Arti Penting Merger Bank Syariah Indonesia (BSI)

Image
Zulfikar Hasan
Bisnis | Wednesday, 05 May 2021, 10:51 WIB
#retizencompetition

Indonesia merupakan salah satu Negara dengan populasi Muslim terbesar dunia, tidak heran saat ini Indonesia bisa dijadikan salah satu Negara yang mempunyai potensi yang cukup besar berkaitan dengan industry halal. Ketika kita berbicara tentang industry halal, dewasa ini sektor halal banyak memainkan peranan disebuah Negara terutama bisa menjadi sumber pendapatan Negara. Meskipun industry halal mempunyai perkembangan yang cukup baik di luar negeri, tetapi di Indonesia masih di dominasi dengan pangan dan juga kosmetik. Padahal masih banyak potensi sektor halal yang dapat dikembangkan lebih baik dan lebih lanjut, seperti fashion, pariwisata, farmasi, keuangan dan lain sebagainya. Ketika industry halal dapat memberikan impak yang cukup baik bagi Negara tentu peran dari Perbankan syariah di Indonesia sangat diperlukan.

Eksistensi Perbankan Syariah di Indonesia untuk dapat memberikan impak kepada sektor halal di negeri ini masih belum maksimal, Karena masih banyak factor penentu kenapa perbankan syariah kita masih belum memberikan impak yang cukup besar. Salah satu nya adalah ketersediaan modal atau capital di perbankan syariah itu sendiri, Karena masih sangat kecil bila di bandingkan dengan perbankan konvensional. Langkah konkrit yang dilakukan oleh Pemerintah untuk membuat ekspansi perbankan syariah Indonesia bisa berkembang adalah dengan diterbitkannya Roadmap Pengembangan Perbankan Syariah Indonesia 2020-2025. Dimana secara umum roadmap itu menitikberatkan kepada 3 pilar utama yang menjadi tujuan agar perbankan syariah Indonesia dapat memberikan impak yang lebih besar kepada sektor ekonomi Indonesia. Pilar pertama lebih menekankan Penguatan Identitas Perbankan Syariah, pilar kedua Sinergi Ekosistem Ekonomi Syariah dan pilar ketiga adalah Penguatan Perizinan, Pengaturan, dan Pengawasan. Ketiga pilar ini merupakan cikal bakal dari dibentuknya PT. BSI untuk memperkuat sektor keuangan Syariah di Indonesia. Bukan tanpa alasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat tiga pilar ini menjadi tujuan untuk lima tahu kedepan bagi sektor perbankan syariah Indonesia. Roadmap ini diterbitkan merupakan kelanjutan daripada Roadmap 2015-2019 yang pada akhirnya telah membuat salah satu langkah pasti dengan dibentuknya PT. Bank Syariah Indonesia (BSI) pada Februari 2021. Ini merupakan salah satu hal yang cukup baik bagi sektor perbankan syariah Indonesia karena banyak sekali faktor yang dapat dijadikan kekuatan dan keuntuangan dari dimergernya 3 Bank Umum Syariah ini. Salah satu hal yang mendorong dari terbentukknya PT. BSI dari merger ketiga Bank BUMN Syariah yaitu bisa menjadikan momentum besar dalam mengoptimalkan pasar syariah di dalam negeri yang selama ini belum tergarap secara maksimal.

