Magang UPPBJ UMY: Belajar Etika Kerja dan Pengadaan
Bisnis | 2026-10-20 15:02:56
Bagi mahasiswa, transisi dari ruang kelas ke dunia kerja sering kali memberikan kejutan tersendiri. Di kampus kita terbiasa berkutat dengan teori, jurnal, dan diskusi kelompok. Namun, begitu melangkah ke lingkungan kerja profesional, kita dituntut untuk langsung beradaptasi dengan ritme kerja yang cepat dan tanggung jawab yang nyata.
Hal inilah yang saya rasakan ketika mengikuti Program Magang Berdampak dari Program Studi Manajemen UMY . Sejak pertengahan Agustus 2026 lalu, saya mendapat kesempatan belajar dan terlibat langsung di Unit Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (UPPBJ) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Ujian Pertama: Beradaptasi dengan Kecepatan dan Ketelitian
Minggu-minggu awal di UPPBJ UMY menjadi masa penyesuaian yang lumayan menantang. Berada di unit pengadaan memaksa saya untuk cepat memahami alur kerja operasional kantor, mulai dari kedisiplinan waktu, ketepatan memahami instruksi, hingga mengenali budaya kerja antardivisi.
Rangkaian tugas pengadaan ternyata sangat dinamis. Saya tidak hanya berdiam diri di balik meja untuk menyusun rekapitulasi SPJ, menata arsip digital di Google Drive, atau mencatat surat masuk dan keluar di buku agenda. Lebih dari itu, mobilitas tinggi menjadi makanan sehari-hari.
Dari sinilah saya sadar bahwa kunci utama beradaptasi di tempat kerja itu sederhana: harus teliti, punya fisik yang tangguh, dan jangan gengsi bertanya jika ada instruksi yang belum jelas.
Soal Komunikasi, Etika, dan Kerahasiaan Dokumen
Pelajaran paling berharga yang saya dapatkan selama magang justru terletak pada komunikasi tim dan etika profesional. Di UPPBJ, proses pengadaan barang dan jasa melibatkan banyak pihak: kampus sebagai pemohon (user), dan vendor.
Tugas-tugas seperti menyusun draft Berita Acara (BA) Klarifikasi dan Negosiasi, menyiapkan Surat Perintah Kerja (SPK), mendokumentasikan serah terima barang pengadaan (seperti e-book wisuda, tumbler, hingga furnitur), hingga mendokumentasikan pengadaan yang sedang berlangsung menuntut komunikasi yang sangat jernih. Kesalahan kecil pada nominal harga, spesifikasi barang, atau keterlambatan penanganan berkas SPJ bisa berdampak langsung pada terhambatnya alur kerja unit lain.
Selain itu, mengelola berkas pengadaan dan data penawaran dari berbagai perusahaan rekanan menempa etika kerja saya. Sebagai mahasiswa magang, saya paham seberapa vital menjaga kerahasiaan dokumen internal kampus. Ada batasan tegas antara informasi publik dan informasi internal yang harus dijaga rapat-rapat.
Bekal Nyata Menuju Dunia Kerja
Pengalaman magang di UPPBJ UMY benar-benar menjadi kawah candradimuka yang melengkapi teori manajemen yang selama ini saya pelajari di bangku kuliah.
Pada akhirnya, saya menyadari bahwa kesiapan memasuki dunia kerja tidak hanya diukur dari seberapa tinggi nilai akademis yang kita dapatkan di kelas. Yang tak kalah penting adalah seberapa tanggap kita dalam berkomunikasi, bekerja sama dalam tim, menjaga integritas dan etika, serta cepat beradaptasi di tengah situasi kerja yang nyata.
Penulis:
Siti Salwa Nabila
Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
