Pengembangan Koleksi Perpustakaan: Mengapa Buku yang Dibutuhkan Justru Tidak Tersedia?
Eduaksi | 2026-10-18 18:52:43
Perpustakaan yang memiliki banyak buku belum tentu mampu memenuhi kebutuhan seluruh penggunanya. Terkadang, pembaca kesulitan menemukan buku yang dibutuhkan, sementara koleksi lain justru jarang digunakan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengembangan koleksi tidak cukup dilakukan dengan menambah jumlah buku, tetapi juga harus memperhatikan kebutuhan pemustaka.
Menentukan Koleksi Berdasarkan Kebutuhan
Pengembangan koleksi merupakan kegiatan memilih, menyediakan, memutar, dan memperbarui bahan pustaka agar sesuai dengan kebutuhan pengguna. Proses ini perlu dilakukan secara terencana agar koleksi yang tersedia benar-benar memberikan manfaat.
Misalnya, mahasiswa Pendidikan Agama Islam membutuhkan buku tentang metode pembelajaran, strategi mengajar, penelitian pendidikan, dan jurnal keislaman. Jika perpustakaan tidak menyediakan referensi tersebut, mahasiswa akan kesulitan memperoleh bahan untuk menyelesaikan tugas maupun penelitian.
Untuk mengatasi masalah ini, pustakawan dapat melakukan survei, menerima usulan buku dari pengguna, dan memeriksa data peminjaman. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam menentukan koleksi yang perlu ditambahkan.
Menghindari Pengadaan Buku yang Kurang Tepat
Pengadaan buku harus mempertimbangkan kualitas isi, kredibilitas penulis atau penerbit, tahun terbit, relevansi materi, dan anggaran yang tersedia. Buku yang sedang populer belum tentu menjadi prioritas jika isinya tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Pustakawan juga perlu memutar koleksi lama. Buku yang informasinya sudah tidak sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan perlu dikaji kembali. Namun, buku lama yang masih memiliki nilai sejarah, sastra, atau akademik tetap dapat dipertahankan.
Evaluasi koleksi membantu perpustakaan menggunakan anggaran secara lebih efektif. Dengan perencanaan yang baik, pengadaan bahan pustaka tidak hanya menambah jumlah koleksi, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan.
Melibatkan Pemustaka dalam Pengembangan Koleksi
Pemustaka sebaiknya diberi kesempatan untuk menyampaikan kebutuhan dan saran mengenai koleksi perpustakaan. Hal ini dapat dilakukan melalui formulir usulan buku, survei kepuasan, kotak saran, atau komunikasi langsung dengan pustakawan.
Masukan tersebut dapat membantu perpustakaan memahami perubahan kebutuhan pengguna. Dengan demikian, pengembangan koleksi menjadi kegiatan yang berkelanjutan dan tidak hanya bergantung pada perkiraan pengelola.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
