Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Pertapa Sari

Bersama Bank Syariah, Hati pun Tenang

Curhat | Sunday, 23 May 2021, 14:48 WIB
# retizencompetition

Banyak bank yang telah berdiri di seluruh penjuru Indonesia, bahkan Bank-bank sudah banyak yang membuka cabangnya di wilayah-wilayah pedesaan demi menjaring dan melayani nasabah dari berbagai kalangan. Bahkan bank juga sudah banyak yang mendirikan cabangnya di lingkungan perusahaan maupun lembaga pendidikan. Baik itu bank konvensional maupun bank syariah. Dan tentunya hal itu dimaksudkan untuk memberikan layanan terbaik kepada para nasabah di lingkungan tersebut.

Ini adalah pengalaman saya bersama Bank Syariah. Kebetulan saya pernah menjadi nasabah pada bank konvensional dan juga sekarang merupakan nasabah di bank syariah. Saya mengenal Bank Syariah pertama kali adalah Bank Mandiri Syariah (BSM) dimana tempat bekerja saya memberikan gaji bulanan melalui rekening pada BSM. Pada awalnya merupakan keterpaksaan karena pada waktu kuliah saya sudah membuka rekening di Bank Konvensional, yang ini pun karena pembayaran SPP waktu itu melalui rekening pula. Semula saya sudah merasa enjoy dengan rekening bank saya sebelumnya. Saya waktu itu hanya memiliki 1 rekening itu karena isian pada rekening juga hanya mengandalkan kiriman dari orang rumah---ortu dan kakak. Yang kemudian selulus kuliah saya mendapatkan pekerjaan yang gajinya langsung ditransfer melalui rekening pribadi setiap pegawai. Dengan tuntutan dari tempat kerja yang harus membuka rekening di BSM inilah, maka saya mulai beradaptasi dengan bank ini.

Sebagai informasi, saya bekerja di sebuah pondok pesantren ternama di kota Surakarta. Di sini, pembayaran syahriyah (SPP) untuk santri juga dilakukan melalui bank syariah ini. Setiap santri diharapkan memiliki rekening di bank ini untuk lebih mudah melakukan transaksi. Meskipun tak menutup kemungkinan beberapa santri belum berkeinginan memiliki rekening sendiri, namun pembayaran SPP yang dibayarkan oleh orang tua mereka tetap bias dengan lancer melalui Bank ini.

Seiring bertambahnya pengetahuan saya mengenai bank syariah, saya mulai memahami bahwa bank inilah yang cocok dengan saya khususnya karena saya seorang muslim yang tidak ingin terjerat dalam riba yang ternyata salah satunya ada dalam bunga bank di bank konvensional. Bank ini pun menawarkan banyak produk dan fasilitas yang menarik menurut saya.

Dengan akad mudharabah yang diusung dalam membuka rekening, menjadikan saya merasa tenang dan yakin bahwa sistem ini sesuai syariah. Saya pun merasakan kemudahan-kemudahan selama menjadi nasabahnya. Saya pun sudah pernah menggunakan fasilitas semacam asuransi syariah ketika menggunakan salah satu produk bank ini. Kemudahan-kemudahan yang saya rasakan menjadikan saya semakin percaya dan nyaman menjadi nasabah bank ini. Rekening saya di bank konvensional pun akhirnya saya tutup dan saya dengan mantab menggunakan rekening ini untuk transaksi-transaksi keuangan saya.

Seiring berjalannya waktu, ketika beberapa waktu lalu BSM bergabung dalam Bank Syariah Indonesia pun saya tetap merasakan kemudahan-kemudahan dan kenyamanan menjadi nasabahnya. Keluhan yang pernah saya alami pun ditanggapi dan direspon dengan cepat oleh petugas. Saya pun semakin mantab dan merasa tenang dengan rekening yang saya miliki di Bank Syariah ini. Semoga bank-bank syariah yang tergabung dalam Bank Syariah Indonesia semakin maju dan jaya dan semakin dicintai oleh para nasabahnya.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image