Kejatuhan Joseon Yang Dramatis

Image
Falah habib nurrohman
Sejarah | Monday, 02 Aug 2021, 16:02 WIB
Kaisar Gojong, kaisar terahkir Korea yang dikhianati oleh 5 menterinya sendiri

Korea, mungkin yang terlintas dipikiran kita beragam. Mulai dari Perang Korea, Kpop, kemajuan ekonomi, atau landmark seperti Sungai Cheonggyecheon di Seoul, dll. Namun kali ini kita tidak bahas itu, kita akan bahas salah satu kekaisaran terahkir yang berkuasa di Korea. Apa lagi kalau bukan Joseon. Joseon adalah salah satu kekaisaran yang pernah berdiri di Semenanjung Korea.

Lantas, mengapa Joseon bubar. Itu mungkin menjadi hal yang biasa bagi yang sering nonton K-drama, karena memang banyak drama yang mengulas tentang hal ini, salah satunya adalah mr Sunshine. Namun dari itu semua, kita harus lihat kembali ke belakang, tepatnya di abad ke 19.

Bagi yang mengira Korea dulu semakmur sekarang, jawabannya salah. Di abad ke 19 Joseon adalah kekaisaran miskin dibawah dominasi Dinasti Qing. kemiskinan dan penindasan adalah hal yang sering terjadi. Di awal abad ke 20, Jepang hadir sebagai kekuatan baru. Setelah kemenangannya melawan China di penghujung abad ke 19 ( Sino -Japanese war 1, 1894 - 1895 ). Jepang hadir sebagai kekuatan dominasi baru, dengan kemenangannya yang gemilang melawan China, membuat sakit hati Bangsa Jepang terbalaskan. Termasuk kekalahannya saat menginvasi Korea di tahun 1592 - 1598. Jepang yang baru saja memenangkan perang dan menguasai Formosa (Taiwan) begitu bersemangat menduduki Korea. Hal ini begitu memukul Joseon, karena mereka sudah keok sejak sebelum diduduki Jepang. Hal ini karena Amerika Serikat melakukan invasi ke Joseon di tahun 1871 yang hampir menghancurkan Joseon. Namun, AS tidak melakukan serangan lanjutan dan mengakui Kedauatan Joseon dengan mendirikan konsul di Joseon dan berkonsultasi kepada kaisar terlebih dahulu. Hal ini dimanfaatkan Jepang, Jepang mulai mendekati menteri - menteri dan juru bahasa yang lemah rasa nasionalismenya. Hal ini membuat pemerintahan goyang, begitu banyak orang yang pro kaisar, namun dilawan dengan begitu gigih oleh para korup dan para pengkhianat.

Puncaknya adalah saat Perdana Menteri Jepan Ito Hirobumi hadir ke Joseon di tahun 1905. Ito Hirobumi datang dengan maksud yang sangat politis, menyerahkan surat untuk menandatangi Perjanjian Eulsa, Kaisar Gojong tentu menolak hal tersebut. Jepang ahkirnya bermanuver. Gagal mendekati Kaisar Gojong, Jepang lantas menekan kabinet di pemerintahan Kekaisaran Joseon. Hasilnya efektif, terdapat lima menteri pengkhianat yang namanya di kenang sebagai pengkhianat terbesar di dalam sejarah Korea, bahkan tidak hanya di Korsel, tapi juga di Korut. Lima menteri ini adalah Lee Wan yong ( menteri pendidikan ), Yi Geun Taek ( Menteri Angkatan darat ), Yi ji yong ( menteri dalam negeri ), Park je sun ( menteri luar negeri ), dan Gwong jeun Hyeon ( menteri pertanian, perdangangan, dan perindustrian ). Mereka menandatangani dokumen yang isinya tentang mengubah Joseon dari yang awalnya berdaulat penuh, menjadi protektorat ( negara bawahan ) Jepang. Hal ini menyulut banyak reaksi. Bagi Kaisar Gojong, inilah pengkhianatan terbesar yang pernah beliau alami. Hal tersebut membuat beliau kecewa luar biasa.

Secara geografis, Korea memiliki sedikit mineral tambang. Namun bukan itu yang dicari. Dalam sejarah, setelah Perjanjian Eulsa ditandatangi. Jepang memanfaatkannya untuk dijadikan pangkalan. Ahkirnya, berkat pangkalan yang ada di Korea. Jepang berhasil mengalahkan Rusia dan menguasai banyak wilayah, salah satunya Pulau Sakhalin.

Kaisar Gojong lantas berjuang melawan Perjanjian Eulsa, beliau mengirimkan delegasi Korea di sebuah Konferensi di Den Haag, Belanda pada tahun 1907. Namun dihalangi pihak Jepang dan hampir gagal. Hal ini menarik banyak sekali reaksi dunia, salah satunya di AS, masyarakat Amerika menilai Jepang dan ambisinya di Asia harus dipadamkan, walaupun ahkirnya tidak ada tindak - lanjutnya.

Kini, semua telah berubah. Kini Korea menjadi kekuatan ekonomi dunia ( meskipun tidak bagi mereka yang berada di utara ). Korea mampu mengalahkan Jepang. Namun, sejarah telah berubah, Korea mencoba melupakan masa lalu mereka dengan Jepang, berusaha kembali menjalin hubungan baik. Salah satunya dengan diadakannya piala dunia di Jepang dan Korea. Meskipun begitu, bumbu - bumbu permusuhan masih ketara dan bisa dimaklumi. Kini, Korea dan Jepang menghadapi musuh yang sama, yaitu China. Mungkinkah Korea akan bekerjasama dengan Jepang untuk mengalahkan dominasi China di Asia Pasifik?. Kita lihat saja nanti.

Falah habib Nurrohman.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Cabaran Umat Islam

Image

BPKH Optimis Bersinergi dengan Lembaga Perbankan Syariah Menuju Kemashlahatan Umat

Image

Benarkah Dana Haji Habis Buat Infrastruktur?

Image

Mereka Yang Merugi Andai Pandemi Pergi

Image

Memori Yang di Rindukan Setelah Pandemi Berakhir

Image

Membantu Sesama dengan Menurunkan Gaya Hidup

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image