Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Zahra Kamila

Peluang Kerja Semakin Terbuka, Mengapa Pengangguran Masih Ada?

Teknologi | 2026-11-05 01:56:31

Perkembangan zaman telah membawa perubahan besar dalam dunia kerja. Kemajuan teknologi, pertumbuhan industri, serta hadirnya berbagai platform digital membuat peluang kerja semakin beragam. Saat ini, seseorang tidak hanya dapat bekerja di kantor atau perusahaan, tetapi juga bisa memperoleh penghasilan melalui bisnis online, pekerjaan lepas (freelance), hingga menjadi pekerja kreatif di media sosial. Namun, di tengah semakin luasnya kesempatan tersebut, pengangguran masih menjadi persoalan yang belum sepenuhnya terselesaikan. Lantas, mengapa peluang kerja semakin terbuka, tetapi masih banyak orang yang belum mendapatkan pekerjaan?

Salah satu penyebab utamanya adalah ketidaksesuaian antara kemampuan pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan. Banyak perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan tertentu, terutama dalam bidang teknologi, komunikasi, dan pengelolaan data. Sementara itu, tidak semua pencari kerja memiliki kemampuan yang sesuai dengan kualifikasi tersebut. Akibatnya, lowongan pekerjaan tersedia, tetapi tidak mudah diisi oleh orang yang tepat. Kondisi ini menunjukkan bahwa memiliki ijazah saja belum cukup untuk bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.

Selain itu, perkembangan teknologi juga membawa tantangan tersendiri bagi tenaga kerja. Digitalisasi dan penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) mulai mengubah cara perusahaan menjalankan kegiatan operasionalnya. Beberapa pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat diselesaikan dengan bantuan mesin atau sistem otomatis. Perubahan ini memang dapat meningkatkan efisiensi perusahaan, tetapi di sisi lain juga menuntut pekerja untuk terus belajar dan menyesuaikan diri. Mereka yang tidak mampu mengikuti perkembangan tersebut berisiko tertinggal dalam persaingan kerja.

Faktor lainnya adalah tingginya persaingan dalam memperoleh pekerjaan. Setiap tahun, jumlah lulusan baru dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah terus bertambah. Mereka harus bersaing dengan pencari kerja lain yang mungkin telah memiliki pengalaman, keterampilan, maupun kemampuan lebih. Tidak jarang, seseorang yang memiliki pendidikan tinggi pun masih kesulitan mendapatkan pekerjaan karena perusahaan lebih mengutamakan kandidat yang memiliki pengalaman kerja. Hal ini menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi para lulusan baru yang sedang memasuki dunia profesional.

Dari sudut pandang manajemen sumber daya manusia, persoalan pengangguran tidak hanya berkaitan dengan terbatasnya lapangan pekerjaan, tetapi juga bagaimana perusahaan mengelola kebutuhan tenaga kerjanya. Perusahaan perlu memiliki perencanaan sumber daya manusia yang tepat, mulai dari memperkirakan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan hingga menentukan kualifikasi dan keterampilan yang harus dimiliki calon karyawan. Dengan perencanaan yang baik, perusahaan dapat menempatkan tenaga kerja sesuai dengan kemampuan dan kompetensinya. Namun, apabila kebutuhan perusahaan tidak sesuai dengan keterampilan yang dimiliki pencari kerja, maka lowongan pekerjaan yang tersedia tetap sulit untuk diisi.

Di tengah kondisi tersebut, generasi muda perlu memiliki kesadaran untuk terus mengembangkan kemampuan diri. Mengikuti pelatihan, mempelajari keterampilan digital, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta membangun pengalaman melalui magang dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan daya saing. Selain mencari pekerjaan, generasi muda juga perlu mulai melihat peluang untuk menciptakan lapangan pekerjaan melalui kewirausahaan. Dengan memanfaatkan teknologi dan kreativitas, peluang usaha dapat berkembang tanpa harus selalu bergantung pada lowongan yang disediakan perusahaan.

Pemerintah juga memiliki peran penting dalam mengurangi angka pengangguran. Program pelatihan kerja, pemerataan akses pendidikan, dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penyediaan informasi lowongan kerja yang mudah diakses perlu terus diperkuat. Kebijakan ketenagakerjaan juga harus mampu menjawab perubahan kebutuhan industri agar masyarakat memiliki kesempatan yang lebih luas untuk memperoleh pekerjaan yang layak.

Pada akhirnya, terbukanya peluang kerja tidak secara otomatis menghilangkan pengangguran. Permasalahan ini membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, perusahaan, hingga masyarakat itu sendiri. Kesempatan kerja yang tersedia harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang memadai. Oleh karena itu, tantangan terbesar saat ini bukan hanya bagaimana menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan, melainkan bagaimana mempersiapkan manusia agar mampu memanfaatkan peluang tersebut. Sebab, di tengah dunia kerja yang terus berubah, mereka yang mau belajar, beradaptasi, dan mengembangkan kemampuan akan memiliki kesempatan lebih besar untuk bertahan dan berkembang.

Zahra Kamila
Mahasiswa Manajemen S1
Universitas Pamulang

Referensi:
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2025). Pekerja Gig: Pilar Baru Penyerapan Tenaga Kerja Indonesia.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. (2026, 21 Oktober). Pemerintah Terus Dorong Penguatan SDM, Pengembangan Pariwisata, serta Perluasan Pembiayaan UMKM untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Optimal.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image