Ledakan Kecerdasan AI Beresiko pada Kehancuran Manusia
Agama | 2026-10-20 18:15:09
Oleh: Dhevi Firdausi, S.T
Riset yang baru saja diterbitkan oleh para peneliti kecerdasan buatan (AI) sangat mengkuatirkan. Mereka meminta pemerintah agar bersiap untuk menghadapi adanya "ledakan kecerdasan" AI. Bahkan John McCarthy, Bapak AI dunia, memberikan edukasi bahwa kecerdasan AI mulai kehilangan kendali, sehingga beresiko pada ancaman keamanan dan siber (Kompascom, 01/10/2026).
Sekitar 20 orang peneliti dari Anthropic dan Microsoft mengeluarkan peringatan bahwa setidaknya ada tiga resiko utama akibat ledakan kecerdasan AI. Diantaranya adalah ketika kecerdasan tersebut mulai mengalami kehilangan kendali, berakibat pada peran manusia yang semakin terpinggirkan. AI ini juga dapat mengakibatkan disrupsi sosial dan geopolitik antar negara.
Dalam Sekularisme, AI Mengakibatkan Kerusakan
Kecerdasan buatan (AI) yang berhasil berkembang dengan sangat pesat, dapat memberikan kemudahan, sekaligus mengakibatkan bahaya bagi manusia. Kemudahan yang diberikan dapat terlihat pada bidang pendidikan maupun kesehatan. Di sisi lain, disrupsi sosial tidak bisa dihindari, pola komunikasi masyarakat cenderung berubah dengan minimnya tatap muka.
Sebagai teknologi buatan manusia, AI memiliki potensi untuk kebaikan, tapi juga sangat mungkin dimanfaatkan untuk kejahatan. AI sangat membantu dalam bidang kesehatan, misalnya hasil diagnosis penyakit menjadi lebih cepat. Namun, rawan dipakai untuk kejahatan siber, misalnya penipuan dan pemerasan dengan memanipulasi foto atau suara.
Bahkan, ledakan kecerdasan dari AI ini dapat menyebabkan kehancuran manusia. Sebagai contohnya, akan terjadi super intelijen yang lepas kendali, pengangguran massal dan ketimpangan ekonomi, serta munculnya senjata otonom dan bio senjata. Kecanggihan teknologi, jika digunakan secara bebas tanpa batas bisa mengakibatkan kerusakan kehidupan.
Dalam IsIam, AI Memberikan Kemaslahatan
Kita sebagai seorang muslim, tentu menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman hidup. Syariat IsIam yang terdapat dalam Al-Qur'an sangat lengkap, mencakup semua aspek kehidupan. Menurut IsIam, manusia diberikan kemuliaan berupa akal pikiran yang seharusnya digunakan untuk memahami tanda kekuasaan Alloh SWT.
Dalam IsIam, segala bentuk hasil pemikiran manusia dibedakan menjadi dua, yaitu hadlarah dan madaniyah. Hadlarah ini dipengaruhi oleh ideologi tertentu, IsIam secara tegas melarang kaum muslimin mengambil hadlarah yang berasal dari luar. Sedangkan madaniyah, lebih bersifat netral sehingga umat IsIam diperbolehkan untuk mengambil, seperti HP, laptop, dll.
Kecerdasan buatan (AI) merupakan salah satu bentuk dari perkembangan teknologi buatan manusia. Bapak AI dunia, John McCarthy, adalah seorang ilmuwan komputer yang berasal dari Amerika Serikat. Keputusan yang terdapat pada AI sangat dipengaruhi oleh berbagai informasi, pemikiran, dan ideologi sekularisme negara barat.
AI di tangan manusia yang tidak beriman akan berpotensi mengakibatkan bahaya dan kerusakan. Sebaliknya, AI di tangan seorang muslim yang memiliki aqidah kuat akan mampu memberikan kemaslahatan bagi seluruh alam. Aqidah IsIam melahirkan seperangkat ketentuan syariat tentang kehidupan sosial yang berasal dari Alloh SWT, Sang Pencipta.
Manusia tentu menginginkan keselamatan dalam hidupnya. Hanya sistem kehidupan IsIam yang dapat membawa masyarakat menuju keselamatan dunia dan akhirat. Kaum muslimin harus terikat dengan syariat IsIam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