Tiga bank BUMN Syariah sebelum di merger menjadi bank PT. Bank Syariah Indonesia mempunyai karakteristik, kekuatan dan kinerja yang berbeda beda. Bank Mandiri Syariah (BSM) sebelum di merger menjadi PT. BSI merupakan bank syariah terbesar di Indonesia dengan laba bersih di akhir tahun 2020 naik 12,15 persen mencapai Rp 1,43 triliun secara tahunan (year on year/yoy), selain kekuatan BSM pada pembiayaan consumer yang meningkat cukup baik yaitu 29.13 persen selama tahun 2020. Bank BRI Syariah dengan total aset tercatat mencapai Rp57,7 triliun atau meningkat 33,8 persen YoY. Pembiayaan bank ini mencapai Rp 40 triliun atau tumbuh mencapai 46,24 persen YoY. Sedangkan BNI Syariah bisa membukukan laba bersih perusahaan mencapai sekitar Rp 387 miliar. Hal ini tak lain ditopang oleh pertumbuhan aset BNI Syariah yang tumbuh di kisaran 19,3 persen dengan posisi Rp 52,4 triliun. Dengan penggabungan bank syariah ini, nantinya aset yang dimiliki mencapai Rp225 triliun. Tidak hanya itu, bank syariah ini juga akan memiliki kantor cabang sebanyak 1.200 di seluruh Indonesia. Dengan aset tersebut diharapkan marger ini bisa kompetitif baik di dalam negeri maupun global. Penggabungan ketiga bank ini mempunyai porsi yang berbeda beda yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) 51,2 persen, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) 25,0 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 17,4 persen, DPLK BRI - Saham Syariah 2 persen dan publik 4,4 persen. Penggabungan ini juga membuat PT. BSI menjadi bank terbesar ke tujuh di Indonesia jika di lihat dari aset perbankan. Nantinya pemerintah menargetkan PT. BSI menjadi salah satu bank syariah terbesar di dunia jika di lihat dari kapitalisasi pasar. Tidak mengherankan kalau Pemerintah Indonesia ingin menjadikan PT.BSI ini menjadi salah satu bank syariah paling kompetitif di Indonesia dan bahkan di dunia, selain dapat bersaing dengan perbankan konvensional yang lebih dahulu memainkan peranan yang maksimal di sektor ekonomi Indonesia.

Ketika kita berbicara mengenai indeks literasi dan inklusi keuangan syariah Indonesia masih dikatakan sangat rendah bila di bandingkan dengan keuangan konvensional. Salah satu factor nya adalah kurang nya perhatian Pemerintah dalam membuat perbankan syariah lebih di kenal oleh masyarakat, tetapi sekarang Pemerintah sudah dapat mengambil contoh dari Negara Negara muslim di dunia dan bahkan Negara non muslim yang telah mengembangkan sektor keuanga syariah agar dapat bersaing dengan keuangan pada umum nya. Berdasarkan survey dari Otoritas Jasa Keuangan, indeks literasi dan inklusi keuangan syariah Indonesai terutama perbankan syariah masih cukup rendah, yaitu di bawah 10 persen, saya fikir ini merupakan hal yang sangat miris karena perbankan syariah Indonesia sudah hampir 30 tahun lebih bergerak bersama perbankan konvensional dalam sektor ekonomi Indonesia. Kepedulian pemerintah merupakan salah satu hal yang sangat penting terutama bagi ulama, praktisi dan akademisi keuangan syariah karena bisa dipandang salah satu sektor yang cukup baik perkembangnya meski diterpa isu isu seperti krisis moneter, pandemi dan sebagainya.

Kita kembali kepada PT. BSI, yang baru saja diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada bulan Februari 2021, dan ini merupakan pengalaman yang cukup berkesan kepada semua stakeholder perbankan syariah karena merupakan pertama kali nya Pemerintah menggabungkan Bank BUMN Syariah menjadi satu. Meger ketiga Bank BUMN Syariah Indonesia ini merupakan hal yang sangat penting ketika pemerintah Indonesia ingin menjadikan pangsa pasar keuangan syariah Indonesia lebih maksimal dan dapat bersaing dengan keuangan konvensional. Market share perbankan syariah Indonesia masih di bawah 10 persen diman artinya andil dari ekonomi syariah di Indonesia masih sangat rendah, seperti pemberian pembiayan kepada nasabah, pembayaran gaji, join proyek bersama pemerintah dan lain sebagainya. Saya melihat bawah perbanakan syariah di Indonesia masih belum dapat mengembangkan sektor usahanya di dunia Internasional, Karen masih berfokus kepada bisnis dalam negeri seperti pemberian pembiayaan kepada nasabah individual dan masih belum banyak menyalurkan pembiyaan kepada nasabah perkelompok seperti perusahaan dan usaha yang lebih besar selain kurangnya penyaluran dana kepada proyek pemerintah.

