Anak Kita Cerminan Diri Kita

Image
Muslih Lutfi
Eduaksi | Monday, 26 Jul 2021, 19:12 WIB
Gambar Rindu Shalat Berjamaan Di Masjid

Gambar diatas di buat oleh anak saya ketika melalui bulan-bulan awal pandemi Covid 19 menerpa Indonesia. Di awal masa pandemi kita mulai menyesuaikan kehidupan dari kondisi normal ke kondisi dimana kita dituntut menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk menghindari virus. Gambar tersebut dibuat spontan oleh anak ketika dirinya jenuh karena dalam kondisi normal dia selalu saya ajak ke masjid, namun karena kondisi masjid ditutup sementara pada saat itu dan pembatasan jamaah masid akhirnya anak menjalankan Shalat di rumah saja. Rindu yang tidak hanya dirasakan oleh anak-anak yang biasanya ramai di masjid, menjalankan ritual rutin Shalat, mengaji, bertemu teman, saling kejar di pelataran masjid dan senda gurau, tiba tiba sirna karena pandemi.

Pandemi akibat Covid 19 telah merubah kebiasaan hidup anak-anak yang baru mulai belajar bersosialisasi dengan lingkungan melalui pergaulan di sekolah dan lingkungan sekitar menjadi terkendala karena keterbatasan kondisi. Orang tua beserta anak melakukan aktivitas lebih dominan di rumah untuk menghindari paparan Covid 19. Dalam beberapa perspektif kondisi ini menjadi hikmah tersendiri karena mungkin dalam kondisi normal interaksi antara orang tua dan anak karena kesibukan masing-masing sangat minim dan kebersamaan di akhir pekan pun kadang juga terganggu karena adanya agenda lainnya.

Hal ini bukan berarti pula kondisi pandemi yang menuntut orang tua dan anak melakukan aktivitas di rumah baik bekerja maupun sekolah melalui rumah menjadikan kondisi lebih baik interaksinya, mengingat masing-masing antara orang tua dan anak mempunyai kesibukan. Bagi anak yang kedua orang tuanya bekerja tentunya akan menjadi tantangan sendiri ketika seluruh rumah melaksanakan aktivitas hariannya di rumah, orang tua bekerja dan anak belajar semuanya menggunakan perangkat elektronik melalui fasilitas daring.

Problematika pembelajaran jarak jauh yang dialami oleh anak-anak pada umumnya adalah konsentrasi yang kurang dan perlunya tambahan bimbingan langsung dari orang tua, mengingat durasi pembelajaran jarak jauh yang tentunya terdapat keterbatasan. Memahami pelajaran yang demikian kompleks dan biasanya termonitor langsung oleh guru terkait perkembangan pembelajaran menjadi salah satu kendala. Kondisi ini idealnya juga harus ditangkap oleh orang tua dengan pendampingan yang intensif.

Perkara ini bukanlah hal mudah mengingat mengingat selain kesibukan kerja yang beralih ke rumah, orang tua juga terdapat keterbatasan dengan metode pembelajaran dan kurikulum yang ada saat ini mengingat mungkin apa yang dipelajarinya di masa lalu tentunya sudah sangat berbeda jauh dengan metode pembelajaran saat ini. Kondisi ini lah yang kadang menjadikan konflik konflik kecil antara orang tua dan anak yag memiliki pandangan dan tuntutan dari sudut pandang para pihak dalam menyikapi aktivitasnya masing-masing yaitu belajar si anak dan pekerjaan orang tua.

Intensitas interaksi dari para anggota keluarga di rumah pada masa pandemi yang cenderung lama dan bahkan seharian penuh secara terus menerus, disadari atau tidak juga akan berpengaruh terhadap sikap anak bagaimana meniru dan mencontoh tindak-tanduk orang tuanya. Kondisi normal yang memungkinkan anak mempelajari berbagai karakteristik dan perilaku orang baik di rumah, sekolahan atau tempat umum lainnya, ketika masa pandemi dengan keterbatasannya di rumah menghadapkan pada keterbatasan sosok yang ada disekitarnya atau mungkin malah di lingkungan rumahnya.

Sikap perilaku dan kejiwaan orang tua juga akan berpengaruh terhadap anak yang sedang belajar dan meniru cara bertindak, sehingga patut dipahami bahwa perilaku orang tua di rumah pun wajib tentunya memperhatikan sisi edukasi bagi anak karena mereka akan melihat, meniru dan bahkan kedepannya akan membentuk karakter anak. Bekal pembelajaran sikap dan tingkah laku inilah yang akan mempengaruhi anak dalam melakukan interkasi kepada orang lain di masa pasca pandemi ketika kondisi sudah normal adanya.

Kerana pentingnya mendidik dan membangun karakteristik anak ini, Rasulullah Sallallahu alayhi wa Sallam melimpahkan tanggung jawab pendidikan anak kepada Orangtua sebagai tanggung jawab yang sempurna. Hal ini diperumpamakan sebagaimana Hadits Rasulullah dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma bahwasanya Rasulullah Sallallahu alayhi wa Sallam bersabda :

Setiap kalian adalah penggembala dan setiap kalian bertanggung jawab atas gembalaannya. Seorang pemimpin adalah penggembala dan dia bertanggungjawab atas gembalaannya. Seorang laki-laki adalah penggembala di keluarganya dan dia bertanggungjawab atas gembalaannya. Seorang wanita adalah penggembala di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab atas gembalaannya. Seorang pelayan adalah penggembala pada harta majikannya dan dia bertanggung jawab atas gembalaannya. Setiap kalian adalah penggembala dan setiap kalian bertanggung jawab atas gembalaaanya (Muttafaqun alayh).

Marilah kita memaknai keprihatinan kita dan menjadikan hikmah atas kondisi pandemi yang belum selesai ini dengan tetap berkomitmen untuk menididik dan membentuk karakter generasi penerus kita melalui pendidikan di rumah masih-masing. Menjadikan kita teladan dan membimbing anak-anak kita untuk mewujudkan generasi yang Shalih dan Shalihah dan berbudi pekerti baik. Karena Anak Kita adalah Cerminan Diri Kita

Referensi:

1. Dr. Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid (2010). Prophetic Parenting Cara Nabi Mendidik Anak. Yogyakarta : Pro-U Media

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

SEORANG NELAYAN YANG KANGEN PIKNIK

Image

WIZ Dukung Terselenggaranya Program Tahsin & Tadabbur Al Quran, Ustadz Hermawan: 2 Kerugian Orang Mu

Image

GARUDAKU : Konsep Blended/Hybrid Learning yang ASIK-CIAMIK

Image

Andai Pandemi Pergi, Aku Ingin Mendongeng Kembali

Image

Pandemi Usai Pun, Rampok-Rampok Itu Tetap Maling

Image

Pahlawan AntiCovid

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image