berbaur dengan siapapun. Selain itu, mereka juga senang berbagi satu dengan lainnya serta saling membantu sesama yang membutuhkan. Ini merupakan akhlak yang mulai punah dalam diri masyarakat kota. Beberapa kegiatan menyenangkan yang biasa dilakukan oleh tim PHP2D ialah jalan pagi dengan sistem nanjak-nurun untuk melatih otot jantung, masak bersama, bersih-bersih kontrakan secara bergantian, masak di saung atau di pondok bersama pa Ikra selaku BPD kampung Citugu, jalan sore di persawahan dan menikmati air terjun Curug-Cikoneng.Kemudian, beberapa kegiatan yang dilakukan oleh tim PHP2D sebagai kontribusi di kampung Citugu terdiri dari pengadaan mini library, mengajar paud dan TK, mengajar SD dan SMP dan mengajar ngaji serta membantu petugas Posyandu. Selain itu, tim PHP2D juga turut berpartisipasi dalam lomba perayaan HUT kemerdekaan RI ke-76 tahun yang dilaksanakan pada Senin, 30/08/21.
Keseruan yang menyenangkan tersebut memberi kenyamanan pada tim PHP2D sehingga betah untuk berlama-lama di sana. Selain menyenangkan, kebersamaan yang tercipta memberi banyak pelajaran untuk menerima berbagai perbedaan. Baik perbedaan pendapat, warna kulit, agama, suku dan ras. Merasakan bahwa ada orang lain yang terasa seperti keluarga. Hingga pada detik-detik berakhirnya kegiatan PHP2D tersebut, perasaan haru dan sedih pun dirasakan oleh anggota tim. Hal tersebut menandakan bahwa kebersamaan yang singkat menjelaskan bahwa orang lain yang bukan siapa-siapa akan terasa dekat seperti keluarga apabila saling menerima perbedaan. Hal yang mengesankan ialah canda tawa atau senda gurau yang menemani hari-hari di Citugu. Seperti itulah kabar tim PHP2D selama berada di kampung Citugu, pulang dalam keadaan sehat dan bahagia.
Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Penulis artikel, puisi, cerpen, berita, opini, dan buku

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Menghindari Arus Putaran Mabuk Teknologi

Image

Kunjungan Lembaga Masyarakat Azno Team (Anti Zat Narkotika) ke Idaqu

Image

Kajian Rutin Sirah Nabawi di Institut Daarul Quran Jakarta bersama Ustad Zikran

Image

Tip Biar Nggak Bingung Saat Harus Pilih Saham yang Terbaik

Image

Seksisme Perempuan di Media yang Kian Melanggengkan Ketidaksetaraan Gender

Image

Sejarah Singkat Abu Yusuf, Hakim Agung di Dinasti Abbasiyah

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image