Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Dedi Dwitagama

Bukber Boleh tapi Tak Boleh Ngobrol, Bisakah?

Info Terkini | Tuesday, 05 Apr 2022, 08:59 WIB
Foto: https://www.republika.co.id/berita/qaq2d7374/buka-puasa-berkah-bersama-santri-quran-dan-mualaf-pedalaman

Anda pernah buka puasa bersama (bukber)? Apakah bisa tidak ngobrol? Hampir tak mungkin bisa.

Sejatinya, bukber dilakukan untuk silaturahim, mempererat hubungan antara keluarga besar, teman kerja, teman sekolah, dsb. Biasanya ada serangkaian susunan acara yang diawali dengan pembukaan, pembacaan alquran, sari tilawah, berlanjut dengan beberapa sambutan, bahkan dengan selingan hiburan.

Tak ngobrol sepanjang bukber hampir tak mungkin, tak membuka masker selama bukber juga tak mungkin, karena saat menyantap hidangan pasti membuka masker. Saat membuka masker membuat potensi peredaran vidus melalu droplet.

Droplet tidak hanya keluar ketika kita membuka mulut seperti bicara, bersin, batuk atau bernyanyi. Droplet juga bisa keluar dari mulut dan hidung ketika kita bernapas sehingga tetap bisa menyebar saat makan meskipun tidak sambil ngobrol. Jadi buka bersama itu tetap berisiko karena saat makan pasti buka masker.

Tampaknya pemerintah lebih condong untuk mendorong pelaku usaha kuliner mendapatkan keuntungan dari budaya bukber di negeri ini yang sudah berakar sejak lama tetapi menyadari potensi penyebaran virus corona belum tuntas hingga kini.

Ada perbedaan kegiatan bukber yang dilakukan oleh komunitas, keluarga, organisasi yang mempersiapkan sejumlah porsi makanan secara terencana dengan jumlah peserta yang sudah direncanakan dan lokasi yang ditentukan, misalnya rumah, restoran, kantor, mall, dsb. Pelaksanaan protokol di lokasi kegiatan ini sangat sulit diterapkan, karena selalu ada ramah tamah yang membuat orang saling bicara saat makan ataupun tak makan.

Ada kegiatan bukber yang dilakukan di masjid, ruang publik atau taman-taman, dimana ada orang atau organisasi yang menyediakan takjil atau menu berbuka puasa untuk orang melewati tempat suatu tempat. Makanan dibagikan kepada orang yang hendak berbuka, selanjutnya mereka memilih tempat sendiri-sendiri untuk menikmatinya tanpa berbicara atau ngobrol dengan siapapun.

Bukber sangat beresiko menyebarkan covid-19 karena saat makan pasti buka masker, andai masih ingin bukber sebaiknya meminimalkan resiko penyebaran covid-19 dengan cara memilih tempat bukber yang memiliki ventilasi baik atau outdoor. Jangan membuka masker kecuali sedang makan.

Sebaiknya tak perlu menghadiri bukber, apalagi ketika sedang tak enak badan. Lebih baik bukber dengan keluarga di rumah yang bisa meningkatkan rasa kebersamaan dilanjutkan dengan sholat magrib, isya dan taraweh berjamaah.

Ada hal yang lebih penting yaitu tes antigen mandiri sebelum bukber dan memantau gejala covid-19 selama 14 hari setelah bukber atau melakukan tes antigen mandiri lagi untuk memastikan kondisi kesehatan pribadi.

Saya ga mau menghadiri bukber, lebih baik bukber dengan anak dan istri di rumah saja, kalo kamu?

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image