Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Deffy Ruspiyandy

Menyayangi Bukan Kemudian Untuk Merusaknya

Agama | Sunday, 20 Mar 2022, 10:04 WIB

Islam tak pernah mengajarkan sesuatu yang bisa merusak keadaan orang lain. Namun Islam malah semakin menekankan agar setiap muslim selalu menjaga dan memelihara yang ada di sekelilingnya. Apakah itu orangtua, saudara kandung, kerabat, handai taulan, tetangga, orang lain yang tak dikenal sekalipun, hewan dan juga tumbuhan tetap haruslah mendapatkan perhatian tersendiri. Mengapa demikian, karena Allah yang Maha Rohman dan Maha Rohiim telah menitipkan kasih sayang itu melalui rahim ibu yang kemudian untuk diorientasikan dalam kehidupan manusia selama hidupnya.

Bentuk rasa peduli dan menyayangi kepada sesama. FOTO :Republika.co.id/Relawan organisasi Pelmas BPD Bekasi GBI bersama Tagana Rajawali

Bagaimana kasus yang menimpa Novia Widyasari yang harus sampai bunuh diri karena tak kuasa menahan penderitaan akibat dirinya dihancurkan kehormatan dan harga dirinya oleh seseorang yang tidak berperikemanusiaan, atau kasus yang menimpa sejumlah anak perempuan belasan tahun yang mendapatkan perlakuan yang menghancurkan masa depannya di Kota Bandung oleh oknum seorang pria yang tak bertanggung jawab yang seharusnya melindungi tetapi ini malah menghancurkannya. Peristiwa ini memberikan garnbaran kepada kita jika pada hati manusia seperti mereka berdua telah hilang rasa kasih sayang karena menuruti hawa nafsu yang didorong oleh godaan setan yang menjerumuskannya kepada perbuatan dosa.

Semua itu hanya untuk menikmati kenikmatan sesaat dengan mengikuti godaan materi dan juga godaan syahwat. Padahal lebih dari itu, sesungguhnya jika lebih menyayangi dengan sepenuh hati maka akan Allah berikan keberkahan dalam segala hal. Sebagai bukti, Endang Yuli Purwati, guru agama di sebuah SMA Negeri di Kota Bandung yang menyerahkan kasih sayang yang sama seperti kepada anak-anak kandungnya dan kasih sayangnya ia tumpahkan kepada anak-anak yang tidak beruntung. Anak-anak itu ada yang korban perkosaan, ada anak yang ditelantarkan orangtuanya, anak jalanan dan anak-anak yang tak beruntung lainnya. Beliau mengurusnya dengan segala keterbatasannya tetapi Allah angkat derajatnya dengan hidup penuh berkah dan Allah bantu memenuhi kebutuhan mereka tanpa harus mengemis-ngemis. Bahkan diantara anak-anak itu ada yang sudah bekerja, menyelesaikan studinya serta ada yang menjadi hafidz Quran.

“Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan orang mukmin di dunia maka Allah akan menghilangkan kesusahannya di dunia dan di akhirat. Barangsiapa yang meringankan kesulitan orang mukmin di dunia maka Allah akan meringankan bebannya di dunia dan di akhirat. Barangsiapa yang menutup aib orang muslim di dunia maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan di akhirat. Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu mau menolong saudaranya.” (HR Muslim dan Ashhabus Sunan dari Abu Hurairah) (Lihat Shahih Bukhari , Kitab Al-Adab : 5557).

