Gubernur Banten Ungkap Keterbatasan Tenaga Medis!

Image
SUGENG
Bisnis | Friday, 23 Jul 2021, 20:56 WIB
Ilustrasi. (Foto: SG)

BANTEN, Retizen Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menjelaskan, mendirikan rumah sakit termasuk Rumah Sakit Darurat Covid-19 tidaklah mudah. Persoalannya, adalah keterbatasan tenaga kesehatan (Nakes,-red) khususnya dokter spesialis paru.

Hal tersebut diungkapkan Wahidin Halim sekaligus menjawab usulan sejumlah pihak kepadanya untuk mendirikan rumah sakit darurat Covid-19 di Provinsi Banten.

BACA JUGA: Positif Covid-19, Istri Nurdin Butuh Donor Plasma

Untuk Rumah Sakit Darurat, kita sudah berulangkali ungkapkan permasalahan kita adalah terbentur pada persoalan tenaga kesehatan, khususnya dokter paru. Mendirikan rumah sakit termasuk Rumah Sakit Darurat Covid-19, ketersediaan tenaga kesehatan khususnya dokter spesialis menjadi penting, tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan Wahidin, mendirikan Rumah Sakit tidaklah seperti mendirikan klinik kesehatan. Ditambahkan, saat ini Pemerintah Daerah didukung penuh TNI dan Polri melaksanakan program bantuan sembako dan obat gratis dari Pemerintah Pusat untuk masyarakat yang sedang melakukan isolasi mandiri.

BACA JUGA: Pengajuan KPR Terganjal Pandemi Covid-19

Tiga macam paket obat Covid-19 itu didistribusikan oleh Babinsa, Babinkambtibnas, dan petugas Puskemas kepada warga yang melakukan isolasi mandiri sesuai dengan gejalanya. Ini salah satu upaya kita untuk mencegah masyarakat berbondong-bondong ke Rumah Sakit, tambahnya.

Ia menambahkan, untuk mengurangi tekanan terhadap keterisian tempat tidur Rumah Sakit (Bed Occupation Rate/BOR) serta mencegah warga terkonfirmasi Covid-19 dengan gejala ringan, Bupati dan Walikota mendirikan rumah singgah untuk mencegah penularan dan penyebaran Covid-19.

BACA JUGA: Manfaatkan Branding Properti Ditengah Pandemi Covid 19

Sebagai informasi, Gubernur Banten telah mengeluarkan Instruksi Gubernur Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus Disease 2019 Di Wilayah Provinsi Banten tertanggal 2 Juli 2021 kepada Bupati/Walikota se-Provinsi Banten. Pada poin keenam (VI) Bupati dan Walikota didukung penuh oleh TNI, Polri dan Kejaksaaan dalam mengkoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan PPKM Darurat COVID-19.

Selanjutnya pada poin ketujuh (VII), Bupati dan Walikota diinstruksikan melaksanakan pengetatan aktivitas dan edukasi. Pada huruf i, dalam kondisi penularan sudah meluas di komunitas, maka intervensi yang lebih ketat dengan membatasi mobilitas masyarakat secara signifikan perlu dilakukan. Serta pada huruf j, penguatan 3T (testing, tracing, treatment) perlu terus diterapkan.

Sedangkan untuk treatment atau perawatan pasien terkonfirmasi Covid-19, seperti tertuang dalam angka tiga (3) huruf j, treatment perlu dilakukan dengan komprehensif sesuai dengan berat gejala. Hanya pasien bergejala sedang, berat, dan kritis yang perlu dirawat di Rumah Sakit. Isolasi perlu dilakukan dengan ketat untuk mencegah penularan.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

SEORANG NELAYAN YANG KANGEN PIKNIK

Image

WIZ Dukung Terselenggaranya Program Tahsin & Tadabbur Al Quran, Ustadz Hermawan: 2 Kerugian Orang Mu

Image

GARUDAKU : Konsep Blended/Hybrid Learning yang ASIK-CIAMIK

Image

Andai Pandemi Pergi, Aku Ingin Mendongeng Kembali

Image

Pandemi Usai Pun, Rampok-Rampok Itu Tetap Maling

Image

Pahlawan AntiCovid

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image