Ketika kita berbicara arti penting merger ketiga bank BUMN Syariah menjadi PT. BSI merupakan hal yang sangat penting bagi sektor keuangan Indonesia terutama sektor keuangan syariah, karena merupakan cita-cita sebagai pusat gravitasi ekonomi syariah dunia, selain dijadikan indikator didalam penilaian lembaga internasional tentang keuangan syariah dan industri halal. Selain itu juga bisa memberikan rasa lega kepada masyarakat bahwa bank syariah Indonesia bisa dikenal dengan ekosistem yang sesuai dengan prinsip prinsip syariah.

Energi baru juga telah muncul di sektor ekonomi Indonesia selain untuk memperlihatkan kepada dunia Internasional bawah system perbankan Indonesia sangat kuat dari segi fundamental dan telah di dukung sepenuhnya oleh Pemerintah Indonesia. Ketika kita berbicara tentang fundamental dari perbankan syariah, tidak pernah lepas dari kinerja perbankan syariah itu sendiri, dan ini telah di buktikan bawah ketiga bank BUMN Syariah ini mempunyai kinerja yang cukup baik dan mempunyai kekuatan untuk dapat ditingkatkan ketika digabungkan menjadi PT. BSI. Bagi pemerintah ini merupakan hal yang cukup baik dan dapat mendorong minat masyarakat Indonesia untuk menabung dan membuat pinjaman pembiayaan dengan system syariah yang telah sesuai dengan Al-Quran dan Hadits. Merger ketiga bank BUMN Syariah ini juga telah membuktikan kepada dunia internasional bawah Indonesia mampu membuat langkah jelas meski di tengah wabah pandemi COVID19 yang melanda dunia, tetapi Indonesia berani membuat gebrakan baru untuk perbankan syariah Indonesia. Pemerintah juga ingin menjadikan PT.BSI ini sebagai barometer perbankan syariah di Indonesia mahupun di luar negeri dan harus menciptakan inovasi inovasi yang terbaik agar dapat menarik minat masyarakat untuk menabung di PT.BSI. Berdasarkan laporan The State of Global Islamic Economy Report 2019-2020, Indonesia menduduki peringkat ke-5 dari 73 negara sebagai ekonomi syariah terbesar di dunia, ini merupakan faktor di merger nya ketiga bank BUMN Syariah agar Indonesia bisa memainkan peran yang cukup baik di dunia internasional.

Banyak faktor penting dari di mergernya 3 bank syariah menjadi PT. Bank Syariah Indonesia. Pertama lebih efisien dalam operasional perbankan. Efisiensi perbankan merupakan salah satu indikator kinerja Perbankan. Selain dapat mengukur kinerja keseluruhan dari aktivitas perbankan serta penggunaan input yang terendah untuk mencapai jumlah output yang maksimal. Karena efisiensi perbankan itu akan berkaitan dengan total aset, tipe kepemilikan bank, Capital Adequacy Ratio, Loan Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loans (NPL) dan beberapa indikator.

Kedua mempunyai prospek yang baik kedepannya, karena beberapa sektor akan berpindah untuk pembayaran gaji pegawai atau swasta kepada perbankan syariah ke depannya, selain itu juga perbankan syariah akan di masukkan sebagai skala prioritas pemerintah untuk menggenjot market share perbankan syariah yang masih di bawah 10 persen.

Ketiga, aset bank syariah makin besar dan kuat. Karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa aset PT. BSI ini Rp. 225 Triliun dimana telah mengantarkan PT.BSI sebagai bank terbesar ke-7 di Indonesia dari segi aset. Ini tentunya akan memberikan impak yang cukup baik untuk ekspansi usaha PT.BSI ke seluruh pelosok negeri.

Keempat, bank hasil merger ini memiliki potensi 10 bank syariah teratas secara global berdasarkan kapitalisasi pasar. Dimana kita ketahui perbankan syariah dunia masih di dominasi Negara arab dan juga Malaysia, makanya Indonesia harus menggunakan peluang dan kesempatan ini untuk dapat bisa bersaing dengan perbankan syariah dunia lainnya dengan membuat berbagai macam inovasi yang mampu memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan syariah.

Kelima, akan memiliki produk yang lengkap. Dikarenakan sebelum di merger menjadi PT.BSI, ketiga bank ini sudah mempunyai kekuatan dan karakteristik yang berbeda, ketika di satukan akan membuat produk lebih bervariasi dan melengkapi satu dengan yang lainnya, tetapi tetap 1 bank yaitu PT.BSI.

