Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Dewi Alfi

Pendekatan adalah Cara Terbaik Mengubah Seseorang

Eduaksi | Sunday, 04 Jul 2021, 20:16 WIB

Pendekatan adalah Cara Terbaik Mengubah Seseorang

Kemajuan sebuah Negara sangat tergantung kepada kemajuan pendidikannya (termasuk di dalamnya pendidikan Islam), dan dalam pendidikan itu erat kaitannya dengan penggunaan pendekatan dan metode yang dilakukan selama proses belajar mengajar terjadi. Pendekaatann dan metode selayaknya dikuasai oleh seseorang pengajar supaya bisa mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Penggunaan pendekatan dan metode yang tepat dan sesuai dengan materi pelajaran serta situasi dan kondisi yang ada akan mengantarkan anak didik ke dalam penguasaaain isi pelajran yang diharapkan.

Dalam proses pendidikan Islam, pendekatan dan metode memeiliki kedudukan yang sangat signifikan untuk mencapai tujuan. Bahkan melalui pendekatan dan metode sebagai seni apat mentransfer ilmu pengetahuan / materi pelajaran kepada peserta didik dianggap lebih signifikan dibanding dengan materi itu sendiri. Sebuah adigun mengatakan bahwa “ al-Thariqat Ahamm min al-Maddah” (sebuah metode lepih penting dibandingkan materi).

 

Sebuah realita bahwa penyampaian yang komunikatif lebih disenangi oleh peserta didik walalupun sebearnya materi yang disampaikan sesungguhnya tidak terlalu menarik. Sebaliknya, sebagus apapun materi yang akan kita ajarkan, kalau acara atau metodenya kurang tepat maka semua itu tidak akan bisa dicerna oleh peserta didik, sehingga tujuan yang sudah kita tetapkan akan sia-sia dan percuma.

Dalam konteks ini penulis akan menyajikan sebuah program yang mana penyampaian materi akan diterapkan melalui pendekatan saat menyampaikan materi. Program ini diperuntukkan bagi anak-anak balita bserta orang tuanya. Program ini akan dipandu langsung oleh guru PAUD namun beberapa materi akan diajarkan secara praktek untuk meningkatkan kualitas karakter dan aatitude seorang anak yang dilakukan dengan bimbingan yang dicontohkan langsung oleh orang tua atau pendamping asuhnya.

Disini semua anak akan diajarkan kebiasaan-kebiasaan yang baik, kemudian baru akan diajarkan baca tulis latin dan al-qur’an. Karena pembiasaan yang baik adalah awal pembentukan karakter dan attitude yang baik untuk kedepannya. Pertama, awal mulainya program pembelajaran ini akan dilakukan mulai dari penganalan diri anak didik beserta orang tua anak didik. Kedua,setiap harinya diwajibkan untuk setiap anak didik mengucapkan do’a sebelum dan sesudah pelajarn berlangsung. Ketiga, para orang tua wajib mengikuti intruksi dari guru. Keempat, semua anak didik akan diajarkan untuk bersosialisasi terhadap sesamanya, semisal meminta maaf saat melakukan kesalahan, mengucapakan terimaksih setelah mendapatkan sesuatu. Kelima, anak didik akan diajarkan baca tulis latin dan arab, terutama hafala surat-surat pendek, karena otak anakdidik yang masih balita lebih mudah menangkap apa yang telah diucapkan oleh sekitarnya dan itu semua akan membekas dalam diri mereka masing-masing. Biasanya anak didik akan meniru dan melaksanakan apa yang dilakukan oleh orang yang dirasa dekat dengan mereka.

Maka dari itu, penerapan kebiasaan baik bisa melalui pendekatan terlebih dahulu terhadap anak didik, sehingga anak didik akan mudah meniru dam melakukan hal-hal yang baik yang telah diperintah oleh gurunya. Dan yang sangat penting adalah kelanjutan kebiasaan baik yang dibawa dari rumah dan diterapkan oleh para orang tua anak didik.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar
 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image