Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image syafina faza

Kenapa Semakin Dewasa, Teman Kita Malah Semakin Sedikit

Curhat | 2026-09-30 15:07:24

Waktu masih sekolah, rasanya punya banyak teman itu hal yang biasa. Hampir setiap hari ketemu, ngobrol, main bareng, bahkan bisa tiba-tiba pergi tanpa perlu banyak rencana. Tapi semakin dewasa, keadaan mulai berubah. Teman yang dulu sering diajak ngobrol satu per satu mulai sibuk dengan kehidupan masing-masing. Sampai akhirnya, kita mungkin hanya punya beberapa orang yang benar-benar masih dekat.

Sebenarnya, berkurangnya jumlah teman bukan berarti kita menjadi orang yang membosankan atau tidak disukai. Ketika dewasa, prioritas kita mulai berubah. Ada yang sibuk kuliah, bekerja, menjalani hubungan, mengurus keluarga, atau mengejar tujuan masing-masing. Waktu yang dulu terasa banyak untuk berkumpul sekarang harus dibagi dengan berbagai tanggung jawab.

Selain itu, semakin dewasa kita juga mulai lebih memilih dalam berteman. Dulu mungkin kita bisa berteman dengan siapa saja karena sering berada di lingkungan yang sama. Sekarang, kita cenderung mencari teman yang bisa saling memahami, nyaman diajak cerita, dan tetap ada meskipun tidak setiap hari bertemu.

Kadang memang terasa sedih ketika melihat teman-teman yang dulu dekat sekarang sudah jarang berkomunikasi. Tapi bukan berarti hubungan tersebut sepenuhnya hilang. Ada pertemanan yang memang tidak perlu setiap hari bertemu atau chatting untuk tetap berarti.

Pada akhirnya, bertambah dewasa mungkin bukan tentang memiliki semakin banyak teman, tetapi tentang memahami siapa yang benar-benar ingin kita pertahankan dalam hidup. Karena punya sedikit teman yang tulus dan nyaman bisa terasa jauh lebih berarti daripada memiliki banyak teman tetapi tidak merasa benar-benar dekat.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image