Fitch Ratings juga telah membuat survey bahwa hasil merger ini akan berpotensi untuk menciptakan juara perbankan syariah nasional yang dapat bersaing dengan bank konvensionalHal ini akan memberikan dorongan yang signifikan bagi sektor syariah, yang tetap menjadi kontributor kecil bagi industri perbankan secara keseluruhan (sekitar 6% dari aset sistem) dengan kinerja keuangan yang biasanya tertinggal dari rekan-rekan konvensionalnya, meskipun terdapat potensi pertumbuhan yang signifikan.

Fitch meyakini bahwa merger memiliki potensi signifikan untuk meningkatkan efisiensi dan meningkatkan daya saing bank, dibantu oleh profil dan sinergi perusahaan yang lebih kuat. Efisiensi biaya operasional yang dapat dihasilkan mencakup biaya pemasaran dan TI, dan rasionalisasi cabang di lokasi di mana dua atau tiga bank terwakili. Bahkan memungkinkan untuk beberapa perampingan, merger harus menghasilkan jaringan cabang yang lebih luas dan waralaba deposito yang lebih kuat, membantu menurunkan biaya pendanaan dan memungkinkan bank baru untuk menawarkan produk dan layanan yang lebih kompetitif kepada pelanggan. Sinergi lain dapat muncul dari kombinasi basis nasabah BRIS yang sebagian besar adalah UKM dengan portofolio pembiayaan BSM dan BNIS yang sebagian besar didominasi perusahaan.

Pemerintah berupaya untuk mengkonsolidasikan sektor perbankan syariah Indonesia dengan tujuan untuk melayani populasi Muslim terbesar di dunia dengan lebih baik. Penggabungan yang berhasil akan menciptakan bank terbesar ketujuh di Indonesia dengan aset sekitar USD14,5 miliar, terhitung sekitar 2% dari aset sistem. Entitas baru ini akan menjadi bank syariah yang dominan di sektor ini, dengan sekitar 40% dari total aset perbankan syariah.

Kinerja bank syariah Indonesia umumnya lebih lemah daripada bank konvensional mereka, terseret oleh biaya pendanaan yang lebih tinggi, operasi yang tidak efisien, standar penjaminan yang lebih lemah, dan seringkali pengetahuan yang buruk tentang produk dan layanan yang tersedia di antara calon pelanggan. Peminjam Indonesia biasanya berfokus pada biaya - daripada prinsip agama - dalam pilihan penawaran mereka, dengan bank konvensional besar yang memiliki waralaba simpanan yang lebih kuat menikmati keuntungan yang signifikan dibandingkan bank syariah sebagai hasilnya.

Indeks literasi keuangan syariah Indonesia masih sangat rendah bila di bandingkan dengan keuangan konvensional, pada tahun 2019 berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan, indeks literasi keuangan syariah masih di bawah 10 persen ini artinya pengetahuan masyarakat Indonesia masih dinilai cukup rendah, Negara yang maju bisa dilihat dari indeks literasi keuangan nya, Karena masyarakat nya rajin membaca dan mempunyai pengetahuan tentang keuangan. Indonesia masih bisa terus melalukan berbagai upaya agar indeks literasi terus meningkat terutama di daerah pedesaan, ini artinya dengan berdirinya PT.BSI akan membuat perbankan syariah makin di kenal. Karena PT.BSI telah mempunyai cabang, cabang pembantu dan unit di setiap kabupaten kota di seluruh Indonesia. Tugas yang harus di buat oleh manajemen PT.BSI adalah memberika sosialisasi da seminar yang berkaitan dengan perbankan syariah selain mempunyai alokasi dana yang memadai untuk menjalankan kegiatan tersebut.

Peran dari staf PT.BSI Juga sangat penting, karena untuk mensosialisasikan produk produk, jasa dan pembiyaan bank syariah diperlukan sumber daya manusia yang mampu dan faham tentang perbankan syariah, ini merupakan point penting untuk tetap eksis di dunia perbankan. Sumber daya manusia di PT.BSI sebaiknya selalu di improve seperti sering melakukan pelatihan, workshop, kuliah umum dan sebagainya. Ini sangat diperlukan untuk membentuk karakter bagi staff PT.BSI agar pengetahuan tentang perbankan syariah atau ekonomi syariah tetap terjaga dan dapat di fahami.

