Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image pieceoffen

Digitalisasi Makam Belanda Peneleh

Sejarah | 2026-10-08 18:33:03
Dokumentasi

Makam Belanda Peneleh di Surabaya berdiri sejak 1847 sebagai salah satu pemakaman modern tertua di dunia yang memuat nilai sejarah dan arsitektur tinggi. Sebagai kawasan cagar budaya seluas 4,5 hektar, Peneleh menyimpan rekam jejak penting era Hindia Belanda. Kini, kawasan ini tengah bertransformasi menjadi destinasi wisata sejarah. Namun, potensi besar tersebut seringkali terhalang oleh keterbatasan papan informasi, kerapuhan fisik nisan, serta persepsi publik yang masih mengaitkan lokasi ini dengan suasana mistis. Sebagai seorang wisatawan yang mengamati perkembangan destinasi sejarah, saya merekomendasikan penerapan digitalisasi secara menyeluruh agar Makam Peneleh dapat berkembang menjadi tempat wisata yang modern tanpa mengikis nilai keaslian cagar budayanya.

Pengembangan digitalisasi di lapangan (on-site) menjadi langkah krusial untuk meningkatkan kualitas pengalaman berkunjung (visitor experience). Pemasangan QR Code Self-Guided Audio Storytelling, pemetaan berbasis GIS, serta dokumentasi 3D pada setiap situs utama sangat direkomendasikan untuk mempermudah akses informasi (Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya). Melalui gawai pribadi, wisatawan dapat memindai kode di dekat nisan untuk mendengarkan narasi audio, melihat visual restorasi, dan mempelajari sejarah hidup para tokoh. Sentuhan inovatif ini mereposisi Makam Peneleh dari tempat yang terkesan sunyi dan angker menjadi ruang edukasi terbuka yang interaktif, informatif, serta relevan bagi wisatawan generasi muda.

Selain penguatan di area fisik, integrasi platform digital juga berfungsi sebagai media promosi dan aksesibilitas skala global. Inisiatif pembuatan tur virtual dan katalog arsip digital seperti yang dikembangkan melalui kolaborasi komunitas Begandring Soerabaia perlu terus diperluas dan diintegrasikan ke dalam saluran pariwisata resmi (Prasetyo & Begandring Soerabaia, 2023). Langkah promosi digital ini secara langsung akan menaikkan daya saing Makam Peneleh di peta destinasi warisan budaya. Dengan demikian, digitalisasi harus ditempatkan sebagai alat pemantik dan penyedia narasi interaktif, bukan pengganti keberadaan fisik cagar budaya itu sendiri. Penerapan teknologi di lapangan wajib berjalan selaras dengan pemeliharaan fisik makam, kebersihan lingkungan, serta pelibatan warga lokal melalui konsep community-based tourism (Kurnia, 2024; Wibowo, 2024). Keaslian atmosfer sejarah dan keramahan interaksi lokal tetap menjadi jiwa utama yang dicari oleh wisatawan.

Dengan mengadopsi digitalisasi secara terstruktur, Makam Belanda Peneleh berpeluang besar menjadi percontohan destinasi wisata cagar budaya yang adaptif dan modern. Langkah ini tidak hanya memperkaya pengalaman berkunjung para wisatawan, tetapi juga memastikan warisan sejarah Kota Surabaya tetap hidup, lestari, dan berdaya saing di era digital.

Daftar Referensi

  • Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya. Situs Cagar Budaya Makam Belanda Peneleh. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya.
  • Kurnia, A. D. (2024). Pemugaran Makam Eropa di Peneleh Surabaya Sudah Sampai Tahap Verifikasi. detikJatim.
  • Prasetyo, K., & Begandring Soerabaia. (2023). Arsipel dan Dokumentasi Digital Kawasan Cagar Budaya Peneleh Surabaya. Komunitas Begandring Soerabaia & TiMe Amsterdam.
  • Wibowo, C. B. (2024). Makam Peneleh, Jejak Sejarah Cagar Budaya, Kolaborasi Pemugaran Indonesia-Belanda. Harian Disway

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image