13 Tips Jalan-Jalan Gratis ke Luar Negeri

Image
Elba Damhuri
Wisata | Saturday, 24 Apr 2021, 21:21 WIB
Millenium Bridge di Newcastle upon Tyne Inggris utara. Jembatan Milenium ini menjadi ikon Newcastle. Foto diambil dan dimiliki oleh Elba Damhuri

Bukan mimpi bisa jalan-jalan gratis ke luar negeri. Siapapun bisa melakukannya. Modalnya simpel: Anda hanya perlu berusaha sedikit keras saja.

Di bawah ini diuraikan sejumlah cara untuk bisa jalan-jalan gratis di negeri orang berdasarkan pengalaman banyak orang Indonesia dan sejumlah teman mahasiswa dan aktivis asing.

1. Kejar Beasiswa Sekolah atau Kuliah

Beasiswa kuliah ke luar negeri menjadi salah satu cara terbaik untuk bisa jalan-jalan ke luar negeri. Beruntung, jika beasiswa itu diraih di benua yang jarak antar-nnegaranya dekat, seperti Eropa, Timur Tengah, dan Asia.

Di Indonesia, banyak negara menawarkan beasiswa kuliah S1, S2, dan S3. Amerika Serikat (AS), Australia, Inggris, Belanda, Mesir, Arab Saudi, Italia, Prancis, Selandia Baru, Jerman, Jepang hingga Cina menawarkan beasiswa-beasiswa tersebut.

Anda harus mengikuti sejumlah tahapan seleksi untuk bisa lolos beasiswa ini. Yang paling sulit adalah seleksi beasiswa ke AS dan Inggris. Yang lainnya relatif tidak terlalu sulit, tetapi tidak mudah juga.

Kemampuan berbahasa Inggris menjadi catatan wajib, terkecuali untuk sejumlah negara seperti Mesir dan Rusia.

Jika Anda tertarik ke AS, silakan klik situs Usaid. Jika Inggris tujuan kuliah Anda, buka situs British Council atau kedutaan besar Inggris atau cari di google Chevening Awards. Belanda cari di NEC, sementara Jerman coba telusuri di DAAD.

Jadwal kuliah dengan jumlah liburan yang cukup panjang membuat kita bisa merencanakan perjalanan ke sejumlah tempat di negara itu atau negara-negara tetangganya.

Jika Anda mendapat beasiswa kuliah S2 di Inggris, di liburan musim panas atau musim dingin bisa travel ke beberapa tempat, dari Irlandia hingga Skotlandia. Atau Anda bisa mampir di sejumlah negara Eropa.

Uang beasiswa dari beberapa negara terhitung sangat cukup untuk bisa melakukan perjalanan tersebut. Memang, tidak semua beasiswa kuliah S2 atau S3 diberi uang yang besar. Dalam hal ini, Anda harus lebih irit dalam kehidupan sehari-hari sambil terus menabung.

Pemerintah Indonesia juga menawarkan beasiswa kuliah S2 dan S3 ke luar negeri. Syaratnya, Anda harus seorang dosen atau pengajar. Untuk profesi lain memang terbuka, tetapi pemerintah lebih mementingkan pengajar di kampus.

Ada ribuan kesempatan tawaran kuliah di luar negeri dari Pemerintah Indonesia. Persoalannya, uang saku yang diberikan pas-pasan. Jadi, untuk bisa jalan-jalan, Anda harus memenej uang itu dengan sangat baik.

2. Kejar Program Fellowship/Kursus Singkat

Tawaran ikut program singkat di luar negeri sudah bejibun jumlahnya, baik yang datang dari Amerika, Eropa, Timur Tengah, hingga Australia. Anda tinggal menentukan minat saja.

Belanda menawarkan banyak program fellowship buat remaja dan pemuda Indoensia. Begitu juga Pemerintah dan lembaga non-pemerintah AS. Inggris setiap tahun mengundang pemuda/pelajar Indonesia berkunjung ke negeri Ratu Elizabeth itu.

