Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Slamet Samsoerizal

Kekayaan tidak bisa Membeli Perilaku

Gaya Hidup | Sunday, 08 May 2022, 11:55 WIB

“Kekayaan tidak bisa membeli perilaku diri dan status sosial” demikian kata orang bijak.

sumber foto: Republika.co.id

Perilaku OKB (Orang Kaya Baru) bisa dijadikan sebagai salah satu contoh. Geliat aktivitasnya dari bangun tidur hingga akan tidur diunggah melalui media sosial, semisal Instagram. Aksesoris kebendaan mulai dari merk mobil mewahnya sengaja ditonjolkan.

Kemana si OKB berada? Tentu di mal papan atas dengan membeli sejumlah barang bukan murahan. Makannya pun di resto yang segelas kopinya seharga jutaan rupiah. Salahkah si OKB?

Mas Nakurat, suatu kali di tempat yang lumayan mewah menurut kriterianya. Eh benar saja, ketika baru makan nasi rawon dan segelas teh tawar panas, datang dan duduk di depannya – pria renta dikawal sang pengemudi. Pria tersebut duduk dari mobil mewah.

Takjub juga Mas Nakurat, saat mau turun dari mobil si pria tersebut sudah dibukakan pintu oleh sang pengemudi. Tampilannya, kerenlah.

Usai makan ia memesan makanan sesuatu. Tampaknya ada yang salah. Duh, itu sampai yang empunya restoran dikomplain. Tak ingin menuntaskan skenario yang ada di imajinasinya, Mas Nakurat langsung ke kasir dan keluardari area.

Arogan dan Ujub

Sabtu 7 Mei 2022 ini, viral seorang pria memaki-maki petugas yang sedang mengatur jalan dalam arus mudik. Dengan gaya arogannya, dia buka jendela dari tempatduduk belakang dan memaki-maki polisi yang sedang mengatur lalu lintas saat itu.

Dalam video terungkap, mobil mewah yang dia tumpangi itu melaju dari Tasikmalaya menuju Bandung. Namun saat tiba di Jalur Ciawi Tasikmalaya, pria yang duduk di bagian tengah tersebut membuka kaca lalu memaki petugas dan keluar kata-kata kasar. Memang, arus kendaraan yang menuju Gentong-Malangbong Garut sedang mengalami kepadatan.

Kesewenang-wenangan dalam bersikap atau berperilaku tergolong arogan. Ujub adalah pamer kesombongan atau riya secara berlebih. Keduanya merupakan penyakit hati, yang semoga kita pada pascaidulfitri ini tidak terjangkiti virusnya.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image