Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Nizam Munir

NDP sebagai Operating System Kader: Membaca PMII di Tengah Zaman yang Berubah

Curhat | 2026-09-16 17:56:54

Saya mencoba melihat NDP sebagai Operating System (OS) kader.Analogi ini mungkin terdengar sederhana, tetapi justru dari kesederhanaan itu kita bisa melihat persoalan yang cukup serius. Dalam sebuah perangkat digital, Operating System merupakan sistem yang memungkinkan berbagai perangkat dan aplikasi bekerja. Kita tidak selalu melihat sistem tersebut secara langsung, tetapi ia menentukan bagaimana perangkat menerima, mengolah, dan menjalankan berbagai perintah.

Menurut saya, posisi NDP terhadap kader PMII kurang lebih dapat dipahami seperti itu. NDP seharusnya menjadi sistem yang bekerja di balik cara kader melihat realitas. Ia tidak harus selalu disebut dalam setiap pembicaraan, tetapi nilai dan cara berpikirnya hadir ketika kader berhadapan dengan persoalan sosial.

Artinya, kader tidak cukup hanya mengetahui apa yang dimaksud dengan ketuhanan, kemanusiaan, alam, masyarakat, dan pengetahuan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana seluruh nilai tersebut bekerja ketika kader berhadapan dengan realitas.

Misalnya, ketika hari ini kita berbicara tentang artifisial intelligence. Persoalannya bukan sekadar apakah AI merupakan teknologi yang canggih atau tidak. Dengan perspektif NDP, kita bisa membawa pertanyaan yang lebih mendasar: apakah perkembangan teknologi tersebut semakin memanusiakan manusia atau justru membuat manusia kehilangan posisi sebagai subjek? Siapa yang menguasai teknologi? Siapa yang mendapatkan keuntungan? Siapa yang menjadi korban dari perubahan tersebut?Begitu pula ketika kita berbicara tentang pendidikan tinggi.

Kader tidak cukup mengatakan bahwa pendidikan merupakan sesuatu yang penting. Kita perlu bertanya lebih jauh: mengapa pendidikan semakin dekat dengan logika pasar? Mengapa mahasiswa sering diposisikan sebagai konsumen pendidikan? Pengetahuan sebenarnya diproduksi untuk kepentingan siapa? Dan bagaimana posisi manusia dalam keseluruhan proses tersebut?

Di sinilah NDP seharusnya bekerja.NDP menjadi alat untuk membongkar sesuatu yang tampak biasa menjadi persoalan yang layak dipertanyakan.Karena menurut saya, salah satu masalah kader hari ini bukan kekurangan informasi. Justru kita hidup dalam keadaan yang terlalu banyak informasi. Setiap hari kita berhadapan dengan berita, video pendek, opini, algoritma, dan berbagai macam pengetahuan. Persoalannya adalah apakah kita memiliki kemampuan untuk mengolah semuanya menjadi pengetahuan yang memiliki arah.

Di sinilah NDP mempunyai posisi penting. NDP seharusnya tidak membuat kader menjadi orang yang memiliki banyak jawaban, tetapi kehilangan kemampuan bertanya. Sebaliknya, NDP harus melahirkan keberanian intelektual untuk mempertanyakan sesuatu yang selama ini dianggap normal.

Kader harus mampu bertanya: mengapa kemiskinan terus terjadi? Mengapa ketimpangan dianggap sebagai konsekuensi pembangunan? Mengapa kerusakan lingkungan sering dibayar oleh masyarakat yang bahkan tidak menikmati keuntungan ekonominya? Mengapa ilmu pengetahuan tertentu dianggap lebih penting daripada pengetahuan masyarakat lokal?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut bukan sekadar pertanyaan sosial. Di dalamnya terdapat persoalan tentang manusia, pengetahuan, kekuasaan, nilai, dan hubungan manusia dengan alam. Dengan kata lain, terdapat ruang bagi NDP untuk bekerja.