Begitu juga Malaysia, Cina, Jepang, hingga Rusia. Program pertukaran menjadi cara murah untuk bisa jalan-jalan ke luar negeri.

Anda harus mengikuti sejumlah tes untuk bisa lolos program ini. Lagi-lagi, Bahasa Inggris menjadi modal dasar untuk bisa mengikuti tes ini.

Saya pernah menjadi guide pelajar-pelajar SMP Indonesia saat berkunjung ke sejumlah kota di Inggris pada 2008. Banyak waktu luang buat para pelajar itu untuk menikmati kota-kota di Inggris.

3. Program Sister City

Bagi kota-kota di Indonesia yang memiliki kerja sama khusus (sister city) membuka peluang bagi warganya untuk mengikuti pertukaran pemuda dan pelajar. Anda tinggal cek di kota Anda, apakah termasuk yang memiliki program sister city atau tidak.

Pemerintah mengumumkan akan mengirim sejumlah orang ke kota yang menjadi kembarannya itu, yang merupakan peluang besar untuk bisa jalan-jalan gratis.

4. Jalur Promo Wisata Negara

Pariwisata menjadi andalan ekonomi banyak negara. Tak heran jika sejumlah negara sahabat menawarkan program berhadiah jalan-jalan dan mengeksplorasi negeri itu kepada warga Indonesia.

Hong Kong, Malaysia, Cina, AS, Inggris, Jepang, Makao, hingga Thailand sering melakukan program hadiah ini. Kita hanya menjawab sejumlah pertanyaan di situs-situs internet perwakilan mereka. Biasanya, mereka promo lewat media massa.

Pemerintah bersangkutan akan membiayai seluruh perjalanan kita, termasuk makan, uang saku, dan akomodasi.

Anda tinggal rajin-rajin memanteng situs-situs wisata negara-negara yang sering menggelar program itu.

5. Tuntutan Profesi

Anda bisa jalan-jalan gratis karena tuntutan profesi. Wartawan, dokter, akuntan, PR, tenaga pemasar, hingga teknisi memiliki kesempatan besar pergi ke luar negeri.

Kantor mereka yang membiayai semua perjalanan itu. Jadi, sambil menjalankan tugas kantor, Anda bisa menikmati suasana dan sensasi negara yang Anda tuju.

Tapi Anda tidak perlu bermimpi menjadi anggota DPR untuk bisa jalan-jalan gratis. Yang ada, rakyat malah mengkritik habis Anda. Tapi Anda bisa jadi atlet.

Ini menjadi salah satu jalan-jalan gratis paling mudah yang bisa kita lakukan dibandingkan harus mengejar beasiswa atau kursus singkat maupun lomba.

6. Hadiah Lomba ke Luar Negeri

Tidak sedikit perusahaan di Indonesia yang menawarkan hadiah jalan-jalan ke luar negeri. Eropa, AS, dan Asia Timur menjadi pilihan utama.

Ini soal keberuntungan memang. Jika beruntung, Anda bisa terpilih lewat undian memenangi lomba itu. Anda bisa pergi jalan-jalan gratis.

7. Jalur Lembaga Internasional

Ada ratusan lembaga nasional dan internasional yang menawarkan perjalanan gratis untuk Anda ke seluruh dunia. Anda hanya cukup menjadi sukarelawan di lembaga itu.

PBB, misalnya, memiliki United Nations Volunteers (UNV, http://www.unv,org), yang merupakan organisasi sukarelawan. Mereka menaungi orang-orang yang siap diterjunkan di negara-negara yang baru saja terkena bencana untuk membantu perbaikan ekonomi maupun kesehatan lingkungan.

Anda bisa juga mencoba aktif di organisasi lingkungan dunia seperti WWF atau Oxfam yang membuka peluang ke luar negeri gratis. Atau lembaga ekonomi-politik maupun yayasan-yayasan sosial pendidikan.

