Dampak Industrialisasi dari Sektor Minyak dan Bumi Terhadap Masyarakat Sekitar

Image
Salma Safitri
Info Terkini | Wednesday, 15 Sep 2021, 13:55 WIB
Cr. BeritaSatu.com

PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit V merupakan salah satu Unit Bisnis Direktorat Pengolahan Pertamina yang produknya disalurkan ke kawasan Indonesia bagian Timur yang merupakan 2/3 dari NKRI dan beberapa produk disalurkan ke Indonesia bagian Barat dan diekspor. Berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Berbicara tentang dampak sendiri ada dua yaitu dampak positif dan dampak negatif. Dampak dari pencemaran sosial ekonomi dapat diartikan sebagai dampak terhadap individu-individu dalam kehidupan bersama yang dinilai dengan satuan moneter (ekonomi). Yaitu suatu produk yang dihasilkan melalui proses produksi di suatu industri yang menimbulkan pencemaran dijual dengan harga yang relatif murah dibanding dengan harga produk yang sama dengan teknologi yang sama, tetapi tidak mencemari karena sudah memakai alat pengolah limbah (Brodjonegoro, 1996).

Dampak positif social ekonomi yang dirasakan masyarakat karena adanya industri Pertamina di kota Balikpapan antara lain:

Yaitu adanya program Corporate Social Responsibility (CSR) yang meliputi bantuan layanan kesehatan dengan didasarkan pada jenis penyakit yang diderita masyarakat sekitar kegiatan yang dimungkinkan akibat adanya operasional perusahaan (perbandingan data seri dalam bulan tahun). Manfaat adanya CSR ini sendiri tidak hanya dari bidang kesehatan saja, namun juga pendidikan, kemandirian ekonomi, prasarana dan korban bencana. lingkungan dan keagamaan.

Pendapatan karyawan sebagai terbukanya peluang usaha. Dampak positif dengan keberadaan dan beroperasinya PT. Pertamina RU. V Balikpapan adalah adanya kesempatan bekerja pada perusahaan tersebut dan juga kesempatan berusaha sebagai bisnis turunan (derived business) dari kegiatan operasionalnya.

Meningkatnya pendapatan masyarakat dan industri lainnya. Keberadaan kegiatan produksi migas di Balikpapan telah memicu perkembangan Kota Balikpapan. Pembangunan sarana kilang dan sarana penunjang seperti perkantoran, perumahan, jalan dan sebagainya memberikan multiplier effect bagi pembangunan Kota Balikpapan. Disamping itu, adanya industri migas diikuti pula kehadiran tenaga kerja dari daerah sekitarnya maupun dari daerah lain Begitu juga kegiatan industri jasa seperti perdagangan, transportasi. perbankan, perhotelan dan berbagai industri lainnya yang berkembang pesat seiring keberadaan industri migas. Parameter perhitungan pendapatan masyarakat sebagai multiplier effect ini berdasarkan pengeluaran masyarakat riil. Pengeluaran tersebut dihitung per tahun dikalikan jumlah penduduk serta berdasarkan UMR (Upah Minimuni Regional) Kota Balikpapan.

Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kontribusi Pertamina terhadap daerah Provinsi yang diberikan kepada daerah-daerah khususnya Kota Balikpapan dalam bentuk Dana Bagi Hasil.

Salah satu contoh kasus dan dampak negatif yang berpengaruh besar terhadap pola kehidupan masyarakat maupun lingkungan, yaitu :

Yaitu Pengkampanye Ekosistem Esensial Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Wahyu Perdana, mengatakan ada dampak ekonomi dan ekologi yang ditimbulkan dari tumpahan minyak Pertamina di Teluk Balikpapan. Dia menyebutkan hampir semua budidaya kepiting dan rumput laut rusak akibat tumbuhan tersebut.

Pada jangka yang panjang, kerusakan ekosistem, matinya plankton sebagai sumber makanan ikan, akan berdampak pada jumlah tangkapan nelayan yang pada akhirnya akan berdampak pada ekonomi masyarakat, Ujar Wahyu kepada Tempo, Ahad, (09/04/18).

Tumpahan minyak mentah milik PT Pertamina di Teluk Balikpapan, terdapat 162 nelayan yang batal melaut karena mesin mereka rusak akibat limbah tumpahan minyak. Kemudian, 17 ribu hektar lahan bakau tercemar di lima kawasan Padang Lamun. Lalu tumbuhan di Sungai Tempadung, Sungai Berenga, Pantai Langu, Tanjung Batu, dan Sungai Wain terancam mati. Ada empat jenis mamalia yang dilindungi, terpaksa menjauh dari habitat, Ujar Wahyu.

Penurunan kualitas udara bagi masyarakat yang tinggal di daerah yang terkena dampak utama dari pertamina, juga kekhawatiran masyarakat jika terjadi ledakan dan kebakaran, penurunan debit air, terorisme/sabotase dan kebocoran pipa. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meminimalisir dampak yang merugikan masyarakat sekitar.

Penulis : Safira Salsabila, Salma Safitri dan Yolan Putri Tianto

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Kangen Piknik, Kawah Ijen, Jawa Timur

Image

Sekda Aceh Minta Vaksinasi Siswa Dipercepat

Image

Akankah Digitalisasi Pendidikan Akan Mati Jika Pandemi Pergi?

Image

Kelas Intensif: Raih Beasiswa DAAD Jerman 2021

Image

Rindu.....

Image

Kegaliban Memberi Bingkisan, Fenomena Saat Pandemi Yang Patut Dipertahankan

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image