Pantun Sahabat Lama

Image
Fenny Nurlaela
Sastra | Friday, 18 Jun 2021, 05:48 WIB

Oleh : Fenny Nurlaela

Universitas Muhammadiyah Purworejo

Pantun adalah salah satu jenis puisi lama yang sangat dikenal oleh masyarakat Melayu. Seperti halnya syair dan gurindam, penyebaran pantun begitu cepat dan luas hingga ke seluruh Nusantara. Pantun diambil dari kata patuntun yang dalam bahasa Minangkabau berarti pentuntun. Dalam bahasa Jawa, pantun lebih dikenal dengan nama parikan. Lain lagi masayarakat Sunda disebut paparikan, dan orang Batak memberi nama umpasa. Dalam pantun, lazimnya terdiri dari 4 baris dimana setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata. Setiap baitnya diakhiri dengan pola abab atau aabb. Berbeda dengan puisi, biasanya pantun tidak memiliki nama penulis. Ini hanya karena zaman dulu pantun diucapkan tanpa pernah ditulis. Bentuk pantun terdiri dari dua bagian, yaitu baris pertama yang disebut sampiran dan baris ke dua yang disebut isi. Sampiran berperan sebagai pembayang dari yang ingin disampaikan, sedangkan isi merupakan makna atau gagasan yang ingin disampaikan. Di dalam sampiran biasanya menggambarkan alam atau lingkungan adat istiadat, sistem kepercayaan dan pandangan hidupnya. Sebagai salah satu jenis puisi lama yang mudah diingat dan dinyayikan, banyak yang berpendapat bahwa hubungan antara sampiran dan isi dari pantun hanya sebatas persamaan bunyi. Penjelasan tentang sampiran dan isi akan saya bahas dibawah. Meskipun secara umum bait pantun terdiri dari 4 baris, tidak jarang ada yang terdiri dari 6 atau 8 baris. Pantun jenis ini disebut dengan pantun talibun . Sedangkan pantun yang terdiri 4 baris disebut dengan pantun karma Diketahui tentang asal-usul dan dasar apa pantun dibentuk. Begitu juga dengan arti kata-kata dari pantun yang sebenarnya. Tulisan tertua yang ditemui dan memulai menyebut pantun sebagai salah satu bentuk sajak adalah syair-syair tasawuf Abul Jamal , yaitu seorang penyair dan sufi Melayu yang hidup pada abad 17 m di Barus. Berikut contoh pantun yang saya buat :

Pantun Sahabat Lama Jalan -jalan ke Surabaya Naik perahu dayung sendiri Wahai kawan janganlah bersedih Kalau bersedih rugilah sendiri Jalan -jalan ke kota Baru Beli jajan beli ikan Kalau punya teman yang baru Teman lama jangan terlupakan Awan kelabu di siang hari Bertanda hujan akan datang Datang rindu di dalam hati Teman yang lama puas dikenang Dimana pergi anak kuda Didalam Rimba Batu Belah Dimana pergi sahabat lama Diluar negeri mencari nafkah Kalau jus jambu sudah dibawa Diminum habiskan saja Kalau bertemu sahabat lama Menyapa dia janganlah lupa Berikut contoh jenis pantun yang isinya mengungkapkan keadaan atau nasib seseorang. Pantun yang merupakan salah satu khasanah budaya bangsa wajib kita jaga dan lestarikan. Salah satu caranya adalah dengan mempelajari sejarah dan asal usul serta maknanya.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Pantun Sahabat Lama

Pantun Sahabat Lama

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Mengenal Festival Kembang Api yang Ada di Jepang

Image

Metode Mengatur Keuangan Ala Orang Jepang

Image

Pinjaman Online Tidak Selalu Menguntungkan...? Why

Image

Bushido, Prinsip yang Dipegang Teguh Para Samurai Jepang...

Image

5 Tip Investasi dan Trading Saham untuk Mahasiswa di Masa Pandemi

Image

5 Cara Berani Untuk Minta Kenaikan Gaji

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image