Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Charles DM

Nyonya Tua yang Tak Berdaya pada Tim Liga Malam Jumat

Olahraga | Thursday, 17 Mar 2022, 10:35 WIB
Para pemain Juventus tak berdaya kala menjamu Villarreal. Foto: REUTERS/Massimo Pinca)

Tampil di kandang sendiri tak menjadi jaminan kemenangan. Manchester United sudah lebih dahulu menjadi bukti. Juventus pun menyusul dengan tragedy yang sama. Keduanya sama-sama tersingkir di babak 16 besar Liga Champions Eropa musim ini.

Allianz Stadium, Kamis (17/3/2022) dini hari WIB menjadi panggung kerapuhan Si Nyonya Tua. Alih-alih menunjukkan kematangan, tim yang juga disebut Bianconeri itu justru memperlihatkan kerentanan yang memilukan.

Takluk 0-3 dari tim yang kebanyakan tampil di liga “malam Jumat” adalah sebuah kemalangan yang memalukan. Sekurang-kurangnya bagi para penggemar dan tim yang bermarkas di Turin itu.

Setelah bermain imbang 1-1 di kandang Villarreal, kekalahan tiga gol tanpa balas ini memastikan Juventus terdepak dari kompetisi kasta pertama di Eropa itu dengan agregat 1-4. Sedih!

Apa yang sebenarnya terjadi dengan Juventus?

Babak pertama Juve begitu digdaya. Bahkan, pertandingan baru berjalan 11 menit, Alvaro Morata sudah mengagetkan Geronimo Rulli dengan sontekan menyambut umpan silang.

Tak berselang lama giliran Dusan Vlahovic. Mattia De Sciglio memberi umpan silang ciamik. Lantas, disambut pemain anyar pemberi harapan baru bagi lini serang Juventus itu dengan tendangan “first time.” Beruntung bagi tim tamu, tembakan pemain asal Serbia itu mengenai tiang dan bola menjauh dari gawang Rulli.

Sepanjang 45 menit lebih babak pertama, Villarreal hanya sekali melakukan ancaman. Itu pun lewat serangan balik. Selebihnya, Juventus di atas angin. Sayangnya, “ball possession” tak bersekutu dengan gol.

Setelah jeda Tim Kapal Selam Kuning kian merapatkan barisan. Mereka tahu dengan cara itu bisa menyelamatkan gawang mereka dari kebobolan. Lebih lagi, bisa memancing rasa frustrasi lawan.

Pada titik itu, mereka bisa melancarkan serangan balik dan mencari peruntungan melalui kreativitas dan efisiensi.

Itu berhasil. Gol pertama Villarreal lahir dari kesalahan Daniele Rugani pada Gerard Moreno. Penalti yang kemudian diselesaikan dengan baik oleh Moreno di menit ke-75.

Tidak sampai di situ. Gol ini seperti titik balik bagi kedua tim. Bedanya, Villarreal berbalik mendapat momentum positif. Sebaliknya, Juventus bergerak ke arah berlawanan: kehilangan arah dan minim kreativitas.

Pau Torres menggandakan keunggulan tim tamu sepuluh menit berselang. Sepakannya ke pojok terlalu sulit diamankan Wojciech Szczesny.

Juventus semakin tertekan. Rasa kecewa kian menjadi-jadi setelah Villarreal kembali mendapat hadiah tendangan dua belas pas. Di masa “injury time” pula. Arnaut Danjuma tak membuang kesempatan untuk memastikan Nyonya Tua benar-benar tak berdaya dan harus melepaskan tiket perempat final yang begitu diimpikan.

Benar-benar pamungkas mimpi buruk bagi Jvuentus. Tampil dominan dengan penguasaan bola lebih dari 70 persen, tetapi tak sanggup mencetak gol. Malah kebobolan tiga kali dari tim yang lebih banyak bertahan.

Jelas ini ironi. Tapi bukan anomali dalam dunia sepak bola. Massimiliano Allegri boleh saja berdalih lawan mematikan mereka dengan satu peluang. Tetapi itu lebih dari cukup untuk menjadikan anomali itu lumrah. Persis seperti yang ia katakan. “Satu kesempatan bisa mengubah segalanya.”

Begitu pula, beribu kesempatan yang tak bisa dimanfaatkan dengan baik bisa mengubah segalanya. Persis seperti yang Juventus lakukan.

Apakah Juventus sedang tidak beruntung dan Villarreal lebih berjodoh dengan Dewi Fortuna, atau Juventus memang sudah renta?

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar
 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image