Pembantaian Kaum Yahudi di Bawah sang Diktator Jerman, Adolf Hitler.

Image
Mutiara Rahmi
Sejarah | Thursday, 27 May 2021, 18:24 WIB
Orang - orang Yahudi sedang diproses setelah tiba di Auschwitz-Birkenau camp, Polandia, Mei 1944. (sumber : ww2dbase. Yad Vashem, Israel)

Berakhirnya Perang Dunia 1 bukanlah akhir dari segala permasalahan dunia khususnya di Eropa. Hal ini memberikan dampak yang beragam dari berbagai aspek kehidupan. Menurut buku Sekilas Sejarah Dunia (2011), dampak ini antara lain adalah merosotnya ekonomi dunia (The Great Depression) yang menyebabkan negara - negara kapitalis di Eropa dan Amerika jatuh ke dalam krisis besar yang memberikan kesempatan berdirinya partai politik ekstrim hingga munculnya paham - paham atau ideologi baru seperti Komunisme di Rusia, Fasisme di Italia, Nazisme di Jerman. Ketika paham dan ideologi tersebut berkembang dan menjadi sebuah kekuatan yang besar di sebuah negara yang salah satu contohnya adalah adanya Partai Nazi di Jerman yang dipimpin oleh Adolf Hitler ,sang Diktator Jerman, dan berkuasa dari tahun 1933 - 1945 dengan konsep kekuasaan nya menggunakan konsep Folkish yang ingin membangun kembali Jerman untuk bangkit kembali atas kehancuran yang telah terjadi dan mengembalikan harkat dan martabat bangsa dan Negara Jerman yang telah diinjak - injak oleh negara lain sehingga Hitler mencoba untuk mengangkat ras Arya sebagai superioritas dan menghancurkan bangsa - bangsa lain yang dianggap rendah. Demi untuk memperjuangkan tujuan nya salah satu perjuanganya adalah mendiskriminasikan bangsa Yahudi karena Hitler menganggap bangsa Yahudi adalah bangsa yang menyebabkan rakyat Jerman menjadi warga dunia yang dianggap rendah dan merupakan sebuah ancaman berbahaya dalam langkah Jerman untuk menguasai Eropa. (Hitler, 2007).

Dilansir dari Ensiklopedia Holocaust dari United States Holocaust Memorial Museum salah satu bentuk puncak diskriminasi bangsa Yahudi oleh Jerman adalah dengan adanya Holokaus yang menjadi sebuah peristiwa penyiksaan dan pembantaian terhadap sekitar enam juta orang Yahudi yang setidaknya dua pertiga dari keseluruhan orang Yahudi kala itu oleh rezim Nazi dan secara sistematis dan birokrasi didukung oleh negara. Titik balik dari peristiwa tersebut adalah Kristallnacht yang terjadi pada tahun 1938 yang mengacu kepada pogrom Anti-Yahudi yang didorong oleh kebencian Nazi terhadap Yahudi dan dilaksanakan pada tanggal 9-10 November 1938. Sehingga implikasi dari peristiwa tersebut, orang - orang Yahudi secara resmi disalahkan dan harus bertanggung jawab atas peristiwa tersebut karena sebanyak 267 sinagoga hancur, 7000 toko rusak, dan 91 orang tewas sehingga pada minggu - minggu berikutnya dikeluarkan Undang - Undang Anti-Yahudi yang menghapus orang-orang Yahudi dari kehidupan publik. Kemudian setelah itu kaum Yahudi dikirimkan ke kamp - kamp sehingga akhirnya kaum Yahudi akan dibantai oleh Nazi. Namun Nazi Jerman bukan hanya mendiskriminasikan bangsa Yahudi saja ada beberapa kelompok - kelompok lain yang dianggap sebagai ras rendah seperti orang gipsi, orang cacat, dan sebagian bangsa Slavia. Sementara kelompok - kelompok lainya disiksa dengan alasan politis, perilaku, dan ideologis seperti terhadap kaum Sosialis, Komunis, homoseks dan Saksi Yehova.