Anda tinggal searching di internet terkait lembaga-lembaga itu.

8. Memiliki Karya/Peran

Jika Anda berkarya dalam bidang apapun, langkah ke luar negeri gratis terbuka lebar. Misalnya, Anda seorang pegiat lingkungan atau pecinta buku dan menjadi volunter di sejumlah daerah.

Lembaga-lembaga asing sangat menghormati orang-orang seperti ini. Mereka tidak segan-segan mengundang Anda datang ke negerinya, untuk memaparkan dan berbagi pengalaman dengan orang-orang di negeri itu.

Atau Anda akan mendapat training lebih dalam soal dunia yang Anda geluti. Dalam hal ini, AS, Inggris, dan banyak negara Eropa memberikan penawaran menarik terhadap apa yang Anda kerjakan.

Pelajar dan mahasiswa juga terbuka lebar untuk bisa jalan-jalan gratis ke luar negeri dengan cara ini.

9. Pengajuan Proposal

Misalnya Anda seorang aktivis atau pengajar atau pegiat isu tertentu, Anda berkesempatan mengajukan proposal terkait aktivitas itu ke sejumlah negara. Anda yang bergiat di isu lingkungan pertanian, bisa mencoba membawa proposal riset di Belanda.

Pegiat isu-isu agama dan toleransi, sejumlah negara membuka pintu jika ada tawaran menarik dari Anda, khususnya negara-negara Barat (misalnya, AS dan Inggris).

10. Menjadi Blogger, Influencer Wisata

Ini serius. Aktif di blog membuat dunia Anda berbeda. Kekhasan yang Anda miliki menjadi senjata ampuh menarik perhatian pihak lain.

Jika Anda hobi menulis kuliner di blog Anda dan menjadi rujukan, bukan tidak mungkin akan ada tawaran menarik jalan-jalan ke luar negeri. Sejumlah blogger telah menikmati dunia seperti itu.

11. Aktif di Organisasi/Komunitas Tertentu

Organisasi kepemudaan, lingkungan, hingga komunitas ilmu pengetahuan pun menjadi bidikan lembaga dan negara donor untuk diundang pergi ke negara mereka.

Tidak ada ruginya jika Anda aktif di organisasi yang sesuai minat Anda.

12. Menjadi Volunter Event Besar

Event-event olahraga besar seperti Olimpiade membutuhkan banyak relawan dari seluruh dunia. Siapapun bisa mendaftar dan ikut. Semua orang bisa punya peluang mendapat kesempatan menjadi volunter Olimpiade, Asian Games, atau bahkan Piala Dunia sepak bola sekalipun.

Dalam kesempatan perjalanan saya ke luar negeri baik di Asia, Timur Tengah, Eropa, maupun Amerika, hampir semuanya gratis. Beberapa tips dan cara di atas menjadi pedoman dan rujukan saya.

Ketika berada di Amerika selama hampir sebulan dalam dua periode, saya mendapat fellowship dari IMF (Dana Moneter Internasional/International Monetary Fund). Juga yang lain-lainnya.

13. Jadi Diplomat

Ini bukan rahasia kalau menjadi diplomat bisa jalan-jalan gratis ke luar negeri. Namun tetap, tugas negara nomor satu dong...

Selamat mencoba!

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jurnalis

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Bahagia, 50 Anak Yatim Terima Santunan di Akhir Ramadhan

Image

Misi Kemanusiaan Dirikan Rumah Baca Anak di Karawang

Image

Pagi Ini Sahur Terakhir Ramadhan 1442 H, Yuk Banyakin Berdoa & Istighfar

Image

Indonesia Bisa Mengambil Hikmah di Balik Kasus Covid-19 di India

Image

Generasi Milenial Pilar Utama Gerakan Filantropi

Image

Ngabuburit Ramadhan: Lifestyle Mahasiswa di Mesir

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@rol.republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image