Karena itu, saya kira kita perlu mengubah cara memandang NDP: dari NDP sebagai doktrin menuju NDP sebagai paradigma.Doktrin cenderung membuat seseorang mencari kesesuaian antara realitas dengan apa yang sudah ia ketahui. Paradigma justru membuat seseorang menggunakan seperangkat nilai untuk membaca realitas yang terus berubah.Perbedaan ini penting.

Jika NDP hanya diposisikan sebagai doktrin, maka kader akan sibuk memastikan apakah dirinya sudah memahami NDP dengan benar. Tetapi jika NDP diposisikan sebagai paradigma, kader akan sibuk mencari bagaimana NDP dapat digunakan untuk memahami persoalan yang belum pernah muncul sebelumnya.Dan zaman hari ini melahirkan begitu banyak persoalan baru.

Kita menghadapi krisis ekologis, transformasi dunia kerja akibat teknologi, kapitalisme digital, perubahan kebudayaan, komersialisasi pendidikan, konsentrasi kekuasaan ekonomi, hingga persoalan etika kecerdasan buatan. Semua itu membutuhkan kader yang bukan hanya memiliki keberanian untuk bergerak, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memahami apa yang sedang terjadi.

Di titik ini, NDP tidak boleh hanya menjadi “identitas intelektual” PMII. Ia harus menjadi perangkat kerja intelektual kader.Kalau operating sistem sebuah perangkat menentukan bagaimana berbagai aplikasi dapat bekerja, maka NDP semestinya menentukan bagaimana kader PMII menggunakan berbagai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu ekonomi, hukum, pendidikan, teknologi, komunikasi, politik, budaya, maupun ilmu-ilmu lainnya tidak berdiri sendiri. Semua itu dapat dipertemukan melalui cara pandang yang dibangun oleh NDP.

Dengan begitu, seorang kader ekonomi tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan ekonomi. Ia juga mempertanyakan siapa yang menikmati pertumbuhan tersebut. Kader hukum tidak hanya memahami aturan, tetapi juga melihat hubungan antara hukum dan keadilan. Kader pendidikan tidak hanya berbicara tentang kurikulum, tetapi juga mempertanyakan manusia seperti apa yang sedang dibentuk oleh sistem pendidikan.

Pada akhirnya, NDP bukan sekadar sesuatu yang berada di kepala kader. Ia harus hadir dalam keputusan, sikap, penelitian, advokasi, bahkan dalam cara kader menentukan gerakan.Sebab kaderisasi yang berhasil bukanlah kaderisasi yang mampu membuat seseorang menghafal lebih banyak konsep. Kaderisasi yang berhasil adalah ketika konsep tersebut mampu mengubah cara seseorang melihat dunia.

Saya kira di sinilah pembicaraan tentang “era baru PMII” menjadi menarik. Era baru tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai pergantian kepengurusan, perubahan struktur, atau penggunaan teknologi dalam organisasi. Era baru seharusnya dimulai dari keberanian untuk memperbarui cara berpikir.

Dan mungkin, salah satu pekerjaan intelektual terbesar PMII hari ini adalah memastikan NDP tetap hidup dalam perubahan tersebut.Bukan dengan mengganti NDP setiap kali zaman berubah, tetapi dengan memastikan NDP mampu terus membaca perubahan zaman.

Sebab dunia tidak pernah berhenti berubah. Kalau cara kita membaca dunia berhenti, maka yang tertinggal bukan hanya organisasi, tetapi juga kader-kadernya.Karena itu, saya membayangkan NDP sebagai operating System kader PMII: tidak selalu terlihat, tetapi bekerja; tidak selalu disebut, tetapi memengaruhi cara berpikir; tidak berhenti pada pemahaman, tetapi diterjemahkan menjadi tindakan.

Dari sana, mungkin kita bisa membangun satu arah baru: NDP tidak hanya digunakan untuk menjawab persoalan yang sudah ada, tetapi juga menjadi dasar bagi kader untuk membaca persoalan yang sedang dan akan muncul.Sebab tugas kader PMII menurut saya bukan hanya memahami zaman.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Terpopuler di

 

Tulisan Terpilih


Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image