Gerbang kamp konsentrasi di Auschwitz II-Birkenau (Sumber : Auschwitz.org)

Untuk mengawasi dan mengumpulkan para tahanan yang dianggap sebagai aposisi Jerman dibangun kamp konsentrasi Auschwitz. Kamp konsentrasi ini merupakan kamp terbesar yang dibangun pada masa rezim Nazi Jerman dan kamp ini memiliki tiga kamp utama yaitu Auschwitz I, Auschwitz II-Birkenau, dan Auschwitz III - Monowitz. Dari setiap kamp utama tersebut terdapat fungsi utamanya masing - masing. Auschwitz I dibangun dengan tujuan untuk memenjarakan pihak aposisi Jerman, menyediakan tenaga kerja paksa, menjadi tempat pemusnahan masyarakat kelompok - kelompok kecil. Auschwitz II merupakan kamp yang menjadi sebuah pusat pembantaian, kamp ini merupakan tempat bersejarah yang menjadi bukti kekejaman Adolf Hitler terhadap kaum Yahudi. Sementara Auschwitz III merupakan kamp yang menampung para tahanan yang ditugaskan untuk bekerja di pabrik karet sintetis Buna.

Owicim di bawah pendudukan Nazi - Deportasi penduduk Yahudi dari kota di bawah pengawalan polisi Jerman. Sebagian besar orang Yahudi akan segera dieksekusi mati di kamp konsentrasi Auschwitz. (Sumber : Auschwitz.org)

Sebagai tempat pusat pembantaian, Auschwitz II, juga berperan sebagai sebuah tempat untuk mendeportasi dan mengangkut kaum Yahudi yang didatangkan dari semua negara di Eropa yang dibawa oleh kereta dan dilakukan mulai dari tahun 1942 - 1944. Adapun rincian deportasi masing-masing negara, dengan jumlah taksiran, adalah sebagai berikut: Hongaria: 426.000; Polandia: 300.000; Prancis: 69.000; Belanda: 60.000; Yunani: 55.000; Bohemia dan Moravia: 46.000; Slovakia: 27.000; Belgia: 25.000; Yugoslavia: 10.000; Italia: 7.500; Norwegia: 690; lainnya (termasuk kamp-kamp konsentrasi): 34.000 ditambah penguasa SS dan polisi mendeportasi sekitar 300 orang sehingga total kaum Yahudi yang dideportasi sekitar 1,3 juta orang. (Ensiklopedia Holocaust, 2017).

Setelah didatangkan dari berbagai negara, kaum Yahudi yang dideportasi tersebut akan melewati tahap seleksi. Ketika orang - orang tersebut dikatakan tidak memenuhi seleksi sebagai orang yang cocok untuk kerja paksa mereka akan dikirimkan ke kamar - kamar gas yang disamarkan seperti instalansi pancuran mandi untuk memperdaya korban, sementara harta benda milik korban akan dikumpulkan di gudang Kanada dan akan dikirimkan kembali ke Jerman. Untuk total korban jiwa dan kompleks Auschwitz total sekitar 1 juta orang.

Bukan Auschwitz saja yang menjadi tempat pembantaian kaum Yahudi, ada beberapa tempat juga yang dijadikan sebagai lokasi pembantaian kaum Yahudi, bukan hanya menggunakan gas namun ada juga yang menggunakan senjata dengan cara ditembak. Lokasi pembantaian tersebut antara lain Chelmo, Belzec, Sobibor, Treblinka, Operasi tembak mati di Polandia Barat, Tengah dan Selatan, Operasi tembak mati dan wagon gas beracun di wilayah Uni Soviet yang diduduki Jerman, Operasi tembak mati dan wagon gas beracun di Serbia, Operasi tembak mati dan disiksa hingga mati di Kroasia, korban tewas di Ghetto dan lainya yang kurang lebih memakan korban enam juta jiwa kaum Yahudi.

Daftar Pustaka :

Baranowski, Shelley. (2011). Nazi Empire: German Colonialism and Imperialism from Bismarck to Hitler. Cambridge: Cambridge University Press.

Bauer, Yehuda. (1978). The Holocaust in Historial Perspective. Seattle: University of Washington Press.

Hitler, Adolf. (2007). Mein Kampf. Jakarta : PT. Buku Kita.

United States Holocaust Memorial Museum. Holocaust Encyclopedia. Washington: ushmm.org.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Tanya Senja

Image

Jangan Lengah, Kasus Covid Masih Tinggi

Image

Guru Harus Terus Belajar

Image

Gubernur WH Lepas 10 Ribu Bantuan Paket Sembako

Image

Saat Pandemi, Pendidikan Dipastikan Tak Berhenti!

Image

Kepsek di Banten Diminta jadi Satgas Covid 19, Begini Intruksinya!

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image