Peningkatan kualitas pelayanan nasabah juga harus di permudah dengan memberikan berbagai macam fitur dan inovasi agar dapat mempermudah nasabah melakukan transaksi, salah satu contohnya didalam penggunakan Mobile banking, jadi didalam aplikasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan informasi rekening nasabah, tetapi juga lebih dari itu seperti pengetahuan tentang perbankan syariah dan ekonomi syariah, pembayaran zakat, informasi kurs mata uang, Tanya jawab dengan pakar ekonomi syariah dan lain sebagainya. Sebenarnya itu semua bisa dilakukan asal mempunyai komitmen yang tinggi agar PT.BSI dalam terus konsisten memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah. Pelayanan kepada nasbaha tidak hanya berkaitan dengan kemudahan yang diberikan tetapi juga mempermudah nasabah mendapatkan akses tentang ilmu perbankan syariah, misalnya mengenai sosialisasi dimana nasabah PT.BSI mendapatkan kemudahan antar jemput ke tempat sosialisasi, ini merupakan salah satu hal kecil yang dapat di terapkan oleh PT.BSI agar nasabah nya tetap royal menabung dan melakukan transaksi keuangan. Dari hal kecil seperti ini nasabah akan merasa di perlakukan dengan baik yang tidak hanyak ketika melakukan transaksi tetapi juga selepas selesai melakukan transaksi.

Menjadi pusat ekonomi syariah dunia bukanlah cita cita yang tidak bisa di realisasikan oleh pemerintah, karena di perlukan berbagai langkah yang menantang yang harus di tempuh. PT.BSI telah di bentuk dengan struktur baru dan bank hasil merger ini akan lebih gesit dan mampu menjawab tantangan dan segala kebutuhan masyarakat, nasabah dan pelaku usaha di Indonesia. Selain itu juga PT.BSI sangat memerlukan staf dan manajemen oleh para professional dan berpengalaman di bidang perbankan syariah dan dapat membantu mewujudkan mimpi yang telah menjadi cita cita pemerintah Indonesia.

PT.BSI tidak bisa berkembanga dengan baik ketika tidak di bantu oleh beberapa sektor, penulis akan memberikan gambaran sektro industry halal yang sangat berkaitan rapat dengan perbankan syariah. Pada era globalisasi industry halal dunia telah menunjukkan trend yang cukup baik dan meningkat meski di terpa berbagai permasalahan seperti pandemic COVID19 yang telah membuat semua Negara di dunia mengalami kesulitan didalam menangani wabah ini. Sektor industry halal dapat berkembang cukup baik seperti dapat meningkatkan kualitas produk halal. Barangkali hikmah dari adanya pandemi Covid-19 ini adalah umat Islam akan semakin peduli pada aspek kesehatan produk termasuk higienitas dan manfaatnya. Hal ini tentu akan berdampak baik pada pengembangan produk halal di masa yang akan datang. Karena itu, perlunya menjaga simbol-simbol dan label halal dari penggunaan yang tidak sesuai. Sebab, banyak contoh produk dan jasa yang menggunakan label halal dan dilekatkan dengan kehalalan tetapi justru berkualitas rendah, dan tidak terjamin.

Produk halal adalah produk-produk yang dinyatakan halal sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Industri produk halal merupakan bagian dari ekonomi syariah yang dikembangkan pemerintah sejak sekitar tiga dasawarsa terakhir. Di dalam perkembangannya, ekonomi syariah terlebih dulu menyentuh sektor jasa, yakni jasa keuangan. Perbankan syariah mulai menggeliat sejak 1990-an. Tepatnya pada 1992, industri ini memasuki babak awal perjalanan ditandai berdirinya bank umum syariah pertama di Indonesia, yakni Bank Muamalat. Sampai dengan Januari 2019, jasa keuangan syariah bisa meraup pangsa 6,8 persen. Angka ini mungkin tampak kecil, tetapi sebetulnya terus menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Pemerintah juga mendirikan otoritas khusus salah satunya Badan Penyelenggara Penjaminan Produk Halal. Kehadiran BPJPH bertujuan mengakomodasi potensi pasar produk halal domestik yang terbilang besar, sejalan dengan menguatnya kecenderungan beragama penduduk Indonesia. Potensi perkembangan ekonomi syariah terutama didukung kesadaran masyarakat muslim Indonesia terhadap konsumsi barang dan jasa halal. Halal Economy and Strategy Roadmap 2018 menyebutkan, total konsumsi barang dan jasa halal Indonesia pada 2017 sekitar US$ 218,8 miliar. Jumlah ini diperkirakan terus tumbuh rata-rata sebesar 5,3 persen dan mencapai US$ 330,5 miliar pada 2025 mendatang.

