Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Alifvia Allysiya

Berteman Tanpa Harus Kehilangan Diri Sendiri

Edukasi | 2026-11-04 20:20:53

Demi Diterima, Kok Malah Jadi Berubah?

Pertemanan memang menjadi bagian penting dalam kehidupan. Punya teman untuk berbagi cerita, tertawa bersama, atau sekadar mengeluh tentang tugas kuliah yang nggak ada habisnya tentu menyenangkan. Namun, pertemanan juga bisa menjadi sumber tekanan ketika kita merasa harus selalu menyesuaikan diri agar diterima.

Misalnya, mengikuti kebiasaan teman yang sebenarnya tidak kita sukai, takut menyampaikan pendapat berbeda, atau selalu mengalah meskipun sedang tidak nyaman. Awalnya mungkin terlihat sepele. Lama-lama, kita bisa merasa lelah karena terus berusaha memenuhi ekspektasi orang lain.

Ada juga yang takut kehilangan teman jika menunjukkan dirinya yang sebenarnya. Akhirnya, daripada dianggap aneh atau berbeda, lebih baik ikut saja. Padahal, kalau setiap hari harus memakai “topeng” demi diterima, bukankah itu melelahkan? Kita ini teman, bukan pemeran utama dalam drama yang harus mengikuti semua skenario orang lain!

Pertemanan Sehat Nggak Harus Selalu Sejalan

Perbedaan pendapat bukan berarti pertemanan akan berakhir. Teman yang baik tidak harus selalu memiliki kesukaan, pemikiran, atau kebiasaan yang sama. Justru, pertemanan yang sehat memberikan ruang bagi setiap orang untuk menjadi dirinya sendiri.

Kita boleh mengatakan tidak, memiliki pendapat berbeda, dan memilih kegiatan yang sesuai dengan keinginan kita. Menjaga batas diri atau boundaries bukan berarti egois, melainkan bentuk menghargai diri sendiri sekaligus orang lain.

Kalau merasa tidak nyaman, cobalah menyampaikan perasaan dengan baik. Tidak perlu marah-marah seperti sedang debat calon ketua kelas. Cukup jujur dan jelas. Selain itu, jangan lupa tetap memiliki kegiatan, hobi, serta hubungan sosial di luar satu circle. Dunia pertemanan itu luas, bukan hanya satu grup WhatsApp yang isinya stiker dan gosip kelas.

Jadi Diri Sendiri Itu Bukan Kesalahan

Pada akhirnya, berteman bukan tentang seberapa jauh kita mampu berubah demi diterima, melainkan bagaimana kita bisa saling menghargai tanpa kehilangan identitas masing-masing.

Tidak semua orang harus menyukai kita, dan kita juga tidak harus cocok dengan semua orang. Itu bukan kegagalan dalam berteman, melainkan hal yang wajar dalam kehidupan.

Jadi, jangan takut menjadi diri sendiri hanya karena khawatir kehilangan teman. Pertemanan yang baik seharusnya membuat kita merasa nyaman, bukan terus-menerus merasa harus menjadi seseorang yang berbeda.

Ingat, kamu tidak perlu mengecilkan diri agar muat dalam circle orang lain. Kalau pertemanan membuatmu harus kehilangan dirimu sendiri, mungkin sudah waktunya bertanya: sebenarnya, siapa yang sedang kamu pertahankan?

Karena teman yang tepat bukan hanya menerima versi terbaikmu, tetapi juga menghargai dirimu tanpa harus mengubah siapa kamu.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image