Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Rohmah Nila Farida

Kurikulum yang Relevan, Pendidikan yang Bermakna

Teknologi | 2026-10-07 11:27:58

Perubahan kurikulum merupakan bagian dari upaya menyesuaikan pendidikan dengan perkembangan zaman. Namun, perubahan tersebut seharusnya tidak hanya terlihat pada dokumen dan administrasi, tetapi juga dirasakan dalam proses pembelajaran.

Di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan, peserta didik membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menghafal. Mereka perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, berkolaborasi, dan menggunakan teknologi secara bijak.

Kurikulum juga perlu memberi ruang bagi sekolah untuk menyesuaikan pembelajaran dengan potensi daerah. Budaya lokal, lingkungan, pertanian, kelautan, maupun perkembangan industri dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar peserta didik.

Keberhasilan kurikulum tentu membutuhkan dukungan bagi guru. Guru perlu mendapatkan pelatihan, fasilitas, dan ruang untuk berinovasi tanpa terbebani administrasi yang berlebihan.

Pada akhirnya, keberhasilan kurikulum bukan diukur dari seberapa sering kurikulum berganti, tetapi dari seberapa mampu kurikulum membuat peserta didik belajar, berpikir, berkarya, dan siap menghadapi masa depan.

Kurikulum boleh berubah mengikuti zaman, tetapi tujuannya harus tetap: menciptakan pendidikan yang relevan dan bermakna.

Karena itu, kurikulum perlu menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata. Peserta didik dapat diajak mengamati persoalan di lingkungan sekitar, mencari solusi, dan menghasilkan karya. Pembelajaran pun menjadi lebih bermakna karena pengetahuan tidak berhenti pada teori.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image