Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Moreno Dwygnov

Pendangkalan dan Gulma Picu Luapan Kali Boulevard Harapan Indah

Info Terkini | 2026-10-22 05:48:09

Pendangkalan dan Gulma Picu Luapan Kali Boulevard Harapan Indah

 

Photo by Author (Moreno)

Secara visual, air di kali tersebut tampak berwarna cokelat pekat dan menggenang tanpa arus yang mengalir. Kondisi air yang stagnan (tidak mengalir atau mandek) ini memicu proses pembusukan material organik (sisa-sisa makhluk hidup atau sampah alami seperti daun dan ranting) di dasar sungai. Proses dekomposisi (pembusukan) inilah yang menghasilkan gas berbau menyengat dan mencemari udara di sekitar lokasi.

Selain masalah kualitas air, kapasitas tampung kali juga menyusut drastis akibat tidak terawat. Sepanjang bantaran (area pinggiran) sungai di sekitar jembatan, tumbuh vegetasi (kumpulan tumbuh-tumbuhan) liar dan gulma yang sangat lebat. Tanaman tersebut merambat dan menjorok hingga memakan badan air, yang secara langsung mempersempit lebar saluran.

Kondisi tersebut diperparah oleh tingkat sedimentasi (proses pengendapan tanah atau lumpur yang membuat dasar sungai menjadi dangkal) yang tinggi. Endapan lumpur di pinggir kali terlihat sudah menumpuk hingga membentuk daratan baru tempat rumput liar tumbuh subur. Selain itu, struktur pintu air berukuran kecil di sisi jembatan juga tampak tidak berfungsi maksimal karena tertutup rapat oleh semak belukar.

Photo by Author (Moreno)

Ironisnya, di tengah kondisi air yang keruh, berbau, dan mendangkal, genangan air di lokasi ini justru dimanfaatkan oleh segelintir orang sebagai area memancing dadakan. Padahal, kualitas air yang mengalami pencemaran parah sangat tidak sehat bagi kelangsungan hidup biota air maupun bagi manusia yang mengonsumsinya.

Kombinasi antara penyempitan saluran akibat gulma dan dangkalnya dasar sungai karena tumpukan lumpur mengakibatkan fungsi penampungan air sungai tidak maksimal. Imbasnya, ketika debit air (jumlah volume air yang mengalir) meningkat, air dengan cepat meluap hingga menggenangi jalanan.

Warga mendesak instansi terkait di Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk segera melakukan normalisasi (upaya pengerukan dan perbaikan untuk mengembalikan lebar serta kedalaman sungai sesuai fungsi aslinya). Pengerukan lumpur dan pembersihan tanaman liar sangat mendesak dilakukan agar sirkulasi (aliran) air kembali lancar dan lingkungan terbebas dari polusi bau maupun genangan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Terpopuler di

 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image