7 Sunnah Puasa Ramadhan, dari Sahur Hingga Tinggalkan Nafsu

Image
acep my
Agama | Sunday, 17 Apr 2022, 05:24 WIB
Sunnah puasa Ramadhan - 2022

Sumber : Muslimcreed

7 Sunnah Puasa Ramadhan, Dari Sahur Hingga Meninggalkan Nafsu

Selama Ramadhan, banyak sekali sunnah yang sangat penting yang bisa dilakukan, mulai dari sahur hingga meninggalkan syahwat dan syahwat. Berikut beberapa puasa sunnah di bulan Ramadhan berdasarkan kitab Bekal Ramadhan karya Ahmad Zarkasih, Lc.

1. sahur

Sahur adalah sunnah untuk berpuasa. Seperti yang disabdakan Rasulullah SAW bahwa makan sahurlah, karena sahur itu berkah. Makan sahur tetap sunnah meski hanya dengan segelas air.

2. Mengakhiri Sahur

Mengakhiri makan sebelum fajar adalah sunnah. Makan sahur tidak baik jika dilakukan terlambat, padahal tidak dilarang. Amalan makan sahur yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW adalah menjelang subuh. Manfaat mengakhiri sahur antara lain:

1) Mempersingkat Waktu untuk Tahan Lapar

Selama berpuasa, umat Islam harus menahan nafsu makan mereka seperti makan, minum dan emosi. Dari fajar hingga senja. Oleh karena itu, manfaat dari mengakhiri waktu makan adalah dapat mempersingkat jeda waktu menahan rasa lapar.

Situasinya berbeda, seperti ketika kita sahur setelah melaksanakan shalat tarawih karena malas untuk bangun, atau bahkan tengah malam pada pukul satu atau dua. Tentu saja jika sahur terlalu dini bisa membuat kita lebih cepat lapar daripada makan menjelang subuh.

Waktu tubuh manusia untuk mencerna makanan adalah 4 sampai 6 jam, jadi jika kita makan sahur menjelang fajar, waktu untuk menahan makanan semakin singkat karena semakin mendekati waktu terbenamnya matahari.

2) Tetap Fokus dan Jangan Mengalihkan Aktivitas

Jika kita sarapan terlalu pagi, bisa membuat kita cepat lapar. Jika perut terasa lapar maka saat puasa aktivitas bisa terganggu karena tidak fokus mengerjakan pekerjaan. Baik aktivitas di tempat kerja, rumah, maupun di sekolah, tentunya menguras banyak tenaga dan tenaga.

Padahal selama berpuasa dianjurkan untuk tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Hal ini dapat memperkaya pahala di bulan Ramadhan. Bermalas-malasan seharian justru membuat waktu puasa terasa lebih lama dibandingkan saat Anda beraktivitas. Oleh karena itu, jangan sampai Anda melewatkan manfaat berbuka sahur.

3) Menghindari Masalah Kesehatan

Salah satu manfaat paling penting dari mengakhiri sahur adalah membuat Anda tetap terjaga setelah sahur. Setelah sahur sebenarnya tidak dianjurkan untuk kembali tidur. Hal ini dikarenakan banyak kerugian yang bisa didapat akibat membiasakan diri tertidur setelah sahur. Salah satunya adalah gangguan pencernaan.

Jika Anda tertidur, membuat makanan yang telah dikonsumsi saat sahur sulit untuk dicerna. Akhirnya nutrisi yang masuk ke dalam tubuh tidak terserap secara maksimal. Seiring waktu, kondisi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan. Nutrisi yang tidak terserap dengan baik juga bisa membuat kita merasa lemas saat berpuasa

3. Percepat Buka Puasa

Menyegerakan berbuka sebelum salat Maghrib adalah sunnah. Bahkan jika itu hanya seteguk air atau kurma. Dari Sahl bin Saad bahwa Nabi SAW bersabda, “Umatku masih dalam kebaikan selama mereka mengutamakan berbuka.” (HR Bukhari dan Muslim).

4. Memberi Makan Orang Berbuka Puasa

Memberi makan orang yang berbuka sangat dianjurkan, meskipun hanya seteguk air atau kurma. “Barangsiapa memberi makan (ketika berbuka) untuk orang yang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang diberi makan tanpa dikurangi sedikitpun dari pahalanya.” (HRAt-Tirmizy, An-Nasai, Ibn Majah, Ibn Hibbandan Ibn Khuzaemah).

5. Membaca Al-Qur'an

Bagi orang yang berpuasa, khususnya puasa Ramadhan, adalah sunnah untuk lebih banyak membaca Al-Qur'an. Jibrilalaihissalam datang kepada Nabi Muhammad SAW setiap malam di bulan Ramadhan dan mengajarinya Al-Qur'an. (HR Bukhari dan Muslim).

6. Perbanyak Sedekah

Meningkatkan sedekah sangat sunnah ketika kita berpuasa. “Rasulullah SAW adalah orang yang sangat dermawan dengan sedekah. Tetapi ketika dia paling dermawan adalah di bulan Ramadhan ketika dia bertemu Jibril. (HR. Bukhari dan Muslim)

7. Meninggalkan Nafsu dan Nafsu

Ada nafsu dan keinginan tertentu yang tidak membatalkan puasa, seperti menikmati wewangian, melihat sesuatu yang menyenangkan dan halal, mendengarkan dan menyentuh. Meskipun pada dasarnya tidak membatalkan puasa saat berada di koridor syar'i, namun meninggalkannya adalah sunnah.

Link Artikel : 7 Sunnah puasa Ramadhan

Kunjungi juga : Amysite

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

0

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

PK Bapas Purwokerto Tindaklanjuti Usulan Pembebasan Bersyarat

Image

Pastikan Kondisi Aman, Petugas Rutan Jepara Rutin Lakukan Trolling

Image

Pembayaran Pajak Sarang Burung Walet Menuai Pro dan Kontra

Image

Mengenal Apa Itu Delik Pers. Apakah Hanya Berkutat Pada Kesalahan Pers?

Image

Kunjungi Rutan Jepara, Ustadz Abdurahman Berikan Tausiyah Kepada Ratusan WBP

Image

Gelar Yasinan Rutin, Kalapas Brebes : Intropeksi Diri Sarana Jadi Pribadi Baik

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image