Kerjasama di atas sangat di perlukan oleh PT.BSI mengingat perbankan syariah yang di bentuk ini merupakan perbankan syariah baru yang tentunya di perlukan berbagai terobosan dan dukungan dari pemerintag agar tetap mempunyai kinerja yang sehat yang dapat membantu Indonesia untuk meningkatkan pangsa pasar perbanka syariah. Ketika pemerintah telah membuat roadmap pengembangan perbankan syariah 2015-2019 dan 2020-2025 ini telah memberikan bukti bahwa pemerintah semakin peduli dan ingin menjadikan keuangan syariah sebagai prioritas utama di bidang keuangan, ini tidak hanya akan berdampak bagi pemerintah itu sendiri tetapi juga kepada nasabah yang ingin menjadikan amal kebaikan yang tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat.

Selama pandemic COVID19 ini ada beberapa sektor yang tetap mengalami pertumbuhan yang baik, ketiga sektor itu adalah keuangan syariah, makanan dan minuman syariah dan fashion. Ini terbukti bahwa keuangan syariah akan tetap kebal terhadap pandemic COVID19 karena system yang telah di terapkan pada keuangan syariah terutama perbankan syariah yang bebas riba dan menggunakan system bagi hasil bagi nasabahnya.

Jadi sekali lagi, merger ketiga bank BUMN Syariah ini merupakan hal yang sangat penting sesuai dengan penulis jelaskan di atas, dan semua usaha dan cita cita dari pemerintah terhadap PT.BSI ini tidak akan berjalan dengan baik kalau seanadainya tidak di dukung sepenuh nya oleh semua stakeholder perbankan syariah. Perbankan syariah yang ingin mengembangkan usahanya harus dapat memberikan berbagai terobosan dan keberanian daripada manajemen PT.BSI selain memberikan berbagai produk yang menarik dan mudah di gunakan oleh nasabah. Karena kebanyakan masyarakat di pedesaan masih belum familiar dengan perbankan syariah karena masih sangat baru, dan yang sangat menyedihkan ada beberapa lembaga seperti perguruan tinggi Islam yang masih menggunakan perbankan konvensional didalam melakukan transaksi keuangan, seperti pembayaran gaji, pembayaran uang semester dan transaksi lainnya. Saya kira alangkah baiknya melakukan kerjasama dengan perbankan syariah untuk dapat meningkatkan indeks literasi keuangan syariah di kalangan mahasiswa dan juga akademisi. Semua ini bisa di laksanakan dengan memberikan sosialisasi terlebih dahulu kepada perguruan tinggi dan pihak perbankan dapat memberikan ilmu dimana praktisi perbankan syariah yang langsung memberikan ilmu tentang bagaimana perbankan syariah itu berbeda dengan perbankan konvensional. PT. BSI juga dapat memberikan berbagai beasiswa kepada mahasiswa berprestasi agar dapat meningkatkan keaktifan mereka didalam proses belajar mengajar.

Dosen Perbankan Syariah STAIN Bengkalis Riau

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Langkah Mempercepat Vaksinasi Covid-19 di Indonesia

Image

Covid-19: Antara Pemilu, Nikah, Mudik 2021

Image

[Breaking News] Ustadz Tengku Zulkarnain Wafat

Image

Salman Aristo: Apa yang Kau Cari, Produser?

Image

Antusiasme Warga Sumedang Sambut Lebaran 2021 di Tengah Pandemi Covid-19

Image

Ramadhan Tinggal Menghitung Hari, Mari Raih Kemenangan Hakiki

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@rol.republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image