Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Andreas Chandra

Kabut Asap Kepung Air Upas

Event | 2026-10-15 16:23:40
Sumber gambar: warga

Ditulis Oleh Andreas Chandra

Air Upas, 15 Oktober 2026 – Kecamatan Air Upas masih terus mengalami kabut asap yang luar biasa. Menurut keterangan salah satu warga Air Upas, pada tanggal 14 Oktober bukit di Kecamatan Air Upas masih dapat terlihat. Namun, pada tanggal 15 Oktober bukit tersebut sudah tidak dapat dilihat karena kabut asap yang tebal, dan asap sudah masuk ke dalam rumah-rumah warga.

Hal ini menjadi bencana terparah yang pernah dihadapi Air Upas. Udara yang seharusnya dapat dihirup dengan sehat kini bercampur dengan gumpalan asap sehingga warga terpaksa menghirup udara yang tidak sehat. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan sesak napas.

Tidak hanya itu, dampak bencana asap ini sangat dirasakan oleh warga Air Upas. Dalam dunia pendidikan, proses kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak dan guru di sekolah ikut terhambat. Pembelajaran yang seharusnya diterima secara tatap muka harus diganti dengan pengugasan materi di rumah. Aktivitas warga pun terganggu: warga harus membatasi diri dengan beraktivitas di dalam ruangan, dan mobilitas banyak warga terhambat.

Di tengah kabut asap yang pekat serta kemarau panjang, warga Air Upas sudah empat bulan terdampak kekeringan. Banyak sumur yang kering, dan air sungai juga ikut mengering sehingga saat ini masyarakat Air Upas sulit memperoleh air bersih maupun air untuk kebutuhan rumah tangga.

Oleh karena itu, masyarakat mendorong pihak-pihak terkait, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Ketapang hingga pemerintah desa, untuk mengambil keputusan yang berdampak positif pada situasi saat ini, yaitu dengan membagikan masker secara gratis kepada warga, menyediakan obat-obatan secara gratis, serta menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan secara terpadu.

Masyarakat juga mendorong perusahaan untuk bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan di wilayah kerjanya, tidak kecuali di Air Upas. Warga meminta perusahaan membuat sumur bor dan melakukan normalisasi aliran sungai sehingga warga dapat memperoleh air bersih.

Bencana kebakaran memang bukan disebabkan oleh perusahaan sekitar. Namun, mengingat adanya dampak kerusakan alam yang disebabkan oleh perusahaan (sawit dan pertambangan), para pengusaha diharapkan merasa ikut bertanggung jawab dengan memberikan bantuan sumur bor umum bagi desa yang dapat dimanfaatkan warga secara gratis. Bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi salah satu beban warga, yaitu mencari sumber air bersih. Sumur bor juga sangat berguna bagi desa dalam jangka panjang sebagai bekal pembelajaran apabila kemarau panjang seperti ini terjadi lagi.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image