Jangan Hanya Takut Operasi, Pasien dan Keluarga Perlu Tahu Apa yang Harus Dilakukan
Info Terkini | 2026-10-20 12:45:00Bayangkan ketika dokter menyampaikan bahwa operasi diperlukan. Berbagai pertanyaan mungkin langsung muncul: Apakah akan terasa sakit? Apa yang harus dipersiapkan? Bagaimana setelah operasi selesai? Bagi sebagian orang, terutama lansia, ketidakpastian tersebut dapat menimbulkan kecemasan. Terkadang, yang membuat seseorang semakin takut bukan hanya operasi itu sendiri, melainkan juga ketidaktahuan tentang apa yang akan dihadapi.
Padahal, memahami perawatan sebelum dan sesudah operasi merupakan langkah penting untuk mempersiapkan diri. Pasien yang memperoleh informasi dengan jelas dapat mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan, memahami instruksi tenaga kesehatan, dan lebih siap berpartisipasi dalam proses perawatan.
Kesadaran inilah yang menjadi perhatian dalam kegiatan edukasi kesehatan oleh mahasiswa D-III Keperawatan, Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga, kepada ibu-ibu lansia di Posyandu Cerme Kidul, Gresik, pada 10 Oktober 2026. Kegiatan ini mengangkat edukasi perioperatif, yaitu perawatan yang mencakup tahap sebelum, selama, dan setelah operasi.
Memahami Operasi, Mengurangi Ketidakpastian
Sebelum operasi, pasien perlu memahami persiapan yang telah dijelaskan oleh tenaga kesehatan. Persiapan tersebut dapat mencakup ketentuan makan dan minum, penggunaan obat, serta penyampaian informasi mengenai riwayat penyakit dan alergi. Instruksi ini penting untuk diperhatikan dan tidak seharusnya diganti dengan saran yang belum jelas sumbernya.
Selama operasi, tim medis menjalankan tindakan sesuai prosedur dengan memperhatikan keselamatan pasien. Setelah operasi, perhatian beralih pada pemantauan kondisi, perawatan luka, pengelolaan nyeri, dan pemulihan secara bertahap sesuai keadaan pasien.
Bagi lansia, pemahaman tersebut perlu disertai perhatian terhadap kondisi kesehatan dan kemampuan masing-masing. Setiap orang memiliki kebutuhan perawatan yang berbeda. Karena itu, pasien tidak perlu membandingkan proses pemulihannya dengan orang lain, tetapi perlu mengikuti arahan tenaga kesehatan yang menangani kondisinya.
Nyeri Tidak Perlu Disembunyikan
Salah satu kekhawatiran yang sering muncul setelah operasi adalah rasa nyeri. Sebagian pasien mungkin memilih diam karena menganggap rasa sakit harus ditahan. Padahal, menyampaikan keluhan kepada tenaga kesehatan merupakan bagian penting dari perawatan.
Pasien dapat menjelaskan lokasi nyeri, tingkat keparahan, dan perubahan yang dirasakan agar tenaga kesehatan dapat melakukan penilaian dan menentukan penanganan yang sesuai.Selain itu, mobilisasi dapat dilakukan secara bertahap apabila kondisi pasien memungkinkan dan telah diizinkan oleh tenaga kesehatan. Pasien tidak perlu memaksakan diri untuk segera melakukan aktivitas berat. Proses pemulihan membutuhkan penyesuaian berdasarkan jenis operasi dan kondisi masing-masing.
Pasien dan keluarga juga perlu mengenali tanda bahaya, seperti sesak napas, perdarahan yang tidak terkendali, atau nyeri yang semakin berat. Kondisi tersebut memerlukan pertolongan medis segera.
Keluarga, Pendamping Penting dalam Pemulihan
Perawatan tidak berhenti ketika pasien meninggalkan ruang operasi. Keluarga memiliki peran penting dalam membantu pasien memahami instruksi, mengingat jadwal kontrol, mendukung aktivitas sesuai kemampuan, dan memperhatikan perubahan kondisi.
Bagi lansia, pendampingan yang baik bukan berarti mengambil alih seluruh aktivitasnya. Bantuan perlu disesuaikan dengan kebutuhan sambil tetap menghargai kemampuan dan kemandirian pasien.
Keluarga juga sebaiknya tidak ragu bertanya kepada tenaga kesehatan apabila ada informasi yang belum dipahami. Dengan komunikasi yang baik, pasien dan keluarga dapat bekerja sama untuk mendukung perawatan yang lebih aman.
Edukasi Kesehatan Dimulai dari Masyarakat
Melalui edukasi perioperatif di Posyandu Cerme Kidul, mahasiswa keperawatan berupaya mendekatkan informasi kesehatan kepada ibu-ibu lansia. Kegiatan ini menekankan pentingnya memahami persiapan operasi, keselamatan pasien, pengelolaan nyeri, mobilisasi, dan perawatan setelah tindakan.
Edukasi kesehatan di masyarakat memiliki peran penting karena informasi medis perlu disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami. Pengetahuan yang tepat diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali kebutuhan perawatan dan mengetahui kapan harus meminta bantuan tenaga kesehatan.
Pada akhirnya, menghadapi operasi bukan hanya tentang keberanian menjalani tindakan medis. Ada persiapan, komunikasi, dukungan keluarga, dan pemahaman yang perlu dibangun bersama.
Jangan biarkan ketakutan tumbuh hanya karena kurangnya informasi. Beranilah bertanya, pahami instruksi perawatan, dan libatkan keluarga dalam proses pemulihan. Sebab, pengetahuan bukan pengganti tenaga medis, tetapi bekal penting agar pasien dapat menjalani perawatan dengan lebih siap dan terarah.
Disusun oleh : SYALWA AZIZAH_Kelompok 1_GR-3A
Dosen pembimbing : Dr. Cucuk Rahmadi Purwanto, S.Kp., M.Kes.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
