Keteraturan Semesta Bahkan Termasuk pada Corona

Image
Salman
Agama | Sunday, 01 Aug 2021, 13:25 WIB

Keteraturan bukanlah konsep tapi keniscayaan yang terencana dan diadakan secara sistematis penuh perhitungan. Alam semesta dengan segala perangkat materi bintang, planet, galaxy adalah terus menerus bekerja dalam keteraturan. Mereka beredar, berotasi, mengembara dalam arah dan orbit yang teratur, berjalan sesuai dengan garis edar masing-masing. Terjadilah kemudian malam dan siang demi menunjang sebuah keteraturan lain bernama dinamika kehidupan.

Ini adalah keteraturan pada skala makrokosmos. Sedang pada skala mikroskosmos ada keteraturan pada diri mahluk hidup dalam rantai ekosistem dan regenerasi sehingga mencegah dari kepunahan.

Pada sel kita ada inti sel yang dilengkapi kromosom yang menyimpan kode genetik sel. Ada mekanisme khusus yang berlaku pada tubuh sehingga terjadi proses respirasi dan ekskresi, berikut alat penggeraknya. Organ-organ tubuh kita bekerja harmonis. Jantung dengan kecepatan tertentu memompa darah yang mengandung oksigen dan zat makanan untuk disebar keseluruh tubuh. Paru-paru memompa udara menyerap oksigen yang direaksikan dengan hemoglobin (Hg) darah untuk disebar melalu pembuluh. Hasil pembakaran karbohidrat pada otot menghasilkan karbon monoksida yang dibuang melalui pernafasan.

Untuk pencernaan makanan, gigi mengunyah makanan sampai berbentuk hampir seperti bubur setelah tercampur dengan ludah. Setelah itu, dengan gerak yang sama bergerak menuju usus setelah diserap sari-sari makanannya dan sisanya dibuang melalui sistem eskresi.

Alam semesta dan tubuh manusia yang sangat kompleks ini pastilah dirancang dengan sangat sempurna. Seperti sebuah mesin hidup yang mustahil terjadi secara kebetulan, melainkan sudah dirancang, disusun dengan teliti dan sempurna sehingga dapat berjalan normal.

Demikian pula pada mekanisme rancangan dan buatan manusia keteraturan mesin yang bekerja secara sempurna seolah meniru cara kerja tubuh mahluk hidup .

pada intinya tidak ada istilah kebetulan. Mustahil sesuatu terjadi tanpa ada penyebab (kausaliras).

Pada konteks inilah manusia harus mengembalikan segala kejadian padaNya. Baik dan buruk sudah berada dalam perencanaan ilahiah.

Manusia hanya menjalankan rencanaNya dan akhirnya akan tetap berujung kepada rencana Nya jua.

Termasuk bencana global seperti virus Corona. Ada rencana sang Khalik pada merebaknya pandemi ini. Virus ini hanyalah bagian dari keteraturan alam semesta yang bekerja menurut rancanganNya. Terlepas dari kausalitas teori konspirasi di baliknya.

Yang terbaik menurut Ebiet G AD segeralah bersujud mumpung kita masih diberi waktu

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Semakin Banyak Anak Muda Aceh yang Melek Saham

Image

Cara Riset Kata Kunci Untuk Artikel Blog, Berikut Cara Mudahnya!

Image

Perlukah PPN Pendidikan?

Image

Garda Terdepan, Covid-19 Segera Padam

Image

Pembelajaran Di Saat Pandemi

Image

LAZ Harfa Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir di Kabupaten Pandeglang

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image