Semua itu takkan tercipta secara baik manakala tak ada perasaan kasih sayang terhadap sesama mahluk ciptaan Allah. Allah senantiasa meminta kepada manusia untuk berbuat baik kepada sesamanya dan juga kepada sesama mahluk Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa kita diamanahi untuk selalu menjaga manusia dan juga lingkungan di sekitar kehidupannya. Nah jika kita justeru merusaknya sama artinya dengan merusak kehidupan itu juga. Benar jika manusia itu ada khilaf dan dosa, tetapi berjuang untuk selalu memelihara kehidupan dengan mengedapankan kasih sayang adalah perbuatan muilia dan akan menghasilkan pahala yang begitu besar bagi pelakunya. Hanya orang-orang yang berhati mulia dan memiliki semangat kebaikan maka akan berani mempertaruhkan kasih sayangnya untuk bisa menjaga kehidupannya dan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Untuk menyayangi siapapun memang secara ideal akan lebh baik apabila kita memiliki kelebihan materi sehingga ada yang diberikan kepada orang lain yang menjadi salah satu solusi untuk bisa mengatasi persoalan hidupnya. Tetapi tidak pula mesti bertumpu kepada hal ini, karena adakalanya keidealan itu sulit untuk bisa diciptakan. Karenanya, untuk menyayangi sesama bisa dilakukan dengan apa yang kita miliki sesuai kemampuan yang ada. Menyayangi seseorang bisa membantunya dengan menshrae segala kesulitannya sehingga ada orang lain yang peduli dengannya. Kita juga bisa membantunya dengan cara mencari info sesuatu yang bisa mengatasi persoalannya atau mengajak rekan-rekan agar bisa berbagi untuk menunjukkan rasa kasih sayang itu. Ini memang tdiak mudah karena membutuhkan orang-orang yang memiliki kepedulian yang sangat tinggi.

Namun demikian apapun yang dilakukan oleh kita di dalam menyayangi orang lain haruslah dilakukan secara tulus dengan hanya mengharap balasan dari Allah seata. Memang dalam hidup, kita sangat membutuhkan sesuatu untuk menopangnya tetapi jangan sampai justeru kita berlindung di balik topeng kasih sayang kepada orang lain yang justeru malah memanfaatkan untuk mendapatkan sesuatu yang mungkin tak seberapa. Jadi dalam hal ini tetap saja mesti menanamkan niat yang kokoh untuk menyayangi manusia berarti harus menyayangi diri sendiri terlebih dahulu. Di sini semuanya mesti dimulai dengan menjaga diri agar tidak tergoda dengan hal-hal yang bisa menjerumuskan kepada perbuatan dosa. Masak menyayangi orang lain justeru tidak menyayangi dirinya sendiri. Sayangi diri sendiri dengan tidak melakukan sesuatu yang negatif dari apa yang dilakukan oleh kita kepada orang lain.

“Hai orang-orang beriman janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima) seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (Qs al-Baqarah : 264).

Jadi semakin nyata bahwa untuk bisa menyayangi orang lain haruslah didasari dengan semangat betul-betul menjaga semuanya dengan hati yang tulus. Karenanya kita mesti selalu berdoa agar apa yang dilakukan ada dalam keridhoan Allah dan dijauhkan dari godaan setan yang terkutuk.Benar memang jika awalnya upaya kita untuk menyayangi orang lain bertujuan mulia tetapi hati-hati di tengah perjalanan itu selalu saja ada yang bisa mengotori tujuan mulia itu karena perangkap setan selalu ada dalam berbagai bentuk. Hindari semuia itu agar kasih sayang kita kepada orang lain tidak sia-sia karenanya.

Oleh sebab itu maka ada baiknya agar kita senantiasa memperhatikan kasih sayang itu dan merawatnya secara baik. Boleh dikatakan kasih sayang itu modal berharga untuk menjalani kehidupan dan menjalani hubungan dengan orang lain. Dengan kasih sayang segala sesuatu yang sulit dapat diatasi dan dengan kasih sayang maka keharmonisan hidup di dunia akan mudah tercipta. Tanpa kasih sayang maka hidup akan berantakan. Sehingga dengan kasih sayang itu maka kehidupan akan terus berjalan dan semoga saja bisa mengubur kejahatan yang merusak kehidupan manusia.***

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image