Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Darma Wati

IMPLEMENTASI MAKNA PERJUANGAN KARTINI

Sejarah | Thursday, 21 Apr 2022, 15:35 WIB
Sumber: https://www.kompas.tv/article/281881/rangkuman-perjuangan-ra-kartini-biografi-emansipasi-perempuan-dan-hari-kartini

Hari ini Kamis, 21 April 2022 merupakan peringatan hari Kartini. Hal ini sesuai dengan tanggal lahir Raden Ajeng Kartini 21 April 1879. Usia Kartini sangat singkat. Kartini meninggal pada tahun. Kartini meninggal pada 17 Septermebr 1904 dalam usia 25 tahun. Masa hidup Kartini memang singkat. Namun, perjuangan Kartini yang luar biasa membuka bagi seluruh perempuan hingga masa kini dan masa yang akan datang untuk menciun dan menikmati wangi emansipasi hasil perjuangan beliau.

1. Hasil-Hasil Perjuangan Kartini

a. Persamaan Hak dalam mendapatkan Pendidikan

 

Pada zaman Kartini hidup hanya kaum pria yang diperkenankan keluar rumah mendapatkan penrdidikan dan pengajaran. Perempuan hanya di rumah. Asumsi dasar yang mempengaruhi adalah wanita itu bagaimana pun tinggi pendidikannya akan tetap ke dapur wadah berkaryanya. Hal inilah yang ditentang oleh Kartini. Walaupun Kartini pada usia 12 tahun sudah harus dipingit di rumah, Kartini tetap berkarya melalui surat-surat yang telah ditulisnya kepada sejumlah rekannya, baik di dalam maupun di luar negeri.

Hasil perjuangan Kartini ini membuka ruang kepada perempuan sekarang ini untuk menikmati pendidikan yang sama dengan kaum pria tanpa ada pembatasan hak.

b. Perempuan dapat Berkarier Seperti Pria

Setelah perempuan atau kaum wanita mendapatkan pendidikan yang baik, ilmu yang sempurna melalui lembaga-lembaga pendidikan, maka perempuan berhak untuk memanfaatkan ilmunya dalam berbagi bidang sesuai kompetensinya. Tak ada alasan lagi bagi wanita untuk dibatasi ruang gerak pengabdiannya. Apatah lagi sekarang ini, semakin banyak perempuan yang mememiliki kompetensi mumpuni dalam bidangnya serta memiliki tanggung jawab yang baik dalam mengimplemetasikan ilmu yang dimilikinya. Hal ini sangat berbeda dengan zaman dahulu yang menganggap bahwa hanya pria yang harus bertanggung jawab dalam membangun ekonomi keluarga. Kaum wanita cukup di rumah menunggu hasil karya pria.

Hal ini tentu sangat linear dengan zaman sekarang karena sekarang ini kaun wanita terdidik tentu ingin mengaplikasikan pengetahuannya. Selain itu, banyak pula wanita yang memang mengabdikan dirinya dan pengetahuannya untuk membantu suami menunjang ekonomi keluarga.

c. Meningkatkan Kualitas Hidup Wanita

Pendidikan yang baik mendukung peningkatan kualitas hidup perempuan atau wanita. Wanita akan semakin bermakna baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun lingkungan yang lebih luas atau kehidupan berbangsa dan bernegara. Kesempatan hidup yang dimiliki wanita akan menjadi ladang pahala bagi wanita sehingga kehadirannya di dunia akan semakin memiliki kebermanaan yang tinggi. Inilah yang penulis ungkapkan sebagai kualitas hidup.

Kita bisa belajar kepada Kartini sebagai role model bagi kaum wanita bahwa usia bisa singkat namun karya dan perjuangan akan kekal di sepanjang masa.

2. Contoh Implementasi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Kartini memang telah lama tiada, namun semangatnya terus mewangi di sanubari setiap perempuan Indonesia. Berikut ini penulis mengangkat contoh seorang wanita Indonesia yang sangat tangguh dalam perjuangan di bidang pendidikan guna mendukung pncapaian tujuan pendidikan nasional yakni mencerdaskan bangsa. Misalnya saja Ibu Hj. Andi Farida Aryani. Beliau merupakan guru bahasa Inggris di UPT SPF SMPN 1 Bulukumba. Beliau sangat gigih dalam kegiatan pembimbingan siswa. Beliau merupakan salah seorang pembina OSIS di sekolah ini yang tidak jenuhnya berada di sisi siswa. Setiap hari beliau memotivasi siswa, mendorong siswa, melatih siswa untuk menjadi terbaik dalam pengembangan diri dan kemampuannya. Hal ini dapat dilihat melalui pembinaan yang diberikan secara tulus dan penuh kasih sayang kepada siswa. Sebagai seorang perempuan, ia sadar bahwa dalam hal tertentu memiliki keterbatasan, namun keterbatasa perempuan bukan sebagai penghalang untuk mengabadikan perjuangan di negeri ini. Beliau beranggapan bahwa wadah perjuangan wanita boleh berbeda-beda namun tujuannya sama yakni memajukan bangsa ini. Semangat Kartini melekat dalam jiwanya, sehingga beliau tak pernah ragu untuk berjuang dalam mengembangkan pendidikan tanpa deskriminasi, di UPT SPF SMPN ! Bulukumba. Seiring dengan Peringatahan Hari Kartini tahun ini Hj. Andi Farida Aryani juga mengenakan kebaya Kartini sebagai rasa banggsa dan cinta pada Kartini sang penjuang Emansipasi wanita.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image