Generasi Milenial Pilar Utama Gerakan Filantropi

Image
Soleh
Agama | Tuesday, 11 May 2021, 21:58 WIB

JAKARTA Dalam meningkatkan ketakwaan selama bulan Ramadan, Radio Elshinta bersama Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) melaksanakan Program Dialog Interaktif Ramadhan. Acara tersebut disiarkan secara langsung melalui Radio Elshinta 90 FM serta kanal Youtube Radio Elshinta dengan durasi satu jam mulai pada pukul 3.00 dini hari.

Di pengujung Ramadhan pada puasa ke-29, Selasa (11/05), Radio Elshinta menghadirkan Emaridial Ulza yang merupakan dosen FEB Uhamka. Ulza dikenal sebagai dosen muda dan aktif dalam segala aktivitas kampus, organisasi, maupun kemasyarakatan.

Dalam kesempatan itu, Ulza membahas pentingnya membangun spirit filantropi bagi generasi milenial pasca Ramadhan yang harus terus dilaksanakan bukan hanya di bulan Ramadhan saja melainkan spirit filantropi ini harus ada pada bulan selanjutnya. Karena pada dasarnya, filantropi merupakan betuk kecintaan terhadap manusia diwujudkan dengan bentuk kegiatan santunan, bantuan hukum, advokasi, pemberdayaan ekonomi dan lain sebagainya, ujarnya.

Ulza menuturkan, filantropi merupakan gerakan baru bagi kaum milenial saat ini, walaupun pada dasarnya hadir dari dasar pemikiran Baitul Maal pada masa Rasulullah yang telah diperbaharui dengan konsep baru kekinian. Dengan hadirnya filantropi, masyarakat akan sangat terbantu karena gerakan filantropi dapat menghasilkan berupa ide, gagasan, bahkan bantuan yang nilainya bisa mencapai triliunan untuk disalurkan, ungkapnya.

Dia menambahkan, gerakan filantropi yang menjadi tren saat ini didorong dengan kekuatan anak muda, bukan sekadar modal tapi ada ide yang out of the box dan melintasi zaman.

Di sinilah filantropi hadir bagi kaum milenial, walaupun mereka tidak bisa memberi bantuan secara langsung kepada masyarakat, mereka dapat memberikan ide yang luar biasa sehingga dapat menghasilkan bantuan kepada masyarakat dengan jumlah yang tidak sedikit.

Bagi kaum milenial, kata dia, tidaklah sulit untuk bergabung dalam aktivitas filantropi. Dengan bergabungnya di filantropi akan memberikan dampak positif beribu pengalaman bahkan penghargaan yang begitu besar dari masyarakat bukan hanya sekadar ucapan terima kasih. Kaum milenial yang ingin bergabung cukup dengan melupakan sejenak keasikan bermain game, kekasih, serta yakinkan bahwa dirimu sangat diharapkan kehadirannya di masyarakat, kata Ulza.

Ulza juga menerangkan, di Uhamka saat ini telah memiliki lembaga filantropi yang hadir untuk memberikan kebermafaatan bukan hanya bagi mahasiswa di lingkungan Uhamka, melainkan juga bagi masyarakat di sekitar Uhamka. Lembaga filantropi kami bernama LKSFI atau Labolatorium Kewirausahaan Sosial dan Filantropi Islam yang saat ini berkantor di FEB UHAMKA, tutur Emaridial Ulza dalam akhir acara Dialog Interaktif bersama Elshinta.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Andai Pandemi Pergi, Tetap Jaga Kondisi Ini

Image

Andai Pandemi Pergi: Sebuah Nilai Paradoks

Image

Kuatkan Peran Perempuan, Yenny Wahid dan Kustini Sepakat Kembangkan Desa Damai

Image

Efektifkah Pembelajaran Daring di Masa Pandemi?

Image

Habis Pandemi Terbitlah Inovasi

Image

Berjuang Dan Mendidik Di Masa Pandemi

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image