Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image ILHAM FAZA HAQIQI

Akhlak Tasawuf di Era Media Sosial: Bijak Sebelum Berkomentar

Agama | 2026-10-23 07:59:07

Akhlak Tasawuf di Era Media Sosial: Bijak Sebelum Berkomentar

Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kita dapat dengan mudah berbagi informasi, menyampaikan pendapat, dan berkomunikasi dengan orang lain. Namun, kemudahan tersebut juga sering membuat seseorang lupa menjaga ucapan ketika menulis komentar di internet. Tidak sedikit orang yang memberikan komentar kasar, menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya, atau menghina orang lain tanpa memikirkan dampaknya.

Dalam Islam, akhlak tasawuf mengajarkan kita untuk menjaga hati, mengendalikan hawa nafsu, dan memperbaiki perilaku. Ajaran ini tidak hanya diterapkan dalam kehidupan nyata, tetapi juga dalam aktivitas di media sosial. Sebelum menulis komentar, kita perlu memikirkan apakah perkataan tersebut bermanfaat, menyakiti orang lain, atau justru menimbulkan perselisihan.

Menurut saya, bijak dalam menggunakan media sosial merupakan salah satu bentuk penerapan akhlak yang baik. Kita tidak harus selalu setuju dengan pendapat orang lain, tetapi perbedaan pendapat seharusnya disampaikan dengan sopan dan tidak merendahkan orang lain. Jangan sampai kita merasa bebas berkata kasar hanya karena tidak berhadapan langsung dengan orang yang kita komentari.

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk berkata baik atau diam. Ajaran ini mengingatkan kita bahwa setiap perkataan harus dijaga, termasuk tulisan yang kita bagikan melalui media sosial. Komentar yang terlihat sederhana bisa membuat seseorang merasa sedih, kehilangan kepercayaan diri, atau bahkan memicu pertengkaran yang berkepanjangan.

Oleh karena itu, kita perlu membiasakan diri untuk berpikir sebelum berkomentar, memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, serta menghindari perkataan yang mengandung hinaan dan kebencian. Dengan begitu, media sosial dapat menjadi tempat untuk menyebarkan kebaikan, berbagi pengetahuan, dan mempererat hubungan antarsesama.

Kesimpulannya, akhlak tasawuf mengajarkan bahwa menjaga perilaku tidak hanya berlaku dalam kehidupan nyata, tetapi juga di dunia digital. Bijak sebelum berkomentar merupakan langkah sederhana untuk menunjukkan akhlak yang mulia. Mari gunakan media sosial dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan perkataan yang baik, karena jejak digital kita mencerminkan bagaimana kita menghargai diri sendiri dan orang lain.

dibuat oleh:ilham faza haqiqi

mahasiswa aniversitas kh.mukhtar syafaat banyuwangi

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Terpopuler di

 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image