Generasi Milenial Menjadi Sahabat Bahasa Gaul di Media Sosial

Image
MEGA BINTANG NURJANAH
Info Terkini | Wednesday, 23 Jun 2021, 11:59 WIB
https://pixabay.com/id/users/natureaddict-818961/?utm_source=link-attribution&utm_medium=referral&utm_campaign=image&utm_content=1543556

Tahukah kamu apa itu generasi milenial?

Generasi milenial merupakan salah satu istilah yang sudah tidak asing lagi, khususnya di media sosial. Generasi ini muncul sebagai bentuk perubahan dari generasi yang eksis pada saat zaman dahulu ke generasi yang eksis pada saat zaman sekarang. Dari segi usia, generasi milenial ini mencakup generasi-generasi yang lahir pada tahun 2.000-an. Generasi milenial ini lahir saat teknologi sudah cukup canggih, sehingga tidak menutup kemungkinan generasi milenial akan tumbuh menjadi seseorang yang tidak buta akan teknologi.

Seiring dengan kemajuan teknologi saat ini, segala informasi dapat tersampaikan dengan baik tanpa harus menunggu waktu yang cukup lama, sehingga keterampilan berbahasa saat ini sangat diperlukan, seperti keterampilan menulis, membaca, dan menyimak. Namun, pemakaian bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari sudah mulai pudar dan digantikan oleh pemakaian bahasa anak remaja yang dikenal dengan bahasa gaul.

Lantas apa sih bahasa gaul itu?

Bahasa gaul biasa digunakan untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa gaul ini minimal bisa dimengerti oleh kedua belah pihak yang sedang melakukan percakapan tersebut. Bahasa gaul tidak memiliki ketentuan atau keterikatan yang khusus, bahasa gaul lebih bersifat umum dan bebas, serta biasanya selalu digunakan dalam kondisi yang tidak formal. Orang-orang biasanya merasa lebih nyaman menggunakan bahasa gaul karena biasanya lebih mudah dimengerti dan ketika menggunakan bahasa gaul tersebut orang akan merasa bangga karena ketika orang menggunakan bahasa gaul maka akan dianggap sebagai orang yang keren dan lebih trendi. Bahasa gaul dan istilah-istilah baru semakin beredar dan menjadi tren yang sangat sering digunakan seperti, mager (males gerak), baper (bawa perasaan), gabut (bosan), galau (sedih), dan masih banyak lagi yang lainnya.

Banyak sekali faktor pendukung yang menyebabkan maraknya kemunculan bahasa gaul di era sekarang ini. Faktor-faktor pendukung tersebut diantaranya:

1) Kemudahan dalam mengakses internet.

Seperti yang sudah kita pahami, bahwasanya media sosial sangat memudahkan kita untuk dapat mengakses berbagai informasi, informasi sekecil apapun dapat diakses dengan sangat mudah. Sebagian orang menggunakan bahasa gaul dalam proses penyampaiannya, sehingga bahasa gaul ini sudah dianggap sebagai bahasa sehari-hari yang dapat digunakan dalam proses komunikasi.

2) Kemajuan teknologi.

Seiring dengan kemajuan teknologi, hampir setiap rumah saat ini sudah memiliki teknologi yang memadai. Pada media-media populer seperti TV, radio, dunia perfilman nasional banyak sekali memasukkan bahasa-bahasa gaul tersebut yang dapat memengaruhi remaja dalam berbahasa dan menjadi salah satu faktor yang dapat memicu maraknya bahasa gaul pada remaja saat ini.

3) Pengaruh lingkungan.

Umumnya para remaja menyerap berbagai bahasa dari percakapan orang-orang dewasa di sekitarnya, baik teman sebaya atau keluarga. Tak jarang pula di lingkungan sekolah generasi milenial ini kesulitan berbicara dengan bahasa Indonesia baku pada saat presentasi tugas, diskusi dan lain sebagainya. Hal ini dikarenakan maraknya bahasa gaul yang beredar pada saat ini yang membuat mereka sudah terbiasa berbicara dengan bahasa nonformal. Dengan kebiasaan tersebut, generasi milenial ini akan sulit membedakan mana kata baku dan kata tidak baku, bahkan dalam komunikasi formal akan mengganggu kelancaraan komunikasinya.

Lantas apakah ada solusi yang harus dilakukan untuk mengatasi maraknya bahasa gaul di media sosial?

Sehubungan dengan semakin eratnya penggunaan bahasa gaul yang digunakan oleh sebagian besar generasi milenial saat ini, perlu adanya tindakan dari semua pihak yang peduli terhadap eksistensi bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional, bahasa persatuan, dan bahasa pengantar dalam dunia pendidikan.

Jika bukan kita, maka siapa lagi?

Jikan bukan sekarang, maka kapan lagi?

Ayo menjadi gaul namun tidak pernah melupakan bahasa persatuan kita yakni bahasa Indonesia .

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Tanya Senja

Image

Jangan Lengah, Kasus Covid Masih Tinggi

Image

Guru Harus Terus Belajar

Image

Gubernur WH Lepas 10 Ribu Bantuan Paket Sembako

Image

Saat Pandemi, Pendidikan Dipastikan Tak Berhenti!

Image

Kepsek di Banten Diminta jadi Satgas Covid 19, Begini Intruksinya!

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image