Hati-Hati Temanmu adalah Cerminmu

Image
Muhammad Bambang
Agama | Monday, 02 Aug 2021, 10:09 WIB

Sebenarnya untuk menilai diri sendiri tidaklah sulit, cukup dengan menilai dengan siapa kita bergaul, maka sedikit banyak akan mengetahui siapa kita. Karena teman ini merupakan cermin kepribadian kita. Hal ini senada dengan sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam

Seorang mukmin cerminan dari saudaranya yang mukmin. (HR al-Bukhri (al-Adabul -Mufrad no. 239) dan Abu Dwud no. 4918 (ash-Shahhah no. 926))

Jadi bisa digambarkan jika seorang biasa berkumpul dengan seseorang yang hobinya minum minuman keras, maka kurang lebih dia seperti itu juga. Begitu pula jika seseorang biasa berkumpul dengan orang yang rajin shalat berjamaah, maka kurang lebih dia seperti itu.

Hal ini karena Allah Taala menciptakan ruh dan menciptakan sifat-sifat khusus pada ruh, di antara sifat ruh (jiwa) adalah dia tidak mau berkumpul dan bergaul dengan selain jenisnya. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam telah menegaskan hakekat ini dengan bersabda:

Artinya : Ruh-ruh itu bagaikan pasukan yang berkumpul (berkelompok). (Oleh karena itu), jika mereka saling mengenal maka mereka akan bersatu, dan jika saling tidak mengenal maka akan berbeda (berpisah). (HR al-Bukhri no. 3336 dan Muslim no. 6708)

Untuklah berhati-hatilah dalam memilih seseorang menjadi teman, karena teman bisa mengantarkan ke surga atau neraka. Terus bagaimana kriteria teman yang bisa mengantarkan ke surga?

(1) Teman Yang Taat Beribadah Dan Menjauhi Perbuatan Maksiat

Allah Azza wa Jalla berfirman:

Sabarkanlah dirimu bersama orang-orang yang berdoa kepada Allah, pada waktu pagi dan petang, (yang mereka itu) menginginkan wajah-Nya [al-Kahfi/18: 28]

Dalam menafsirkan ayat ini, Imam Ibnu Katsr rahimahullah menyatakan, Duduklah bersama orang-orang yang mengingat Allh, yang ber-tahll (mengucapkan l ilha illallh), memuji, ber-tasbiih (mengucapkan subhaanallah), bertakbir (mengucapkan Allhu akbar) dan memohon pada-Nya di waktu pagi dan petang di antara hamba-hamba Allh, baik mereka itu orang-orang miskin atau orang-orang kaya, baik mereka itu orang-orang kuat maupun orang-orang yang lemah.

(2) Teman Yang Berakhlak Terpuji Dan Bertutur Kata Baik

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

Mukmin yang paling sempurna imannya adalah mukmin yang paling baik akhlaknya (HR Abu Dwud no. 4682 dan at-Tirmidzi no.1163. (ash-Shahhah no. 284))

(3) Teman Yang Suka Menasehati Dalam Kebaikan

Teman yang baik tentu tidak senang jika kawannya sendiri terjatuh dalam perbuatan dosa. Jika Anda memiliki teman, tetapi tidak pernah menegur dan tidak memperdulikan diri Anda ketika melakukan kesalahan, maka perlu dipertanyakan landasan persahabatan yang mengikat mereka berdua. Ia bukan seorang teman? Salah satu ciri orang yang tidak rugi sebagaimana disebutkan oleh Allah Azza wa Jalla pada surat al-Ashr, mereka saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian sampai dia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri (HR. al-Bukhri no. 13, Muslim no. 40 , an-Nasi no. 5031, at-Tirmidzi no. 2515 dan Ibnu Mjah no. 66)

(4) Teman Yang Zuhud Terhadap Dunia Dan Tidak Berambisi Mengejar Kedudukan Teman yang baik tentu tidak akan menyibukkan saudaranya dengan hal-hal yang bersifat keduniawian, seperti sibuk membicarakan model-model handphone, mobil mewah keluaran terbaru dan barang-barang konsumtif yang menjadi incaran kaum hedonis. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Bersikaplah zuhud terhadap dunia, maka Allah akan mencintaimu. Dan bersikaplah tidak membutuhkan terhadap apa-apa yang dimiliki manusia, maka manusia akan mencintaimu. (HR Ibnu Mjah no. 4102 (ash-Shahhah no.944))

(5) Banyak Ilmu Atau Dapat Berbagi Ilmu Dengannya Tidak salah lagi, berteman dengan orang-orang yang punya dan mengamalkan ilmu agama akan memberi pengaruh positif yang besar pada diri kita.

Teman Yang Tidak Banyak Bergurau Dan Meninggalkan Hal-Hal Yang Tak Bermanfaat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

Di antara ciri baiknya keislaman seseorang, dia meninggalkan hal-hal yang tak bermanfaat baginya (Hadits shahh riwayat at-Tirmidzi no. 2317 dan Ibnu Mjah no. 3976)

Untuk mendapatkan kriteria teman seperti tersebut memang kelihatannya sulit, namun dengan ijin Allah Azza wa Jalla kemudian dengan usaha yang kuat serta doa kepada Allah, kita akan mendapatkan orang-orang seperti itu. Tentunya diiringi dari diri kita untuk bisa menjadi teman yang seperti diatas.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

LITERASI DIGITAL DAN PERAN GURU SAAT PANDEMI

Image

Pagebluk dan Wajah Murung Pendidikan Indonesia

Image

Jangan Kau Beri Tahu Kepada Mereka

Image

Andai pandemi pergi, MAHASISWA KESEHATAN MEMBUTUHKAN PRAKTIKUM DI LAPANGAN BUKAN SEKADAR TEORI

Image

Enam Tip Memilih Reksa Dana Terbaik untuk Pemula, Nomor 2 Sering Disepelekan

Image

PANDEMI CORONA MEREDA SEMUA KEMBALI CERIA

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image